46

23.4K 935 34
                                        

Daisy POV

Hari yang melelahkan. Tunangan saja selelah ini, apalagi Kalau menikah. Cedera mungkin hufffff

Cincin yang indah. Aku tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Revan, Cinta Monyetku. Dan sekarang aku resmi bertunangan dengannya. Tapi Bagaimana, Apa aku harus jujur padanya tentang Alariq? Ya aku akan jujur padanya, dia pasti mengerti

Drrrrtt.. Drrtt......
Baru saja dipikirkan, udah nelpon aja

" Hi Sayang " Sapanya

" Iya Rev? "

" Aku udah kirimin paket buat kamu tuh, mungkin sebentar lagi nyampe. Nanti malam aku jemput ya sayang. Daaahhh "

Tut

" Eh Rev__ " CK! Dasar Lelaki ini, suka sekali tiba tiba. Persis seperti Alariq

Eh! Hmmm.. Mereka pasti udah nonton acara Pertunangan aku yang diliput hufff

Tok Tok Tok
Ini pasti yang dimaksud Revan

Aku pun langsung membuka Pintu kamar, dan terlihatlah Nurce sang pelayan di Mansion ini

" Ada paket untuk Anda Nona " Katanya
Aku melihat kotak berukuran sedang itu. Lalu mengambilnya

" Terima kasih Nurce. Kau boleh kembali "

" Baik Nona "

Kira Kira apa ya isinya, ga berat berat amat. Apa ya...

Tanpa menunggu lama aku pun membuka kotak persegi itu dan...

" Gaun, Sepatu, Tas? Hmm, ini pasti ngajak ngedate "

Kalian tau guys? Revan itu punya kebiasaan buruk Kalo mau ngedate. Kebiasaannya itu ya beliin barang barang branded kaya gini. dan ini ke 5 kalinya ia berikan. Terlalu royal, padahalkan Gaunku yang dibelinya kemarin kemarin masih pada bagus semua hedehhh

Kling!

Revan

Gimana Yang, suka?
Aku tau kamu lagi kesel nih
Aku cuma pengen bahagiain kamu Yang
Dandan yang Cantik ya Sayang :*

Aku hanya membacanya saja Tanpa mau membalas, aku makin merasa bersalah sama Revan, dia lakuin semua apa yang aku mau. Sedangkan aku masih belum bisa mencintainya. Oh Tuhan

Ceklek

" Aku tau kamu tidak mencintainya Dais. Mengapa kamu menerimanya? Ini hanya akan menyiksa dirimu sendiri "

Irsyan, ya hanya dia yang tau masalahku. Aku menatapnya, dia yang mengerti Bagaimana perasaanku selain Kak Harca

" Dia Sudah bersama Shera Syan, mereka akan menikah sebentar lagi hiks " Kataku memelukkan dan menangis di Dadanya

" Tapi Bukan berarti kamu nyiksa diri kamu sendiri Dais, kamu tidak mencintai Revan, itu akan membuat kalian saling menyakiti. Percayalah " Katanya Irsyan menatapku

" Aku tidak bisa menolak, Aku berhutang budi padanya. Dia juga cinta monyetku dulu sebelum aku mencintai Haris " Haris, aku merindukan Lelaki itu. Sudah lama aku tidak berkunjung ke makamnya hiks hiks

" Sekarang aku tanya sama kamu. Apa kamu cinta sama Revan? " Apa aku cinta sama Revan? Jujur, aku masih mencintai Alariq, bagaimana mungkin aku bisa mencintai Revan sedangkan Hatiku sepenuhnya Alariq

" Aku belum bisa mencintainya. Tapi aku akan mencobanya " kataku yakin

" Lakukanlah jika memang itu terbaik untukmu " Kata Irsyan melepaskan tanganku lalu pergi meninggalkanku sendiri

FAKE UGLYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang