the coldest heart

25.9K 3.1K 9
                                        


"Karsius."

"Segala berkat dan pencerahan atas kekaisaran Sokrates." Pria itu menunduk hormat padaku dengan tubuh yang penuh dengan luka.

"Apa yang terjadi." Tidak biasanya dia akan terluka separah ini, karena dia adalah satu satunya ksatria hitam bagi Sokrates.

"Yang mulia, saya memohon ampun pada anda."

Aku tidak menyukainya, sesuatu yang tidak berjalan sesuai dengan rencana.

"Sepertinya kita terlalu menyepelekan kekuatan militer dari Andros." Ucapnya kemudian.

Ternyata benar, Andros? Aku tidak percaya kerajaan kecil seperti mereka dapat mendepak mundur pasukanku, "Kau telah bekerja dengan sangat baik Karsius."

Karsius nampak mematung, "Tidak perlu terkejut seperti itu."

"Tidak yang mulia! Saya tidak pantas menadaptkan ampun anda, saya siap menerima hukuman apapun!"

Sifat keras kepalanya, kembali. "Karsius kau adalah salah satu ksatria hitam Skrates, bagaimana aku dapat membuatmu terbunuh dengan cepat."

"Kembalilah dan panggil Jendral bennedict menghadapku." Sudah kukatakan, aku sedang bersabar untuk hari ini

"Terimakasih yang mul- arrghh." Darah tiba tiba saja keluar dari mulutnya dan beberapa detik kemudian tubuhnyapun terjatuh, Hah? bagaimana bisa.

"Karsius! Sadarlah! Sial" Aku berusaha menahan tubuhnya, "Antonio!" Antonio yang juga melihat apa yang baru saja terjadi segera membantuku. "Bawa dia ke ruang perawatan." Iapun segera mengangguk akan perintahku dengan ekspresi yang sama terkejutnya.

Aku menatap kedua tanganku yang terasa sangat panas setelah menyentuh tubuh Karsius. Sihir gelap, itulah yang terasa dari tubuhnya. Tapi apakah mungkin? Bagaimana bisa seorang penyihir kembali menampakkan diri mereka Setelah sekian mereka tidak pernah lagi terdengar.

Apa yang sebenarnya diinginkan penyihir itu, apa dia terikat dengan Kerajaan Andros? itu sangatlah tidak mungkin jika melihat dalam sejarah tidak ada satupun penerusnya yang pernah terikat dengan seorang penyihir.

Aku mematung beberapa saat sebelum suara Antonio yang telah kembali menyadarkanku, terdapat rasa cemas dalam pandangannya.

"Yang mulia." Tanganku terangkat membentuk isyarat tidak jelas membuatnya terhenti.

"Bagaimana dengan Agi." Tanyaku, terpaksa setelah Antonio memberitahu akan kedatangan para ksatria aku harus meninggalkannya.

"Putri Georgiana terlihat sedih namun ia telah makan bersama Mary." Bagus, aku tidak perlu mengkhawatirkannya lagi.

"Antonio, bagaimana menurutmu hal ini?"

"Sangat buruk yang mulia, dengan seperti ini pasukan kita tidak dapat menguasai Andros dalam waktu dekat seperti yang sudah kita rencanakan." Ucapnya menanggapi, "Bagaimanapun mengirim kembali para ksatria di medan pertempuran tidak akan cukup terlebih Karsius mengalami cidera yang cukup parah."

"Aku tau, bagaimana keadaanya?"

Dia meringis, "Beberapa tulang patah, luka yang cukup dalam dan ketika memeriksanya terda-"

"Sihir gelap." potongku dan Antonio mengangguk menyetujui, jika seperti ini aku tidak akan meragukan lagi keberedaan penyihir hitam.

"Apa keturunan mereka pada akhirnya terikat dengan salah satu penyihir yang mulia?"

"Kemungkinan besar." Aku harus segera mengetahuinya, "Untuk sementara tahan para pasukan yang telah bersiaga di daerah perbatasan Andros sebelum aku mengetahui yang sebenarnya."

The Empress Choice'sTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang