Daisy POV
Sepulang Raka dan Sasky, aku kembali masuk kedalam, ya karena sudah petang
Kakiku sudah tidak terlalu sakit digerakan, tapi Oma tetap saja melarangku berjalan, lagi lagi Oma mengancam akan membawaku ke London, ooh ayolah, ini benar benar membosankan
" Dais, jangan cemberut gitu . ini ponselmu Oma kembalikan " aku mendonga dan ya Oma mengembalikan Ponselku
Dengan senyum lebar aku mengambil Ponsel itu dari tangan Oma . ooh ponselku
" Besok kamu sudah boleh belajar jalan pelan pelan, dan ingat, jangan ceroboh "
" Siap Oma! " seruku hormat pada Oma
" Dasar Anak ini, paling bisa buat Omanya khawatir " kata Oma mengelus kepalaku sayang
" Maaf Oma, Dais gaulang lagi " Aku pun memeluk Oma, Oma yang sangat aku sayangi, walau kadang suka ngeselin dan cerewet xixixi
" Yasudah Yuk kita makan malam, jalan pelan pelan ya " kata Oma menuntunku keluar dari kamar
Dan yaah, Kakiku sudah tidak terlalu sakit lagi, mungkin 2 hari lagi aku sudah bisa berjalan seperti biasa
" Waahh Anak Papa udah bisa jalan lagi nih " kata Papaku . baru saja aku mau jawab, tapi sudah disela
" Itu karna Mami yang jaga, kalau tidak anakmu ini lama sembuhnya " yahh kalian pasti sudah tau siapa itu
" Oma mu emang gitu Dais, jadi gausa heran " sahut Opa Mardy . ya aku tau Oma emang sangat cerewet dan juga seenaknya tapi biar bagaimana pun ini semua berkat Oma yang mengurusku dan mengontrolku
" Sayang sini duduk . kamu mau makan apa? Mama sama Tante Fapi sudah memasak makanan kesukaanmu . Sup tulangan "
" Jangan lupa kalo Mami juga ikut membantu " sahut Oma tak mau kalah . hahahaa keluargaku ini memang benar benar lucu, terutama Oma, selalu tidak mau kalah
" Terima kasih Mama, Tante, dan Omaku sayang . Dais senang kalian udah masakin makanan kesukaan Dais " ucapku menatap 3 Wanita beda umur itu dengan senyum lebar
" Yasudah cepat makan! " mulai ditaktornya hmmm
* * *
" Apa Pi? Om Adrian batalin perjodohan aku sama Alariq?! " kejut Shera saat Jeff memberitahu
" Iya " jawab Jeff singkat
" Terus Papi terima gitu? " Jeff mengangguk lalu menatap anak keduanya
" Ariq Koma, dan itu disebabkan ia merasa tertekan dengan perjodohan kalian . Shera mengertilah, Papi dan Om Adrian itu Sahabat, jadi jangan suruh Papi untuk menentang "
" Iya Shera, Batalin perjodohan bukan berarti kamu gabisa sama Ariq, kamu tetap boleh dekati Ariq dan buat dia suka sama kamu " sela Mola ikut menimpal
" Ya ampun Mi, anak orang lagi koma juga masih aja disuruh dekatin . jelas jelas Ariq gasuka sama Shera, kenapa maksa banget sih " sahut Debby acuh
" Eh Lo diam ya! Anak kecil suka banget ikut campur " kesal Shera yang tidak terima dengan ucapan Debby
" Emang nyatanya dia ga suka Lo kan? Buktinya itu cowo milih nabrakin diri sampe koma dari pada tunangan sama Lo, gue benerkan? " Shera baru saja ingin menampar Debby tapi dihentikan dengan suara Papinya
" SHERA JANGAN BUAT MALU PAPI! " Bentak Jeff yang sudah jengah dengan tingkah putri keduanya
" Persetan! Pokoknya Shera bakal dapetin Ariq gimana pun caranya! " Tukas Shera lalu naik kelantai Atas
" Tenang Mas, Shera memang keras, entah ikut sifat siapa aku gatau . kamu jangan sampe lepas kontrol sama anak itu " Kata Mola mengelus pundak suaminya yang sudah berang . Jeff pun menghela nafas lalu bangkit menuju kamarnya
