14 - dia zakia

9K 568 3
                                        

" Apa yang kalian lakukan di depan ruangan itu" teriak paman.

" Paman" ucap Zaki dan Syifa yang terkejut akibat teriak paman.

" Kenapa kalian disana" ucap paman yang berusaha kembali tenang.

" Maaf paman, tadi saya tersesat " ucap Syifa dengan menunduk ketakutan.

" Kau Zaki" ucap paman dengan sorot mata yang tajam.

" Zaki Hanya sedang mencari keberadaan Syifa paman, t...tapi ada apa paman" heran Zaki.

Paman yang sekarang ini tengah dikerumuni emosi hampir saja membongkar seluruh rahasianya. Dan untuk mencegah hal itu ia pun seketika berubah menjadi tenang.

" Maafkan paman, tadi paman hanya khawatir, kalian tidak ada diruang tamu, dan juga tadi bodyguard bilang ada penyusup yang akan datang dirumah ini. Jadi paman khawatir akan terjadi apa apa kepada kalian" ucap paman yang berubah 180 °

" Hmm, tadi saya hanya ingin mencari kamar mandi paman, maafkan saya " ucap Syifa yang mulai agak tenang.

" Tak apa, paman juga minta maaf, paman hanya khawatir akan terjadi apa apa kepada kalian." Ucap paman.

" Hmm tak apa paman, baiklah kurasa ini hampir sore, sebaiknya kamu pulang dulu paman" ucap Zaki.

" Hmm baiklah, kalian hati hati ya, dan maafkan sikap paman tadi" ucap paman.

" Hmm tidak apa paman, kamu pergi dulu assalamualaikum" ucap Zaki.

" waalaikumsalam" ucap paman.

Lalu sepeninggal Zaki dan Syifa, paman pun segera pergi menuju keruangan tempat Syifa menguping tadi.

Ceklek...

" Lepaskan aku baji*ngan " teriak wanita itu tepat saat paman masuk kedalam ruangan.

" H...hehehe kau tadi hampir membuatku ketahuan jalang" ucap paman yang menatap wanita itu dari dekat.

" Kau... Teganya kau, lepaskan aku" teriaknya.

" Diamlah! Karna kau aku hampir ketahuan jalang" ucap paman dengan emosi lalu ia menjambak rambut wanita itu.

" Akkhhh... Lepaskan, sakit... Arrgghh" teriak nya sambil menahan sakit.

" Dasar kau iblis... Cuyihh..." Ucapnya sambil meludahi paman.

" Jalang" ucap paman lalu ia pergi kearah rak rak yang berada diruang itu.

" Sudah lama aku tak menyiksa mu bukan, baiklah mari kita bermain" ucap paman sambil memegang cambukan yang terbuat dari besi.

" J...jangan cambukan lagi " lirih nya sambil meneteskan air mata.

Kakak selamatkan aku.

🐝🐝🐝

" Abang yakin tidak mau masuk dulu" ucap Syifa yang saat ini sudah sampai di rumah.

" Hmm Abang sebaiknya pulang dulu, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, apalagi pernikahan kita tinggal beberapa hari lagi bukan" ucap Zaki yang diakhir katanya menagndung godaan untuk Syifa.

" E..eh.., yasudah hati hati ya bang" ucap Syifa dengan malu.

" Hmm, titipkan salam buat seluruh keluarga kamu yaa" ucap Zaki.

" Hmm pasti akan Syifa sampaikan bang" ucap Syifa.

" Masuk gih, assalamualaikum" ucap Zaki.

" Waalaikumsalam" ucap Syifa dengan hati yang berbunga bunga.

SYIFA (Lagi Revisi Nih!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang