41

26.3K 1.1K 9
                                    

" Makasih Sayang " ucap Queen yang diangguki Alasca

Saat ini mereka sedang menjaga Sinta yang dirawat inap. Merindukan Alariq membuat Sinta Demam tinggi dan harus dilarikan kerumah sakit

" Gimana Yang? Udah Ada tanda tanda keberadaan Alariq? " Tanya Queen

" Belum sayang, Aku ga Heran sih Alariq bisa sembunyi kaya gini, dulu kami pernah berlatih menghilangkan jejak "

" Benarkah? " Alasca mengangguk

" Kok Aku jadi takut ya dengarnya " Kata Queen

" Takut Kenapa? "

" Takut kamu pergi dan ngilangin diri dari Aku " Alasca tersenyum, ia mengelus puncak kepala Kekasihnya sayang, sungguh ia tidak menyangka bisa jatuh cinta pada Queen yang dulunya liar dan terkenal bully

" Kamu tenang aja. Aku Udah pikirin matang matang untuk hubungan Kita kedepannya " Kata Alasca meyakinkan

Queen tersenyum, dan menyandarkan kepalanya dibahu Kekasihnya

Ceklek!

Pintu terbuka, Alasca dan Queen menatap terkejut sosok dihadapan mereka. Seseorang yang ditunggu tunggu

Alasca mengepalkan tangan, Ia berdiri dari duduknya dan menghampiri orang itu

Buk!

" Dasar Pengecut! " maki Alasca geram

Queen langsung menahan Kekasihnya saat hendak melayangkan kembali pukulan keras

" Al tenang, kasian Tante Sinta Kalo kalian bertengkar seperti ini " Kata Queen memeluk Alasca

Alariq menyeka sudut bibirnya yang berdarah. Ya, Seseorang itu adalah Alariq Dewantara

" Orang juga punya Cinta, tapi ga segila Lo! Gara Gara tingkah Kanak Kanak Lo Mom jatuh sakit! "

Alariq memilih diam, saat ini ia hanya ingin melihat Mommynya

" Apa untungnya dengan Lo ngilang huh? Daisy juga ga balik kan?. Berpikirlah Dewasa Ar, Kalo dia Cinta, sejauh manapun dia pergi, dia tetap akan kembali "

" Maaf " Satu Kata tapi penuh makna

Sinta membuka matanya perlahan. Mendengar Suara Alariq membuatnya ingin menyaksikan langsung kalau ini bukanlah Mimpi

" Ariq, sayang ini benar kamu Nak? " lirih Sinta

" Iya Mom, ini Ariq " Kata Alariq menggenggam tangan Sinta dan mengecupnya

" Mom Rindu Ariq. Ariq kemana aja selama ini? "

" Ariq kerja Mom "

" Sayang Maafkan Mommy, Maafkan Mommy yang Udah ga adil sama kamu hiks hiks "

" Ssttt.. Sudahlah Mom, ini bukan salah Mom, Shera yang jahat. Maafkan Ariq yang Udah bersikap egois Mom "

" Engga sayang, Mommy lah yang Egois, seharusnya Mom tidak mendengar dari sebelah pihak " Alariq memeluk Sinta

" Yang berlalu biarlah berlalu Mom "

Queen mengelus punggung tangan Alasca yang tampak haru, begitu juga dengan Queen, melihat pemandangan didepannya membuat Air matanya ikut menetes

   ***

Sasky melenguh dan membuka Matanya perlahan

Deg!
Jantungnya berdetak kencang, ia tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini dipagi hari. Wajah Blaster yang terpahat begitu Tampan, ia baru ingat semalam Lelaki asing inilah yang menyelamatkannya

FAKE UGLYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang