Chapter 41. He's Here

71 10 1
                                        


BRAK

Pintu yang dibuka secara kasar oleh Ryan tak membuat John yang berada didalam ruangan itu merasa terkejut.

Justru, dirinya seperti telah mengetahui sebelumnya jika sang putra akan datang menemuinya.

"Siapa Jean?"

Seolah tak mendengar apapun, John tetap fokus dengan setiap berkas yang sedang ia periksa.

"Pria bernama Jean Westly itu, apa benar dia putramu?"

"Jawab aku ayah!!"

John membanting berkas ditangannya dengan sedikit keras. Namun berbeda dengan yang ia lakukan itu, wajahnya justru tetap menunjukan ekspresi biasa saja.

"Jean Westly? Sekali-kali panggil dia Jean Reszrey. Sebagai adikmu dia memiliki hak untuk itu."

"Jadi benar. Kau lebih brengsek dari yang kubayangkan." ujar Ryan dengan nada sinis.

John tertawa pelan. Seolah yang didengarnya barusan hanyalah sebuah lelucon. "Karena itu berhentilah mengejar sesuatu yang tidak bisa kau miliki, dan jangan menjadi brengsek sepertiku." nasehat John.

"Setidaknya aku tidak akan berselingkuh hingga memiliki anak dari hasil perselingkuhan itu." sindir Ryan.

John terdiam.

Seketika raut wajahnya berubah menjadi serius.

"Dan setidaknya semua wanita yang ku kencani memang layak untukku."

Tangan Ryan mengepal setelah apa yang didengarnya itu. Ryan tentu tahu maksud dari ucapan ayahnya. Ucapan yang bermaksud menyindir. Namun tak akan memberikan pengaruh apapun baginya.

"Tak peduli fakta bahwa dia layak atau tidak, aku mencintainya. Selamanya akan seperti itu." ucap Ryan lalu memutuskan pergi dari ruangan itu.

"Ryan!!"

Ryan menghentikan langkahnya. Bukan karena mendengar teriakan sang ayah, tetapi karena dirinya hampir saja terlupa akan sesuatu yang ingin ia sampaikan.

"Ah, satu lagi. Berhentilah bekerjasama dengan putramu, karena itu tak ada gunanya lagi bagiku."


***A***

Setelah beberapa minggu lamanya, semalam Dokter telah mengizinkan Diva untuk dirawat secara pribadi di kediamannya.

Hal itu sontak memberikan kebahagiaan tersendiri bagi Diva yang memang sudah tidak sabar untuk meninggalkan rumah sakit yang membuatnya bosan setengah mati.

Terlebih, karena ia tahu jika keluarnya ia dari rumah sakit adalah pertanda semakin dekatnya hari pernikahan Jean dan Tiffany.

"Kapan kau akan melakukan fitting baju pengantin, nak?" Tanya Diva yang senyum yang tak berhenti menghiasi wajahnya sejak tadi.

Namun ketika kursi roda yang membantunya sampai ke mobil mendadak berhenti, sontak membuat raut kebahagiaannya tergantikan dengan eskpresi bertanya-tanya.

"Nak?" tegur Diva. Membuat Tiffany tersadar dan kembali mendorong kursi roda sang ibu.

"Besok, bu."

Ya, besok Tiffany akan melakukan fitting baju pengantin sebagai bagian dari rangkaian pernikahannya.

Tiffany menghembuskan nafasnya pelan.

'Tidak lama lagi'. Lirihnya dalam hati.

***A**

At Wasters' House

Para pelayan segera membungkuk hormat kepada sang tuan putri yang baru saja datang dan berjalan dihadapan mereka.

Meski awalnya Tiffany merasa canggung dengan kebiasaan para pelayan itu, namun kini dirinya menjadi lebih terbiasa dan berusaha untuk mengabaikannya.

Tujuannya saat ini adalah segera masuk kedalam kamarnya untuk mengistrahatkan diri setelah aktivitasnya yang melelahkan.

Namun rasa haus membuat Tiffany mengurungkan niatnya untuk sementara.

Tiffany berjalan menuju dapur yang letaknya tak jauh dari tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua.

Saat mendapatkan apa yang ia cari, Tiffany segera mengambil satu botol minuman dan menuangkannya digelas.

Satu hal yang ia suka dari dapur itu, adalah dirinya bisa melihat pemandangan di halaman belakangnya dari balik jendela dengan kaca tembus pandang. Dan saat ini pun, Tiffany menyempatkan diri untuk berdiri tepat didepan jendela itu untuk melihat suasana taman belakang rumahnya disaat malam hari.

Begitu Indah.

Namun entah itu suatu keberuntungan atau tidak, karena kini dirinya justru melihat seseorang yang akhirnya menginjakkan kakinya kembali dirumah ini setelah sekian lama.

Disana, Ryan sedang melakukan olahraga malam tanpa tahu jika Tiffany melihatnya dari balik jendela tanpa mampu menutupi keterkejutannya.


***Tbc***

ANGUSTIAS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang