Looking at you
Since when did I start feeling this was fate
Like a star shining in the night sky
Be by my side for a long time
Whenever I think of a poem called you
I want to memorize it, so I can remember you
When a sad night comes, I’ll protect you
Can you hear my voice?
Don’t forget
Taeyeon - A Poem Called You.
***A***
At Waster's House.
Beberapa pelayan baru saja selesai membersihkan rumah yang telah lama ditinggalkan oleh tuan mereka ketika sang tuan putri datang dengan tiba-tiba.
Sontak hal itu membuat setiap pelayan saling terheran dengan kedatangan yang mendadak itu. Bagaimana tidak, mereka sama sekali tidak melakukan persiapan penyambutan apapun.
Bahkan beberapa dari mereka merasa takut akan mendapatkan amukan.
Namun anggapan mereka seketika sirna tatkala sang tuan putri tak mengatakan apapun dan langsung menuju ke lantai atas, tempat dimana kamarnya berada.
Ditambah lagi dengan apa yang mereka lihat barusan, sang tuan putri berjalan terburu-buru dengan mata yang sembab.
"Apa tuan putri baik-baik saja?" tanya seorang wanita yang mengenakan seragam pelayan.
"Entahlah, jangan mengurusi sesuatu yang bukan urusanmu kalau tak ingin dipecat." jawab salah seorang pria yang juga mengenakan pakaian khas pelayan.
***A***
At Westly's Mansion
Pagi itu ketiganya melakukan sarapan seperti biasa.
Namun ada hal yang tak biasa. Satu kursi yang biasa diduduki oleh Tiffany, pagi itu dibiarkan kosong.
Hal berbeda lainnya yang sangat mencolok adalah baik Diva, maupun Jean yang biasanya bercengkrama justru tak mengeluarkan sepatah katapun.
Hal itu disadari oleh Jeanna. Membuatnya tak tahan untuk tidak menanyakan perihal keanehan yang terjadi pagi itu.
"Kenapa aku tidak melihat Delora?"
"Tiffany. Namanya Tiffany." jawab Diva pelan.
Jeanna memutat bola matanya keatas. "Biar saja. Toh dia juga tidak ada disini. Dimana dia?"
2 detik
30 detik
1 menit
Tak ada jawaban baik dari Diva maupun Jean.
Karena itu Jeanna menjadi yakin jika keanehan pagi ini tentu ada hubungannya dengan ketidakberadaan Tiffany.
Detik berikutnya Jean yang baru saja selesai makan memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan apapun.
Begitu juga dengan Diva yang meninggalkan meja makan disaat masih tersisa makanan di piringnya.
Pagi itu tak ada percakapan, tak ada ucapan pamit, tak ada kalimat sinis dari Jeanna untuk Tiffany, dan tak ada senyuman sama sekali yang menghiasi wajah Diva.
Pagi itu, adalah pagi tercanggung yang pernah Jeanna rasakan.
***A***
At Waster's House
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGUSTIAS [END]
General FictionKehidupan Delora Angustias Wyanet yang menyedihkan membuat dirinya berusaha untuk hidup lebih baik sebagai sosok yang baru. Sayangnya, masa lalu sang ibu seolah terus menjadi sumber utama dalam setiap kesedihan yang ia alami. Bahkan, dalam perjalana...
![ANGUSTIAS [END]](https://img.wattpad.com/cover/159229034-64-k595402.jpg)