Malam sudah larut dan jam kunjungan pasien akan berakhir tak lama lagi. Oleh karena itu Diva pun mulai membersihkan diri sebelum beristrahat dibantu dengan salah seorang perawat.
"Pulanglah nak, ada Jeanna yang menjaga ibu disini"
"Tidakkah lebih baik jika aku menggantikan Jeanna malam ini? Jeanna sudah menjaga ibu hampir se-"
"Jangan bertingkah seolah kau mengkhawatirkanku." celetuk Jeanna.
Tak ingin memperpanjang masalah, Tiffany pun mengikuti perintah Diva. Tiffany hampir melewati pintu sebelum Diva kembali memanggilnya.
"Jangan pulang sendiri, tunggu sampai Jean datang dan mengantarmu, nak"
Lagi-lagi seperti apa yang dikatakan oleh ibunya, Tiffany mengurungkan niatnya dan menunggu Jean datang.
***A***
Tiffany dan Jean baru saja pulang. Sedangkan Jeanna sudah terlelap sejak beberapa saat lalu.
Kini hanya Diva seorang satu satunya yang masih terjaga di kamar itu.
Karena suasana yang tenang dan sepi, tanpa sadar membuat Diva kembali memikirkan kejadian beberapa hari sebelum ia memutuskan hal yang akhirnya membuatnya harus kembali berada di Rumah Sakit.
(flashback)
Sudah dua hari sejak Tiffany pergi dan selama itu pula Diva berdiam diri dan tak melakukan apapun. Hal itu menarik perhatian Jean hingga berinisiatif menemui sang ibu yang telah berada di dalam kamar sejak beberapa jam lamanya.
"Mom"
Tak ada jawaban dari Diva.
Jean pun mendekat dan berdiri tepat dihadapan Diva.
"Mom, mom baik-baik saja?" tanya Jean khawatir.
"Apa Delora membatalkan pernikahan kalian?" Tanya Diva tiba-tiba.
Seperti mendapatkan pertanyaan yang tak ingin ia dengar, Jean membuang pandangannya kearah lain.
"Jika memang seperti itu, maka tak usah ada pernikahan, Jean. Ibu sadar telah egois. Karena itu, tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak kalian inginkan lagi, nak"
Diva tak sadar jika nafas Jean memburu seiring dengan selesainya Diva menguncapkan deretan kalimat itu.
"Siapa bilang aku tidak menginginkannya, mom? Meskipun Tiffany pergi, pernikahan itu akan tetap dilaksanakan!"
"Jean.."
"Membatalkan pernikahan? Mom menyuruhku membatalkannya?" tanya Jean tidak percaya.
Jean tertawa pelan, namun Diva tahu jika tawa Jean itu memiliki makna yang lain.
"Bagaimana jika aku melepaskan Delora, dan putri mom itu memilih bersama seseorang yang bernama Ryan?" tanya Jean benada sinis.
"Ry..Ryan?"
"Ya, Ryan. Pria bermarga Reszrey yang berambisi mendapatkan Delora."
Ucapan Jean sukses membuat Diva kehabisan kata-kata.
"Lalu mom menyuruhku melepaskan Delora? Itu adalah hal yang tidak akan pernah kulakukan mom!" teriak Jean.
"Jean!"
(Flashback off)
Reszrey.
Diva tentu tahu siapa saja pemilik marga itu.
Air matanya keluar tanpa mampu ia tahan. Betapa rasa bersalah kembali memenuhi dirinya.
Ia sadar telah membuat kehidupan sang putri menjadi begitu rumit setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jean saat itu.
***Tbc***
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGUSTIAS [END]
General FictionKehidupan Delora Angustias Wyanet yang menyedihkan membuat dirinya berusaha untuk hidup lebih baik sebagai sosok yang baru. Sayangnya, masa lalu sang ibu seolah terus menjadi sumber utama dalam setiap kesedihan yang ia alami. Bahkan, dalam perjalana...
![ANGUSTIAS [END]](https://img.wattpad.com/cover/159229034-64-k595402.jpg)