7

38.6K 4.3K 40
                                        


"GAH."

Aku terbangun dan berusaha mengambil nafas sedalam mungkin. Rasa sesak di sekitar leherkupun berangsur angsur menghilang. Begitupula dengan pengelihatanku yang semakin jelas.

"Putri! Anda sudah sadar." Seru seorang wanita yang suaranya sangat amat kukenali, dan benar saja Anne telah berada di sisiku.Aku berdehem berusaha mengualarkan suara dari tenggorokanku yang terasa sakit dan kering. Seperti memahamiku, Anne segera memberikan segelas air mineral yang kemudian segera kutenggak habis tak bersisa.

Aku menatapnya lekat sebelum menghambur ke dalam pelukanya. Akhirnya aku kembali!

"Anne!" Dia kemudian membalas dekapanku, bahkan aku tidak sadar jika telah meneteskan air mata. Ugh memalukan!, "Anne, maafkan aku."

Anne membelai rambutku lembut, "Saya tidak apa putri, selama anda baik baik saja."

"Apa sang raja-?" Anne menggelengkan kepalanya, kini aku dapat bernafas dengan legah. Aku tidak ingin kehilangan satu satunya orang kepercayaan di negri ntah berantah ini.

"Terimakasih putri, ini semua berkat anda." Ia kemudian melanjutkan, "Anda rela menari di hadapan yang mulia raja demi nyawa saya, sungguh putri saya tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu."

"Anne dengar itu bukanlah apa apa bagiku." Lagipula apa masalahnya dengan menari?

Namun Anne justru menggeleng, " saya sadar jika semenjak kejadian itu mungkin sifat anda telah banyak berubah tetapi tidak ada seorangpun yang pernah melihat secara langsung tarian sang dewi."

"Hah?"

"Dan yang mulia melakukanya untuk pertama kali di hadapan umum, semua orang memuji kepiawaian anda begitu pula dengan Raja Alarick."

Jujur, aku tidak mengerti apa maksut dari ucapan Anne. Bukankah di zaman seperti ini banyak penari penari yang sangat mahir? Bahkan jauh lebih cantik dan seksi dariku. Tetap saja pujian adalah pujian yang kini membuat pipiku memerah.

"Dimana Zeth, aku harus berterimakasih padanya." Tanyaku mengingat kejadian akhir bahwa pria itulah yang menolongku.

"Pangeran Arsenio telah kembali ke kerajaanya dua hari yang lalu putri." Jawab Anne.

Hah? Aku yang bodoh atau sesuatu memang terjadi disini? Sejak kapan Zeth menjadi seorang pangeran Arsenio?

"Arsenio? Dua hari yang lalu? Anne aku sedang tidak ingin bercanda" Ucapku kesal, sudah cukup mimpi buruk akan masa lalu Putri Dementieva tidak perlu ditambah seperti ini.

Anne terlihat tenang akan keterkejutanku, "Saya mengatakan hal yang sesungguhnya putri, Pangeran Arsenio atau yang anda kenali sebagai Zeth adalah satu satunya teman dekat yang anda miliki. Meski semua itu berawal dari perjodohan yang telah di tetapkan yang mulia raja."

Aku bergidik, "Jadi pria itu adalah tunanganku?"

"Benar, dulunya. Meski anda berdua menjadi dekat, pangeran Arsenio sadar bahwa anda memiliki jiwa bebas akan kebahagiaan dan pernikahaan politik antar kerjaan hanya akan membawa kesedihan untuk anda. Oleh karena itu Pangeran Arsenio dan anda bersi kukuh untuk membatalkan pernikahan."

Jadi Zeth adalah pria yang seperti itu ya, beruntung sekali Putri Dementieva memilikinya.

"Pangeran Arsenio sendirilah yang menjaga anda selama seharian penuh sebelum akhirnya ia harus terpaksa kembali ke kerajaanya. Putri anda tidak sadarkan diri selama tiga hari."

The Empress Choice'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang