Setelah selesai makan siang, akhirnya Zaki dan Syifa pun segera pulang menuju rumahnya. Dijalan tak ada yang terjadi, hanya kecanggungan dan kesunyian yang terjadi.
" Khmm jadi bagaimana tadi, sudah kenyang bukan" tanya Zaki yang memecah keheningan.
" E..eh.. hmm Alhamdulillah kenyang bang" ucap Syifa.
" Itu tempat makanan favorit Abang, lain kali jika kita sudah menikah nanti, kita akan pergi kesana lagi. Bagaimana" ucap Zaki yang terkesan seperti sedang menggoda Syifa.
" Hmm i..iya bang" ucap Syifa malu.
Lalu setelah itu keheningan terjadi lagi.
" Hmm bang berhenti dulu" ucap Syifa yang mengangkat kepalanya.
" Eh... Ada apa " ucap Zaki lalu menghentikan mobilnya. Untung jalanan tak terlalu ramai.
" Hmm berhenti di SPBU dulu ya, Syifa.. s...sesak p...pipis " ucap Syifa menunduk menahan malau.
" Hmm yaudah, bentar dulu ya " ucap Zaki yang menahan tawa.
Malunya ya Allah.
" Nah, cepat turun " ucap Zaki saat mereka telah sampai di SPBU.
" Sebentar ya bang " ucap Syifa lalu segera keluar dari mobil dan berlari kecil menuju toilet.
Lucunya..
🐝🐝🐝
Alhamdulillah untung gak pipis celana.
Lalu setelah dirasa sudah selesai, Syifa pun segera pergi menuju luar toilet. Ia sedikit berkaca guna memperbaiki penampilan nya.
" Hihihihi..." Tawa seseorang tapi Syifa tak melihatnya.
" Astaghfirullah aladzim" gumamnya sambil memegang dada.
" Hihihihi" tawa itu lagi.
" Hmm a...apakah a...ada orang.." ucap Syifa yang sedikit takut.
" Huahahhahahahahahhaha" tawa itu tambah menggelegar.
" Apakah ada orang " ucap Syifa dengan keras, karna ia cukup takut.
Brak..
Salah satu pintu WC terbuka dan Syifa sedikit mundur menuju ke pintu keluar.
Duk.
Tubuh Syifa menabrak seseorang, lalu ia dengan perlahan menghadap menuju kebelakang.
" Hahahaha " Syifa tersentak takut karna yang ia tabrak adalah pemilik dari tawa menggelar itu.
" Astaghfirullah aladzim, maaf buk..." Ucap Syifa yang berusaha tetap tenang meskipun ia sedikit takut dan curiga dengan ibuk ini.
Penampilan ibu tersebut sangatlah mengerikan. Rambut yang tegang, wajah yang keriput, dan pakaian yang berantakan.
" Kamu Syifa bukan" ucap nya sambil memiringkan kepalanya 90°
" Iya Bu, darimana anda tau nama saya " ucap Syifa yang berusaha menahan takut.
" Ahahhaha, bodoh... Padahal sudah diperingatkan, bodoh " ucapnya lalu menggelengkan kepalanya dengan kencang.
Syifa makin ketakutan dibuatnya.
" Permisi Bu, saya mau keluar dulu, assalamualaikum" ucap Syifa lalu berusaha keluar.
Grap..
Ibu itu lalu memegang tangan Syifa dengan kencang, hingga sedikit sakit.
" Akhh... Ibu, lepaskan saya mau pulang" ucap Syifa menahan air mata.
" Sudah diperingatkan gadis bodoh, jangan menikah dengannya, atau kau akan menderita " ucap ibu itu tiba tiba menjadi nada iba.
KAMU SEDANG MEMBACA
SYIFA (Lagi Revisi Nih!)
Romance⚠ Cerita mengandung adegan kekerasan. Syifa alfurqan POV Kata umi, dia menikah dengan abi sewaktu umur 22 tahun, umi bilang awal masa pernikahannya tidaklah baik, tapi umi ku adalah wanita yg tegar, ia selalu menerima segala perlakuan Abi, hingga a...
