Daisy POV
Uhuk! Dengan cepat aku pun meminum jusku . kulihat cowok itu menatapku aneh, tapi aku langsung mengalihkan pandangan ke bawah . Dunia ini benar benar sempit, bagaimana bisa Cowok yang waktu itu kutemui diCafe berada disini, apa dia sepupu Sasky? Atau Kakak Sasky? Ah ntahlah
" Eh udah balik Lo bang? " Bang? Berarti cowok itu abangnya Sasky? Tapi kalo dilihat lihat mereka lumayan mirip sih
" Belom " kulihat Sasky mendengus, tiba tiba cowok itu spontan melihat kearah ku . dengan cepat aku kembali menunduk, Kuharap dia tidak mengenalku
-
Raka pun mendekat dan duduk disofa depan Daisy, memperhatikan Gadis dekil didepannya intens
" Temen Lo dek? " Tanya Raka pada Sasky
" Ohiya . Bell, kenalin ini Abang gue Raka, dan Bang, ini Bella temen gue " Raka merasa heran dengan gadis didepannya, kenapa gadis dekil itu tidak mau melihatnya? Apa ia jelek? Tidak mungkin, Raka adalah seorang TNI AU yang sangat Tampan dan berkharisma tinggi
" Kenapa Kau menunduk? Apa ada koin dibawah? " Eh! Daisy spontan mendonga
" Saya Bella " ucap Daisy memperkenalkan diri
" Udah kali bang, Temen gue sampe takut gitu ditatapin Lo terus " cetuk Sasky . Raka mangut mangut lalu bangkit dan pamit keatas
' Syukurlah ia tidak mengenaliku '
" Abang gue emang gitu Bell, jadi Lo gausa takut ya " ucap Sasky diangguki Daisy
Cukup lama mereka bengobrol dan berkeliling rumah megah Sasky, Daisy juga sudah akrab dengan Mami Sasky
Keluarga Sasky sama sekali tidak merasa jijik dengan Daisy, malah mereka sangat beruntung ada yang mau berteman tulus dengan Sasky
Tak terasa jam menunjukkan pukul 5 Sore, Daisy pun pamit untuk pulang
" Raka, Tolong kamu antar Bella pulang ya, kasian udah sore " pinta Silva pada Anak sulungnya
" Yasudah ayo " ajak Raka pada Daisy . Silva pun tersenyum
" Kita naik ini? " tunjuk Daisy pada motor besar Raka
" Iya. Kenapa? " Daisy menggeleng
" Ayo naik " ' Gimana aku bisa naik, motornya gede gini, emang sih waktu itu aku pernah dibonceng pake ini, tapikan pas naiknya aku megang bahu Alariq, masa sekarang aku juga harus megang bahu Kak Raka sih, kalo dia marah gimana? '
" Kok malah bengong? Nih pegang bahu aku aja " Daisy menurut dan langsung naik memegang bahu Raka
" Gue bukan tukang ojek " Tangan Daisy yang tadinya bertengger dibahu Raka kini pindah memegang besi belakang
" Pegang pinggang gue aja, gausa malu, dari pada entar Lo jatoh udah lagi " dengan Ragu Daisy melingkarkan tangannya dipinggang Raka
Setelah dirasa pas Raka pun melajukan motornya
-
" Gue dengar Lo belain si Bella lagi ya? " tanya Alasca menatap Alariq
" Dia dibully garagara gue, jadi ya gue belain " jawab Alariq tanpa mengalihkan pandangan dari game yang sedang dia main
" Saran Gue Lo gausa deket deket deh sama si Bella, kasian ntar dia dibully Magry " ujar Alasca lagi
" Gue cuma tolongin dia aja " Alasca menghela nafas
" Lo Gapernah peduli sama cewek kecuali Mommy sama Shakir, tapi kenapa sekarang Lo jadi care sama Bella? Lo suka sama tuh cewek? " Alariq menatap Alasca datar
" Lo berisik . Kalo emang gue suka kenapa? " mendengar itu Alasca terkejut
" Lo gasalah mata Ar? Magry yang bening Lo tolak mentah mentah, lah ini si Bella, gadis dekil itu? Hahahahaa sakit Lo " tawa Alasca pecah
" Dia emang ga secantik Queen, dia juga tidak sebening Magry, dan tidak sesexy Kate . Tapi Bella punya daya tarik tersendiri yang bikin gue suka dia " Alasca melongo mendengar kalimat terpanjang Alariq semasa hidup
" Kalo Lo udah gini gue nyerah dah bikin Lo deket sama Magry, Kayanya Lo udah jatuh cinta sama cewek dekil itu " Pasrah Alasca dengan mengangkat kedua tangannya tanda nyerah
Sedangkan Alariq hanya memutar bola mata malas dan melanjutkan Gamenya
Tapi itu tak bertahan lama ..
" Mommy suruh Lo kebutik sekarang " ujar Alasca
" Yauda " tanpa membantah Alariq langsung mengambil kunci motornya dan keluar
Sampai dijalan raya Alariq pun berhenti karna lampu merah . brrrmmmmm! Bunyi motor disampingnya membuat cowok itu menoleh dan ..
Tatapannya langsung bertemu dengan bola mata Daisy yang sangat tepat disamping motor Alariq
Alariq melihat Daisy datar, lalu beralih pada tangan Daisy yang memeluk cowok didepannya erat
' Itu pacarnya? ' batin Alariq bertanya sampai ia tidak sadar kalau lampu sudah hijau
Tin tin! Klakson mobil dibelakangnya keras yang membuat Alariq tersadar dan melajukan motornya segera
Disisi lain
Daisy merasa tatapan kecewa Alariq, tapi gadis itu menepisnya . mana mungkin Cowok setampan Alariq menyukai Bella si Ugly? Lain cerita kalau cowok itu menyukai Daisy, karna dari segi apapun Daisy sangat cantik dan sempurnah . sedangkan Bella hanya gadis dekil berkaca mata kuda kuno
" Belok kemana lagi nih? " tanya Raka yang membuat lamunan Daisy hilang
" Disini aja kak " ucap Daisy saat mereka sudah didepan lorong rumahnya
" Gak . Gue harus antar Lo sampe depan pintu rumah Lo " ngotot Raka yang membuat Daisy melongo
" Tapi ini udah deket Kok, Rumah aku diujung Lorong sana " tanpa mengubris Daisy, Raka melajukan kembali motornya masuk ke dalam Lorong perumahan sederhana itu
" Lo tinggal diWarung ini? " tanya Raka saat mereka sampai diwarung Mpok Lela
" Bukan . Rumah aku disana lagi " Raka mengangguk
Tak lama mereka pun sampai tepat didepan rumah Daisy
Raka takjub dengan rumah Daisy, rumahnya tidak besar, tapi halamannya yang luas dan kaya penghijauan, dibelakang Rumah Daisy terdapat Danau dan Taman indah, di depannya kebun buah . bisa dibilang rumah Daisy berdiri sendiri dan lumayan jauh dari tetangga . tapi disini sangat sejuk dan indah, tidak seperti perumahan sebelumnya yang ramai juga padat
" Terima kasih Kak " ucap Daisy sopan
" Loh Dais, Kok temennya gadisuruh masuk sih Nak " ujar Mama Daisy yang baru dari Kebun
" Assalamualaikum Tante . saya Raka " salam Raka sopan pada Rose
" Walaikumsalam . saya Rose Mamanya Dais_ " belum abis Rose bicara sudah dipotong Daisy cepat
" Ma, Lagi panen ya? " tanya Daisy sambil menunjuk keranjang yang dibawa Mamanya berisi Mangga madu
" Ohiya nih . Raka bawa pulang untuk Mama kamu ya, banyak nih " sempat melongo melihat Mamanya yang cepat akrab dengan Raka, tapi Daisy tidak ambil pusing, karna Mamanya emang dari dulu ramah
" Oh boleh Tante " Raka pun tidak menolak, karna Mangga yang dibawa Rose emang menggoda dan segar
" Yasudah yuk masuk dulu " ajak Rose . Daisy hanya menghela nafas pasrah melihat tingkah ramah Mamanya yang bisa saja membuat penyamaran Daisy terbongkar
' Tante Rose cantik, tapi kok si Bella dekil gini ya, oh bisa jadi nih cewek mirip bokapnya ' Batin Raka memperhatikan Rose dan Daisy bergantian
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE UGLY
Fiksyen RemajaDaisy Carbella, Gadis 19 tahun yang dulunya hidup mewah kini jatuh miskin setelah perusahaan Papanya bangkrut habis akibat korupsi . Daisy yang malu dengan kelakuan Papanya pun kini merubah dirinya agar tidak ada yang mengenalinya kulit yang duluny...
