45 - sadarlah.

21.4K 888 107
                                        

" ayah! " Teriak seorang anak kecil yang muncul dari belakang Zaki yang tengah memandang sebuah danau.

Reflek ketika mendengar panggilan itu, Zaki hanya menoleh dan melihat.

" Ayah, Gendong " rengek anak tersebut.

Zaki lalu mengerutkan keningnya dengan bingung.

" Khmm k...kamu bicara sama siapa nak " ucap Zaki dengan lembut.

" Ya sama ayah lah, gendong yah!!" Rengek nya lagi.

Lagi lagi Zaki hanya bisa mengerutkan keningnya dengan bingung.

" Ayah kamu dimana " tanya Zaki yang masih kebingungan.

" Kan ayah ayahnya aku " ucap anak itu lalu memeluk kaki Zaki.

Zaki yang mendapat perlakuan itu hanya bisa terkejut. Hati nya berdesir ketika anak perempuan itu memeluk kakinya.

" T...tidak mungkin nak... Hmm maksudnya, saya tidak punya anak... Haha maaf ya sayang, gimana kalau kita cari ayah kamu." Ucap Zaki dengan canggung.

Anak itu lalu memiringkan kepalanya.

" Aku ini Anak ayah kok, coba lihat yah... Wajah kita mirip, kata bunda aku punya hidung sama mata nya dari ayah " ucap nya dengan polos.

Setelah mendengar kata dari anak itu, Zaki langsung mengamati wajah nya dengan teliti. Ternyata benar, mata bulat sayu dan hidung yang mancung melekat indah diwajahnya dan merupakan ceplakan dari Zaki, tak lupa dengan bibir merah mungil yang merupakan bibir ceplakan dari Syifa.

Deg.

" B...bunda, siapa n...nama bunda kamu sayang " gugup Zaki sambil menahan kegugupannya.

" Heheh kok ayah malah nanya nama bunda, kan nama bunda itu Syifa yah " ucapnya dengan polos, dan tak lupa pula dengan senyuman mungilnya.

Deg.

" S...sekarang dimana bunda " tanya Zaki sambil menahan kesedihannya.

Kemudian, ntah angin dari mana, anak itu lalu menangis dengan keras, ia lalu terisak isak dengan keras.

" S...sayang, kamu kenapa " khawatir Zaki.

" B...bunda k..kesakitan ayah... Aku juga kesakitan " ucapnya lalu tampak jari jari tangan nya mulai transparan dan seperti akan menghilang.

" K...kenapa tangan mu " teriak Zaki lalu memegang pergelangan tangan anak itu.

" Hehehe... Aku gak papa kok yah, t...tapi bunda yang harus dikhawatirkan, bunda selalu disiksa yah... Kalau ayah gak mau nyelamatin bunda, aku bakalan hilang " ucapnya dengan senyuman getirnya.

Hati Zaki menghangat ketika melihat senyuman itu. Senyuman yang hampir sama dengan milik Syifa. Dan tak lupa dengan anggota tubuh nya yang mulai menghilang.

" Dimana bunda nya sayang " tanya Zaki.

" Disana " tunjuknya menuju kearah seberang danau.

" Kakak !!!!" Teriak seseorang yang tampak lemah di sebuah gubuk tua.

" Syifa !!!!!" Zaki berteriak dengan sekuat tenaga ketika ia sadar dari alam mimpinya.

" H..hah... S...Syifa... Hiks...Syifa " tak beberapa lama kemudian ia sudah menangis dengan keras, ia sangat menyesal, sangat menyesal.

" Hei nak ! " Ucap Jordi lalu menepuk pundak milik Zaki.

SYIFA (Lagi Revisi Nih!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang