Chapter 18. Intention

100 9 4
                                        

***A***

At Waster's House

Tiffany sedang memasukkan beberapa pakaian kedalam koper ketika perhatiannya teralih kesebuah cincin yang melingkar dijari manisnya.

Entah mengapa dirinya memilih keputusan ini, ia sendiri pun tak tau. Hanya saja ketika sang ibu memohon kepadanya, memintanya tinggal ditempat sang ibu, dirinya mendadak tak bisa menemukan jawaban apapun untuk menolak permintaan itu.

Dan cincin yang melingkar dijarinya saat ini disebabkan karena hal yang sama.

Tuk

Tuk

"Masuk." ucap Tiffany lalu kembali pada kegiatannya yang sempat tertunda.

Merasa telah dipersilahkan, Ferguso segera masuk kedalam kamar sang tuan putri.

"Ada apa?" tanya Tiffany yang tetap sibuk dengan kegiatannya.

"Maaf jika saya lancang bertanya seperti ini, tapi apakah nona sudah memikirkan hal ini dengan matang?"

"Hal apa yang kau maksud, Ferguso? Tinggal dirumah ibuku atau soal pertunangan ku?"

"Keduanya, nona"

"Tentu saja. Itu sudah menjadi keputusanku."

Ferguso terdiam cukup lama,"Tuan Ryan.."

Nama itu, sudah lama dirinya tidak mendengar nama itu. Dan ketika mendengarnya, seketika membuat tangannya terasa kaku untuk tetap melanjutkan apa yang ia lakukan saat ini.

"Urusan pekerjaan tuan Ryan akan selesai tidak lama lagi. Dan tuan meminta saya memberitahu kepada anda untuk-"

"Kapan pastinya?" tanya Tiffany tiba tiba. Menghentikan ucapan Ferguso. "Kapan dia akan kembali?"

Ferguso tampak berfikir sesaat sebelum menjawab pertanyaan itu. "Hal itu belum ditentukan dengan pasti, tetapi tuan menginginkan anda untuk menunggunya"

Menunggunya? Siapa dia dan siapa aku harus menunggunya, eh? Benak Tiffany merasa lucu.

"Ya, bagaimanapun aku cukup dekat dengannya selama beberapa tahun terakhir, jadi aku akan menunggunya kembali. Disaat itu, aku mungkin sedang mempersiapkan pernikahanku, dan diapun sudah berjanji akan meluangkan waktunya untuk hadir." ujar Tiffany dengan nada santai.

Finish! Semua pakaiannya telah masuk kedalam koper, dan beberapa lagi memang sudah berada didalam koper lainnya karena setelah liburan, ia belum sama sekali mengeluarkan pakaian berliburnya dari koper yang ia bawa.

"Aku sudah membuat Tunanganku menunggu sejak tadi."

Ferguso mengangguk mengerti. "Saya akan memerintahkan pelayan untuk membawa koper milik anda" ucapnya yang kemudian berbalik untuk menemui pelayan.

"Ferguso," panggil Tiffany tiba tiba, membuat empunya nama sedikit terkejut dan menghentikan langkahnya.

"Ya, nona?"

"Terimakasih karena sudah menghabiskan sisa hidupmu merawat dan menjaga rumah ini. Dan sekali lagi, kau harus kembali melakukan hal yang sama ketika pada akhirnya akupun memutuskan untuk tinggal bersama ibuku."

Ferguso tersenyum mendengar ucapan Tiffany. "Itu sudah menjadi tugas saya, nona."

***A***


Dengan langkah yang sangat anggun wanita itu berjalan menuju ke tempat dimana seorang pria telah menunggunya sejak tadi.

ANGUSTIAS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang