22

29.1K 1.3K 32
                                        

Hari ini rumah Adi dan Rose kedatangan Tamu jauh, yang tak lain adalah Fapita Kakak pertama Adi beserta keluarga . ini pertama kalinya Fapita berkunjung, bukannya apa, Fapita ikut suaminya tinggal di Barcelona, kalau pun berkunjung palingan ke London tempat Mardy dan Nani

Dari Anak anak Mardy bisa dibilang yang jarang berkumpul adalah Adi, Putra bungsu Mardy dan Nani itu sangat Mandiri, terlebih lagi dulu pernikahannya tidak disetujui Nani, tapi sekarang sudah membaik, lebih tepatnya setelah Daisy lahir yang merupakan Cucu perempuan satu satunya dikeluarga besar Rajipto

" Semoga nyaman ya Mbak Pita, inilah rumah kami yang sekarang sangat sederhana " kata Rose pada Pita kakak iparnya

" Iya Rose, rumah ini nyaman kok, cuma ya emang ga sebesar yang dulu " balas Pita maklum

" Mami aja betah disini Ta, Kalo untuk reflesing ini tempat yang tepat, jauh dari keributan " sahut Nani . ya meski awalnya Nani tidak suka, lama lama Wanita tua itu merasa nyaman, terlebih lagi bisa berkumpul dengan Cucu perempuannya yang sangat susah disuruh berkunjung

" Iya Mi, Pita udah dengar dari Tuti dan yang lain kalau Mami liburannya lama " Nani hanya cengir

Seorang Pemuda menelisik halaman sekitar rumah yang tampak sunyi dan menenangkan . pemandangan sore hari semakin mendukung indahnya lingkungan itu

" Ini rumah peninggalan Ayah dan Ibu Aunty Rose . dulu ini hutan, entah bagaimana ceritanya pasangan suami istri itu membangun rumah sederhana ini sehingga pemandangan Alamnya yang tampak kental dan menenangkan . hebat ya " Pemuda itu menoleh dan menatap Omnya yang merupakan Adik dari Ibunya

" Iya Om . Disini sangat nyaman dan menenangkan, walaupun jalan menuju kesini sangat kumuh dan ribut " balas Pemuda itu teringat saat mobil mereka melewati Gang macan

Adi terkekeh dan merangkul keponakannya itu yang sekarang sudah Dewasa dan Sangat Tampan
" Sebenarnya jalan menuju kesini ada dua, kamu lihat hutan disana? " tunjuk Adi pada Hutan dengan pepohonan tua dan tinggi yang agak jauh dari halaman rumah

" Om biasanya kalau pagi atau sore keluar dan masuk suka lewat disitu, lebih dekat dengan jalan raya . kalau malam baru lewat Gang macan sana, soalnya sendiri lewat hutan agak serem " Pemuda itu mengangguk mengerti

Tak lama sebuah mobil berhenti didepan rumah . tampak pak Toto turun dari kemudi dan membuka pintu menumpang

" Nah itu Daisy anak Om satu satunya " kata Adi menunjuk seorang gadis yang turun dari mobil itu

Irsyan menatap gadis yang merupakan Sepupunya itu . Cantik, kata Irsyan dalam hati . lalu Pemuda itu Tersenyum mengingat Sepupu sepupunya juga Saudaranya yang lain bisa dibilang rata rata Tampan, jadi wajar saja kalau Sepupu perempuan satusatunya ini Cantik

" Dais! " Panggil Adi pada putrinya

Daisy menoleh, Lalu menyerngit menatap Pemuda disamping Papanya yang tampak Asing

" Assalamualaikum Pa " salam Daisy
" Walaikumsalam Sayang " balas Adi mengelus kepala Daisy

" Nah Dais, Ini Irsyandi . Sepupu Laki laki kamu dari Tante Pita dan Om Mark " kata Adi memperkenalkan Irsyan pada Putrinya yang tidak tau menahu tentang sepupu sepupunya

" Saya Daisy " salam Daisy pada Irsyan yang sepertinya lebih tua

" Senang berkenalan dengan Kamu Daisy " balas Irsyandi dengan logat inggris kental

" Pa, Sepupu Daisy ada berapa sih? " bisik Daisy pada Adi yang membuat Lelaki itu terkekeh

" Makanya jangan terlalu cuek, disuruh berkunjung selalu beralasan . Sepupu kamu itu ada 6, dan semuanya laki laki " Daisy meringis malu pada Irsyan

" Daisy janji deh, liburan selanjutnya main ke London " Irsyan dan Adi terkekeh

" Aku bisa kenalin Kamu sama mereka Nanti " kata Irsyan yang membuat Daisy menatapnya

" Seriusan Kamu? " tanya Daisy tampak senang

" Iya . habis makan malam kita Video call mereka " Daisy mengangguk senang

Sudah saatnya Daisy mengenal keluarganya yang lain . sebenarnya sudah dari dulu orang tuanya mengajak, tapi Daisy terlalu cuek dan sibuk dengan dunianya sendiri . jadi ya begini, tidak tau saudara

