Chapter 50. From DAW to TW

232 9 5
                                        


Setiap suatu kisah dimulai, tak ada yang bisa menebak apa akhirnya.

Tak ada yang tahu akan seperti apa akhir kisah setiap orang dan tak akan ada pula yang mengetahui jika kisah bahagia Tiffany Waster
akan menjadi akhir dari kisah menyedihkan seorang Delora Angustias Wyanet.

***A***


Tiffany hanya berdiri menyandarkan tubuhnya disamping meja dapur dengan kedua matanya masih mengawasi sosok Jean yang saat ini tengah bermain dengan anaknya.

Eh, anak mereka. Bagaimanapun, itulah faktanya.

Karena Ten laki-laki, mungkin itu yang menyebabkan Ten lebih banyak tertawa saat bermain dengan Jean dibanding dengan dirinya.

Bibi Rose yang baru saja mengantarkan minum untuk Jean, berjalan mendekat diposisi Tiffany berdiri saat ini.

"Apa bibi tidak bertanya, siapa pria itu?"

Bibi Rose tersenyum, seperti biasa. "Tanpa bertanyapun saya sudah tahu. Terlihat jelas dari kemiripan Ten dan pria itu. Bibi hanya ingin tahu, siapa namanya?"

"Jean Westly."

Bibi Rose nampak sedikit terkejut dengan jawaban wanita yang masih ia panggil dengan sebutan 'nona Delora' itu.

"Bukankah Westly adalah marga dari ayah tiri nona? Eh, Maaf jika saya telalu banyak bertanya, tidak perlu menjawab jika nona-"

"Memang benar, bi. Tidak apa, memang wajar bibi bertanya seperti itu. Tetapi mengapa hubunganku dan Jean bisa sejauh ini, aku akan menjelaskannya nanti." jelas Tiffany.

"Ceritanya cukup rumit, bi" lanjutnya.

Bibi Rose mengangguk mengerti. "Kisah cinta rumit itu wajar saja. Menemukan jodoh memang harus melalui proses yang rumit, nona"

"Belum tentu juga aku dan Jean berjodoh, bi." sangkal Tiffany.

Namun bibi Rose seolah telah meyakini apa yang ia katakan. "Sudah jelas nona dan ayah Ten itu berjodoh, bahkan wajah nona dan ayah Ten pun mirip." yakinnya.

"Wajah yang mirip pertanda jodoh, nona."

Benarkah seperti itu?

***A***

Hari sudah larut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hari sudah larut. Bibi Rose pun baru saja pulang setelah memasak banyak makanan. Kini tinggal menyajikan makanan itu saja di atas meja lalu memanggil sosok pria yang tak diundang itu untuk datang menyantap makan malam.

Satu demi satu, Tiffany mengangkat mangkuk maupun piring yang telah ia isi beragam jenis makanan. Betapa menggodanya aroma makanan itu hingga membuatnya tak sabar mencicipinya.

ANGUSTIAS [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang