Rasa kecewa, emosi, kehampaan, dan perasaan ditinggalkan ini begitu sama.
Seperti Deja vu.
Deja Vu yang nyata.
-SXW-
***A***
At Waster's House
San Fransisco, California.
BRAK
Laptop yang baru saja menjadi sasaran kemarahan pria itu, kini hancur hingga tak berbentuk.
Bukan itu saja, bahkan beberapa barang diatas meja itu pun tak luput dari pelampiasan amarahnya.
Ryan menatap nyalang laptop yang tergeletak dilantai ruang kerjanya itu.
Beberapa saat lalu, dirinya sangat bingung dengan banyaknya email yang dikirim padanya. Dan betapa terkejutnya ia ketika melihat seluruh isi email yang berisi file dan ancaman.
"Kau melakukan kesalahan dengan mencoba mengusik seorang Reszrey" desisnya.
"Ferguso!!!"
Ferguso datang tak lama setelah Ryan memanggilnya, dan ketika melihat ruangan kerja yang kini menjadi sangat berantakan dengan buku buku serta barang lainnya yang berserakan dimana mana membuatnya sangat terkejut. Entah apalagi yang terjadi pada tuannya kali ini.
"Cari siapa yang telah berani mengirimkan file dan email berisi ancaman padaku. Secepatnya, kau mengerti!?"
"Ya, Tuan" Ucap Ferguso lalu dengan segera melaksanakan perintah dari tuannya. Itulah tugasnya yang sebenarnya. Menjadi ahli IT kepercayaan keluarga Reszrey. Dan pakaian pelayan yang ia kenakan hanyalah kamuflase belaka.
***A***
Kini Ferguso telah berada didalam sebuah ruangan yang dipenuhi oleh komputer dan mesin mesin canggih berteknologi tinggi. Ia sudah biasa melakukan ini, sehingga cukup mudah baginya.
Terlebih dahulu pria itu membuka topeng pria paruh baya diwajahnya. Sangat mengganggu, pikirnya.
Matanya fokus, jemarinya dengan cepat menekan tiap tombol di komputer itu.
'Sial!' umpatnya.
Ini adalah pertamakali baginya merasa kesulitan hanya untuk mencari identitas seorang pengirim email. Bahkan sebelumnya ia telah memblokir semua informasi tentang pembunuhan petinggi China yang tak lain adalah ayah Tiffany, dan itu dapat ia lakukan hanya dalam hitungan detik saja. Tetapi kali ini?
Harus ia akui, ini adalah rekor terlama dalam melakukan pekerjaannya.
Beberapa jam kemudian barulah Ferguso dapat bernafas dengan lega. Bagaimana tidak, dirinya baru bisa memastikan keselamatannya hanya jika data yang ia cari berhasil ia temukan.
Dan kali ini, ia telah berhasil mendapatkannya.
Namun ketika melihat secara detil informasi yang ia dapatkan, sesuatu begitu menarik dimatanya.
Menarik, dan sekaligus akan menguras tenaganya.
"Tugas kali ini tidak mudah" keluhnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGUSTIAS [END]
Ficción GeneralKehidupan Delora Angustias Wyanet yang menyedihkan membuat dirinya berusaha untuk hidup lebih baik sebagai sosok yang baru. Sayangnya, masa lalu sang ibu seolah terus menjadi sumber utama dalam setiap kesedihan yang ia alami. Bahkan, dalam perjalana...
![ANGUSTIAS [END]](https://img.wattpad.com/cover/159229034-64-k595402.jpg)