Dengan perasaan yang lesu sekaligus marah, Zaki melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata. Ia segera pergi menuju kerumah pamannya.
Zaki sedikit kesal karena ini bukanlah waktu yang tepat, ia hanya ingin menghabiskan waktu nya berdua bersama dengan Syifa, namun apalah daya, pamannya juga penting baginya.
Cukup 20 menit zaki melajukan mobilnya menuju kerumah pamannya, akhirnya ia sampai juga kedalam rumah pamannya tersebut.
Blam.
Zaki menutup pintu mobilnya lalu segera berjalan menuju rumah pamannya.
Dengan senyuman yang manis, Zaki lalu segera menekan bel rumah paman.
Ting...tong...
Ceklek.
Tampak seorang pelayan tengah membuka pintu dan Zaki pun segera masuk kedalamnya.
" Assalamualaikum paman " teriak Zaki dengan gembira saat memasuki rumah pamannya.
Lama ia menunggu, akhirnya paman menyahut juga, dari lantai dua paman turun dengan wajah yang bahagia.
" Waalaikumsalam, wah sudah sampai rupanya " ucap paman lalu turun dan segera menghampiri Zaki.
" Jadi paman, hmm ada apa tadi menelfon Zaki " ucap Zaki lalu duduk disofa ruang tamu.
Paman yang mendengar pertanyaan dari Zaki hanya bisa tersenyum lalu ikut duduk disamping Zaki.
" Hmm sebenarnya paman memanggilmu hanya untuk bertemu secara biasa saja, lagipula kau sudah jarang bermain kesini " ucap paman.
Zaki yang mendengarnya hanya bisa merasa tak enak.
" Hmm maafkan Zaki paman, a...akhir akhir ini, Zaki sedikit sibuk " ucap Zaki dengan nada suara yang tak enak.
" Shh... Paman mengerti, lagipula sekarang kamu sudah punya istri bukan " ucap paman lalu tersenyum.
" Ah...hmm benar paman " ucap Zaki dengan kikuk lalu menggaruk tengkuknya.
Sejenak keheningan terjadi diantara mereka, hingga paman pun membuka suara.
" Jadi... Apakah rencana nya sudah dijalankan " tanya paman yang lalu membuat Zaki diam tak berkutik.
Zaki mematung ketika mendengar pertanyaan dari paman, ia tak percaya jika selama ini paman masih menyimpan dendam.
" Hmm paman, apakah Zaki bisa membicarakan sesuatu kepada paman " ucap Zaki lalu menatap penuh harap.
" Hmm baiklah " ucap paman.
" B...bisakah kita melupakan dendam itu paman, akh... Maksudku hmm a...aku a...aku sudah... Hmm " ucap Zaki dengan ragu.
" Mencintai istrimu " sambung paman dengan suara yang datar.
Zaki tertegun mendengar jawaban dari paman. Ia sedikit tak enak hati kini dengan pamannya.
" Paman, m...maksudku... I....itu ..." Ucap Zaki yang lagi lagi ragu.
" Aku mengerti nak, kau pantas untuk mencintainya... Lagipula dia itu istrimu bukan " ucap paman yang masih dalam mode datar.
Zaki hanya mengangguk seperti anak kecil.
" Hmm bagaimana jika kita berkunjung kemasa lalu " ucap paman dengan nada suara yang gembira.
Zaki yang menyadari perubahan dari nada suara paman lalu segera mendongkak.
" Apa maksudmu paman, jangan lakukan itu... Sudah lah aku akan melupakan semuanya... Biarkan aku memulai semuanya dengan istr- akh..." Teriak Zaki saat merasakan sesuatu tengah menusuknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SYIFA (Lagi Revisi Nih!)
Romance⚠ Cerita mengandung adegan kekerasan. Syifa alfurqan POV Kata umi, dia menikah dengan abi sewaktu umur 22 tahun, umi bilang awal masa pernikahannya tidaklah baik, tapi umi ku adalah wanita yg tegar, ia selalu menerima segala perlakuan Abi, hingga a...