    * * * * *

" Kamu apaan sih? " tanya Queen pada Alasca yang tiba tiba mendatangi rumahnya dan menarik tangannya ketaman

" Maksud kamu apa kata katain Daisy? Eh Queen Aku udah pernah bilang ya sama kamu, kalo sikap kamu masih licik kaya gini, mending kita putus aja deh " Queen menatap Alasca terkejut

" Demi cewek itu kamu tega mutusin aku Al?! Selama ini jadi apa huh?! Kamu sadar ga sih perlakuan kamu ke aku selama ini udah nyakitin aku Al!! " Tangis Queen pecah . Alasca yang melihat itu membuang muka . jujur saja, Alasca sudah sayang sama gadis ini, Alasca sudah Cinta . tapi Alasca gabisa terus terusan ngebiarin sifat Jahat Queen yang suka membully

" Apa perjuangan aku selama ini sia sia Al? Aku udah coba ga ngebully orang, dan itu aku lakuin karena Kamu! "

" Kamu berubah semenjak ada Daisy, apa? Kamu suka sama dia? Iya?! Jawab aku Al! " Alasca semakin tidak sanggup

" Maaf " ucap Alasca menarik Queen kepelukannya

" Al aku capek sama hubungan ini, disini aku terus yang berjuang, Sedangkan Kamu enak enakan sama cewek lain " Alasca semakin merasa bersalah

" Sssttt udah ya, Aku sayang kamu, Aku sama Daisy cuma temen, lagian Aku gamungkin bersaing sama Saudara aku " Queen menatap pacarnya, dan ketulusanlah yang terlihat dimata cowok itu

" Minta maaf sama Daisy ya, Aku gamau pacar aku dinilai jahat sama orang " kata Alasca lembut mengelus rambut Queen

" Iyaa Al, Aku janji bakal berubah dan minta maaf ke orang orang yang udah aku bully selama ini " Alasca kembali memeluk kekasihnya itu

" Selama ini aku sengaja cuekin kamu, aku sengaja gapeduliin kamu, bukan karena udah ada yang lain . aku cuma pengen kamu sadar kalo apa yang kamu lakuin itu gabaik Queen " jelas Alasca yang membuat Queen menyesali perbuatannya

" Terus ingatin aku ya Al, Kalo aku salah atau apa yang aku lakuin itu gabaik " Alasca mengangguk

Queen pun sadar, kenapa tidak dari dulu saja dia berubah . andai saja dulu ia sadar, Alascanya pasti tidak akan mengacuhkannya seperti kemarin kemarin

      **

Alariq menatap dingin kedua orang tuanya

" Bukannya Mom sudah bilang kalau kalian tidak akan memaksa aku untuk menerima perjodohan konyol ini? " kata Alariq datar

" Dulu . sekarang beda Ar, perusahaan Daddy sedang diambang kebangkrutan, ada kariawan yang melakukan korupsi sehingga Dana berkurang " Kata Adrian menatap putranya serius

" Tapi Dad, kita bisa minta bantuan Kakek, keluarga kita bukan orang yang kurang Dad, kenapa Daddy harus menjodohkan Ar dengan Shera "

" Alariq, tolonglah Bantu Daddy, Daddy tidak pernah meminta kepadamu, tapi kali ini Daddy akan memohon padamu, Jeff itu sahabat Daddy, dulu dia yang membantu Daddy sampai sukses seperti ini " Kata Adrian yang membuat Alariq merasa tak enak . tapi bagaimana dengan Hatinya? Ia mencintai gadis lain, bukan Shera

" Cobalah dulu Ar, Shera gadis yang baik " sambung Sinta yang mau tak mau Alariq mengangguk pasrah

Dulu Adrian seorang yatim piatu yang tinggal di panti asuhan, saat sekolah menengah ia bertemu dengan Jeff, Jeff sangat baik dan banyak membantunya sampai mereka lulus dan Adrian ikut kuliah dengan dibiayai orang tua Jeff, Adrian anak yang pintar, jadi orang tua Jeff sangat suka dengan anak itu, sampai sewaktu Adrian jatuh cinta dengan Sinta yang merupakan anak orang terpandang, Adrian merasa minder karena dirinya masih staf biasa diperusahaan keluarga Jeff

Tapi suatu hari orang tua Jeff mempercayakan salah satu anak cabang perusahaannya pada Adrian, sampai perusahaan itu maju dan dibalik nama atas nama Adrian . dari situlah Adrian berjanji tidak akan melupakan Jasa keluarga Wilbert

Setelah bertahun tahun mereka hilang kontak, tapi takdir mempertemukan mereka kembali saat keduanya sudah berkeluarga . dan menjadi rekan bisnis

Inilah saatnya Adrian membalas budi kepada teman lamanya itu

FAKE UGLYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang