Pagi ini, Syifa dengan perasaan yang membuncah senangnya melahap sarapannya dengan lahap. Mood nya pagi ini sangat bagus, maka dari itu ia sangat menyukai makanan.
Tanpa Syifa sadari, sarapan nya telah habis, namun tak hanya berhenti pada itu saja. Matanya sedikit melirik kearah tempat nasi goreng daging yang baru ia buat. Dengan semangat, Syifa mulai menyendok kan lagi sarapan tersebut menuju piringnya.
Dengan rasa tak bersalah ia malah makin banyak dalam memakan sarapannya.
Sementara itu, Zaki yang sudah menghabiskan kopinya, lalu segera menuju kedapur dan meletakkan gelas kotornya. Betapa mengejutkan nya ketika Zaki melihat Syifa tengah menambah lagi sarapannya.
Dengan rasa yang geram, Zaki dengan cepat menghentikan tangan Syifa.
" Udah sarapan kan " tanya Zaki dengan menatap wajah Syifa.
Syifa yang tertangkap basah hanya bisa mengangguk.
" Ini tambuhan yang keberapa " tanya Zaki dengan dingin.
Syifa lagi lagi hanya mengerucutkan bibirnya lalu mengangkat tangan dan membentuk angka dua.
Dengan geram Zaki lalu mengambil piring sarapan milik Syifa dan membereskan sarapan yang berada diatas meja.
" Eh... Kak, Syifa masih lapar " rengeknya ketika Zaki hendak membawa piring sarapan Syifa.
Zaki menatap heran kearah Syifa.
" Tadi kan udah sarapan, masa mau nambah lagi " ucap Zaki dengan heran.
" Masih mau makan lagi " ucap Syifa dengan memohon.
" Gak... Lihat tuh badan kamu, apalagi pipi ini, tambah gendut tau gak " ucap Zaki lalu mencubit pipi Syifa.
" Aaaaaaaaa... Tapi Syifa masih mau makan, nasi goreng nya enak kak " rengeknya dengan menarik lengan baju Zaki.
" CK... Sarapan itu hanya secukupnya Syifa, ini gak sarapan lagi namanya " ucap Zaki dengan gemas.
Syifa mulai menatap sendu kearah Zaki. Matanya mulai berkaca-kaca.
" K...kakak jahat, s...Syifa kan lapar " ucap Syifa dengan suara yang bergetar.
Zaki yang menyadari perubahan sifat Syifa lalu menatap lekat kearah istrinya tersebut.
" Kamu nangis " tanya Zaki dengan bingung.
" Kakak jahat.... Padahal Syifa cuma mau makan... Umi... Kak Zaki jahat " pecah sudah tangisan milik Syifa.
Zaki yang melihatnya hanya bisa menganga tak percaya, dengan perasaan yang heran, Zaki lalu meletakkan piring sarapan milik Syifa dimeja makan. Lalu duduk didepan Syifa.
" Hei... Kenapa nangis hmm, salah kakak apa lagi " ucap Zaki yang berusaha untuk membuat Syifa berhenti menangis.
" Sana aja... Syifa benci sama Kakak, Syifa kan l...lapar... Malah dibilang nanti gendut... Sana pergi... " Rengeknya lalu menyandarkan kepalanya di dada milik Zaki.
Tadi dia yang ngusir... Malah nambah nempel. Batin Zaki dengan geli.
Zaki membiarkan Syifa menangis dengan puas didalam pelukannya, sesekali tangan Zaki mengelus lembut dikepala Syifa.
" Shhh... Sekarang kamu mau apa hmm " ucap Zaki dengan lembut.
Sejenak Syifa menetralkan nafas nya dengan teratur. Lalu dengan tarikan nafas yang panjang ia mendongak kan kepalanya dan menatap tajam kearah Zaki.
" Mau batagor " ucap nya dengan keadaan yang kacau. Namun, Dimata Zaki ini sangatlah menggemaskan.
Air mata yang masih mengalir dan sedikit ingus yang keluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
SYIFA (Lagi Revisi Nih!)
Romance⚠ Cerita mengandung adegan kekerasan. Syifa alfurqan POV Kata umi, dia menikah dengan abi sewaktu umur 22 tahun, umi bilang awal masa pernikahannya tidaklah baik, tapi umi ku adalah wanita yg tegar, ia selalu menerima segala perlakuan Abi, hingga a...