" Mami Susul Papi dulu " Renata dan Debby mengangguk
" Kamu kebiasaan Dek, lihattu gara gara mulut kamu Papi sampe marah " kata Renata menatap adik bungsunya
" Yang aku bilang itu bener Kak, aku gamau Shera terus seenaknya sama Papi dan Mami . aku merasa dia bukan kakak aku, dia sangat berbeda dengan kita " Renata hanya diam tidak menimpali
*-*-*-*
Pukul 4 pagi Daisy sudah rapi dengan pakaian dinginnya . Pagi ini dia ada janji dengan seseorang . dan dia juga sudah meminta Bantu pada Irsyan untuk mengantarnya ketempat janjian itu
" Apa yang lain masih tidur? " tanya Daisy berbisik
" Ya . Ayo " ajak Irsyan menuntun Daisy keluar
" Kenapa sepagi ini? " tanya Irsyan menatap gadis disebelahnya
" Ya, bukankah aku pernah bilang padamu kalau pertemuan ini tidak terduga "
" Sebenarnya Masalah apa yang Kau hadapi hem? " tanya Irsyan ingin tau . karena Daisy hanya bilang membantunya, tanpa mau menjelaskan dengan siapa ia berjumpa dan apa masalahnya
" Bukan hal penting . hanya saja aku harus segera menyelesaikan masalah ini " Jawab Daisy yang jelas sekali kalau gadis itu belum mau bercerita . Irsyan pun memaklumi
Tak lama mereka pun sampai disebuah Taman tempat dimana Daisy akan menyudahi semuanya
Irsyan menatap kearah Taman dan melihat seorang gadis dengan jaket tebal duduk sendiri dikursi taman
" Apa Kau akan menemui gadis itu? " tanya Irsyan menunjuk kearah gadis yang sedang duduk itu
" Ya . Kau tunggu saja disini, aku akan menghampirinya " Irsyan ingin menyela tapi Daisy sudah turun dari mobilnya . Irsyan pun memilih memperhatikan gadis itu dengan Jalan yang tertatih menuju taman
" Ada apa? " tanya Daisy yang sudah duduk disamping gadis itu
" Aku ingin Kau meninggalkan Kota ini " kata Gadis itu menatap Daisy dengan Mata sembabnya
Daisy sempat tercengang dengan ucapan mantan Sahabatnya itu, terlebih lagi wajah gadis itu tampak habis menangis semalaman
" Kenapa aku harus meninggalkan kota ini? Aku sudah nyaman dengan hidupku disini "
" Karena Alariq mencintaimu! Gara gara Kau aku diabaikan dan bahkan dia lebih memilih menabrakkan diri sampai Koma dari pada bersamaku! " Sentak Shera yang membuat Daisy terperanjat . ya gadis itu Shera
" Alariq Koma? Kau sedang tidak bercanda kan?! " Shera terkekeh
" Kau bisa melihat sendiri dirumah sakit Harapan . tapi aku minta setelah itu tinggalkan kota ini, Biarkan aku bahagia dengan Ariq " Daisy menatap Shera prihatin . gadis itu tampak kacau . Dan Daisy tau kalau Shera benar benar mencintai Alariq
" Akan aku pikirkan " gumam Daisy setelah lama terdiam
" Daisy, Dulu kau mendapatkan Haris, apa sekarang Kau juga tidak mau mengalah denganku? " kata Shera sedikit memohon
" Aku permisi " pamit Daisy meninggalkan Shera tanpa mau menjawabnya
Daisy bingung dengan perasaannya, Ia masih menyayangi Haris, tapi disisi lain ia juga mencintai Alariq, Entahlah apa perasaannya bisa disebut cinta, yang pasti saat ini ia ingin melihat Lelaki itu
" Kita kerumah Sakit Harapan Syan "
KAMU SEDANG MEMBACA
FAKE UGLY
Teen FictionDaisy Carbella, Gadis 19 tahun yang dulunya hidup mewah kini jatuh miskin setelah perusahaan Papanya bangkrut habis akibat korupsi . Daisy yang malu dengan kelakuan Papanya pun kini merubah dirinya agar tidak ada yang mengenalinya kulit yang duluny...
