Kalung
Itulah yang ada dipikiran Syifa.
Kenapa dengan kalung ini, apakah benar wanita itu adiknya bang Zaki, bahkan Syifa tak bisa tenang dibuatnya, ditambah lagi keberadaannya yang tiba tiba menghilang.
Tanpa mau pusing lagi, Syifa segera turun kebawah untuk membantu persiapan dirumahnya, karna pernikahan tinggal besok pagi, dan Syifa harus bisa tenang tanpa memikirkan masalah.
Syifa menuruni tangga dengan perlahan, kakinya sedikit sakit, mungkin karna terjatuh tadi siang.
" Syifa " panggil umi yang sedang duduk di sofa, dan jika dilihat ia tengah merangkul seorang gadis.
" Ada apa umi" ucap Syifa lalu berjalan menuju uminya.
"Bawa Rasya kekamar kamu, sepertinya dia kelelahan" ucap Zahra.
" R...Rasya" heran Syifa lalu ia memegang bahu Rasya.
Layla yg mendengar nama Rasya langsung menoleh kearah tempat Syifa.
" Mana Rasya" tanya Layla.
" Udah, sana bawa Rasya nya istirahat dulu" ucap umi.
Syifa dan Layla mengangguk mengerti lalu membawa Rasya menuju keatas.
Cklek...
Grap...
Syifa dan Layla langsung memeluk erat tubuh Rasya yang kini tengah bergetar hebat.
" Ayo buka dulu cadar kamu" ucap Layla lalu membuka cadar Rasya.
" Kamu udah siap ceritain nya sama kami" ucap Syifa lalu mendudukkan nya ke kasur
" A...aku... Aaa... Aku di... Aku... Huaaa" tangis nya lepas lagi.
" Kamu kenapa Rasya... Cerita aja sama kami, kamu gak boleh menyimpan masalah sendiri, ingat cawan air yang kita ciptakan" ucap Syifa lalu mengelus kepala Rasya.
" Aku ham...ham..hampir... Di...di.nodai... fa... " Ungkap Rasya lalu kembali menangisi nasibnya.
" Astaghfirullah aladzim, siapa yang melakukannya, hiks... Katakan sya" ucap Layla lalu ikut menangis pula.
" Aaa... Aku jorok... J..jangan.. sentuh aku... Aku udah kotor..." Tangis Rasya, lalu ia berusaha untuk keluar dari kamar.
Ceklek.
Grap...
Layla menangkap kembali tubuh Rasya.
" Jangan sya, kamu masih lemah... Kumohon tenangkan dirimu" Layla berusaha menguatkan Rasya.
" Aaaa... Lepaskan aku, aku jorok" ucapnya meronta.
Jordi yang mendengar teriakan Rasya pun langsung mengerti, karna ketika membawa Rasya kerumah ini ia sempat teriak dan meronta pula.
" Khmm bisakah kalian semua pulang dulu, ada urusan keluarga yang mau saya selesaikan, mohon pengertiannya, dan jangan lupa besok pagi ya" ucap Jordi yang tersenyum hangat dengan keluarganya.
" Baiklah, ayo kita pulang dulu semuanya, assalamualaikum" ucap Guntur sebagai perwakilan.
" Waalaikumsalam, terimakasih bantuannya " ucap Jordi.
Ceklek..
Seluruhnya sudah pulang, kini tinggallah orang rumah yang ada.
" Ku...kumohon, lepaskan aku aku kotor." Ucap Rasya sambil memberontak.
Brak...
Zidan masuk kedalam kamar syifa, lalu ia segera mengambil tubuh Rasya dari badannya Layla. Ia memeluk Rasya dengan erat. Ia sudah tak peduli lagi dengan batasan pria dan wanita.
KAMU SEDANG MEMBACA
SYIFA (Lagi Revisi Nih!)
Romance⚠ Cerita mengandung adegan kekerasan. Syifa alfurqan POV Kata umi, dia menikah dengan abi sewaktu umur 22 tahun, umi bilang awal masa pernikahannya tidaklah baik, tapi umi ku adalah wanita yg tegar, ia selalu menerima segala perlakuan Abi, hingga a...
