32 - istri sepenuhnya

18.8K 731 46
                                        

Pagi ini seperti biasanya Zaki akan mulai bersiap untuk pergi bekerja dan menjalankan kehidupan yang seperti biasa. Namun, kali ini ada yang sedikit berbeda dengan kehidupan nya, ia rasa ada sesuatu yang tengah memporak-porandakan hatinya. Ia sendiri pun tak tau.

Drrttt..

Zaki yang mendengar suara ponselnya berbunyi pun lalu segera mengangkatnya.

" .......... "

" Waalaikumsalam paman. "

" ............."

" Baiklah paman, Zaki akan kesana "

" .........."

" Waalaikumsalam"

Setelah selesai menelfon, Zaki pun dengan cepat segera pergi menuju kantornya, karena malam nanti paman akan segera bertemu dengannya.

Zaki pun segera pergi menuju kebawah.

Sesampainya ia diruang tamu, Syifa sudah berdiri didepannya, hingga Zaki pun terhenti dan berjalan pelan menuju kearah Syifa.

" Hmm kenapa tidak istirahat " tanya Zaki dengan suara yang seperti biasa.

" Hmm, kakak sarapan lah dulu, Syifa sudah memasaknya tadi " ucap Syifa dengan menunduk.

" Aku sudah terlambat " ucap Zaki dengan dingin.

" O...oh... Aa... Ya sudah hati hati ya kak " ucap Syifa lalu menyembunyikan tangan kanannya.

Zaki yang melihat Syifa seperti menyembunyikan sesuatu itu pun segera untuk mencari kebenarannya.

" Apa itu " ucap Zaki lalu melirik kearah tangan Syifa yang ia sembunyikan.

" Eh... Apa kak, hmm tidak ada, hmm sebaiknya kakak cepat pergi, nanti terlambat" ucap Syifa dengan muka yang mulai memucat.

" Kau tidak pandai berbohong Syifa, lagipula kau ini masih sakit, kenapa harus memaksakan diri ha " ucap Zaki dengan nada yang sedikit membentak.

Syifa yang sudah mengalami berbagai macam luka itu, hanya bisa tersentak takut. Dan berusaha untuk kuat, karena jika ia lemah, ntah ia akan mempunyai air mata lagi atau tidak.

" Kenapa kau menangis Syifa, tunjukan tanganmu " ucap Zaki yang geram bercampur dengan gemas karena melihat tingkah polos Syifa.

" T...tangan Syifa b...baik baik hiks... Saja kak " ucap Syifa yang sudah tersendat sendat.

" Dasar bocah " ucap Zaki lalu mengambil tangan Syifa yang berada dibelakang tubuhnya.

" Shhh... Sakit kak " desis Syifa karena luka melepuhnya disentuh oleh Zaki.

" Kenapa ini bisa terjadi " ucap Zaki yang membelalakkan matanya.

" Hmm, i...ini bekas luka lama yang kakak berikan, d...dan tadi karena terlalu lemas untuk bergerak, Syifa tak sengaja terkena tumpahan minyak panas kak " ucap Syifa dengan tenang.

" Bagaimana kau bisa setenang ini, bukannya ini sangat sakit " heran Zaki yang melihat raut biasa biasa saja dari muka Syifa.

Syifa menatap dalam menuju ke mata Zaki, ia tersenyum getir.

" Karena minyak panas ini tak ada apa apa nya jika dibandingkan dengan luka yang lama dulu, yang Syifa dapatkan hampir di setiap harinya. " Ucap Syifa dengan tersenyum lalu detik kemudiannya setetes air matanya pun jatuh.

Deg...deg...

Jantung Zaki seakan akan tersayat ketika mendengar penuturan yang Syifa sampaikan, betapa kejamnya ia selama ini dengan seorang gadis yang hanya serapuh debu bekas bakar kertas.

SYIFA (Lagi Revisi Nih!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang