6

39.8K 4.4K 38
                                        


Aku menghela nafas gusar ketika mulai berjalan ke tengah tengah ruang dansa, untuk sekalinyapun aku tidak pernah menari ataupun berjoged ria dan kini aku harus menari untuk raja menyebalkan demi nyawa seseorang!

Beberapa pelayan menghampiriku, mereka kemudian melepas bagian bawah gaunku yang aku tidak akan mengira dapat menjadi sebuah dress pendek bertabur permata serta lenganku yang kini sudah terbebas dan menampilkan kulit putihku. Ini adalah pakaian terpendek yang pernah kukenakan selama hidup.

Jadi semua gaun yang kukenakan memiliki dua fungsi ya.

"Untuk anda, yang mulia." Ucapku terkesan dingin.

Para bangsawanpun mengelilingiku dan hanya menyisakan lingkaran di tengah. Aku merasa seperti anak bebek yang kehilangan induknya di tengah jalan. Lagipula mungkin pergerakanku terkesan aneh jika dilihat lihat.

Musikpun dimulai, aku dapat melihat Agi yang kini tengah menatapku khawatir begitu juga dengan Zeth yang berulang kali menggelengkan kepalanya memintaku agar menghentikan semua ini.

Sudah terlambat untuk kembali sayangnya.

Aku mengangkat selendangku tinggi dan menutup mata, serta tak henti hentinya berdoa dalam hati agar aku tetap hidup.

Tapi aku merasa aneh ketika tubuhku tiba tiba saja bergerak dengan sendirinya mengikuti alunan musik. Kini aku merasa takut ketika entah sejak kapan tubuhku menjadi gemulai dan sangat lincah, bahkan tatapankupun tak dapat terlepas dari iris violet yang tajam itu.

Aku menari layaknya merak yang bebas, aku tidak dapat menjelaskan perasaan ini rasa seperti kau dikurung dalam kandang yang kemudian menuntut kebebasan. Rasa senang sekaligus takut bersamaan, aku sangat menyukainya.

Rambut panjangkupun ikut bergerak kesana kemari menimbulkan suara gemerincing akibat aksesorisku, aku tidak tau apa yang Anne lakukan dengan rambutku tetapi mahkota yang kukenakan sama sekali tidak miring ataupun terlepas.

Darisini aku dapat melihat tatapan memuja yang orang orang lemparkan padaku, jauh berbeda ketika aku baru saja memasuki aula dansa bersama Anne. Namun sepertinya tidak semua orang tersihir dengan tarianku, karena sang Kaisarsama sekali tidak memberikan ekspresi apapun selain wajah datarnya.

 Namun sepertinya tidak semua orang tersihir dengan tarianku, karena sang Kaisarsama sekali tidak memberikan ekspresi apapun selain wajah datarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lompatan akhir sebelum musik berhenti begitu pula dengan tubuhku yang langsung ikut berhenti.

Clap! Clap! Clap!

Aku menunduk sekali lagi memberi penghormatan sebelum pada akhirnya berdiri dengan tegak. Tepuk tangan membanjiri pendengaranku sekarang, begitu pula sang raja yang kini tengah berdiri sambil menatapku.

Mungkin aku berharap terlalu tinggi jika dia akan tersenyum dan memuji betapa indah tarianku, nyatanya yang dilakukan pria itu hanyalah mentapku dalam diam sebelum pada akhirnya ia berbalik badan dan pergi bersama Agi untuk meninggalkan aula.

The Empress Choice'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang