Jangan lupa klik bintang nya 😘
*
*
*
*
***A***
"Kita bertemu lagi, Delora" ujar pria itu dengan senyum manisnya.
Sangat manis, hingga senyumannya menambah tingkat ketampanan pria itu.
Cukup lama keduanya bertatapan hingga Tiffany lah yang pertamakali mengarahkan pandangannya kearah lain, kekanan dan kekiri.
Niatnya adalah mencari jika saja ada orang lain di sekitar mereka. Namun nihil. Hanya ada dirinya dan pria itu.
Lalu seketika dirinya ingat jika dibelakangnya saat ini adalah pintu kamar pasien.
"Sepertinya aku menghalangi jalanmu." setelah mengatakan itu Tiffany kembali melanjutkan langkahnya menuju kekamar Ryan.
Namun lagi lagi niatnya harus tertunda karena seseorang memegang tangannya. Membuat Tiffany mau tak mau menoleh kearah pria yang saat ini menatapnya dengan tatapan penuh selidik.
"Kau tidak mengingatku?"
"Maaf?"
"Oh, mungkin kau lupa karena kita hanya pernah bertemu beberapa kali dan itu sudah cukup lama" simpul pria itu.
"Maaf tapi, apa kita saling mengenal sebelumnya?"
"Y..ya, bisa dikatakan seperti itu. Aku pernah membuatmu marah. Jadi ku anggap kita saling mengenal sejak itu."
"kurasa kau salah orang" dengan pelan Tiffany melepaskan genggaman pria itu dari tangannya.
Kali ini Tiffany berjalan dengan cepat agar pria tak dikenal itu tidak lagi menarik tangannya seperti tadi.
Dan berhasil.
Pria itu tidak menarik tangannya, tetapi dengan cepat mengejarnya, berdiri didepan Tiffany dan menghalangi jalannya.
Jujur saja, dirinya merasa heran dengan kegigihan pria itu. Untung saja moodnya sedang baik sehingga dirinya masih mau meladeni pria yang sangat sok kenal menurutnya.
"Kau sungguh lupa siapa aku?" tanya pria itu dengan nada heran yang tidak dibuat buat. "semua wanita yang pernah kutemui hanya semalam saja bahkan selalu berusaha mencari cara untuk kembali bertemu dengan ku. Tapi kau?"
Pria itu memberi jeda sesaat sebelum kembali melanjutkan ucapannya. Namun kali ini ia juga mengulurkan tangannya kearah Tiffany.
"Aku Jean. Pria yang pernah mengotori rok mu dan memanggil mu 'cantik' tujuh tahun lalu."
Tiffany mendengar dengan seksama penjelasan pria itu. Sekarang ia mengerti.
"Kau sepertinya mengingat setiap tindakan tidak sopanmu sedangkan aku tidak mengingatnya satupun. Aku minta maaf soal itu"
Berikutnya Tiffany memutuskan untuk membalas uluran tangan pria itu. "Aku tak mengerti kenapa kau memanggilku Delora sebelumnya. Tapi namaku Tiffany. Tiffany Waster."
"Tiffany?" tanya Jean memastikan yang dibalas anggukan oleh Tiffany.
Jean menatap lekat Tiffany dan melangkah lebih maju untuk memperkecil jarak antara dirnya dan Tiffany.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Tiffany. Ia terkejut ketika kedua tangan pria itu dengan tanpa aba aba memegang sisi kanan dan kiri wajahnya.
"Matamu tidak besar tapi tidak sipit juga. Bentuk hidung, dahi, tinggi badan dan wajah khas asia serta suaramu masih sama. Meskipun sekarang bibirmu lebih merah dan kau menjadi lebih ramah, aku tetap yakin kau Delora."
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGUSTIAS [END]
General FictionKehidupan Delora Angustias Wyanet yang menyedihkan membuat dirinya berusaha untuk hidup lebih baik sebagai sosok yang baru. Sayangnya, masa lalu sang ibu seolah terus menjadi sumber utama dalam setiap kesedihan yang ia alami. Bahkan, dalam perjalana...
![ANGUSTIAS [END]](https://img.wattpad.com/cover/159229034-64-k595402.jpg)