Mina menatap wajah lelaki yang pernah ia sayangi itu dengan teliti. Dia tak mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Biasa aja ngelihatnya." Ucap Jungkook dalam tidurnya.
Sontak Mina terkejut, dan langsung mengalihkan pandangannya. Jungkook-pun membuka matanya lalu melihat ke arah Mina yang sedang salah tingkah itu. Jungkook sedikit tersenyum dengan tingkah wanita di hadapannya itu.
"Kenapa? Aku memang tampan." Ucap Jungkook.
Masih dengan sikap jaimnya, Mina berkata, "Apaan sih."
Jungkook-pun duduk, terbangun dari posisi awalnya, lalu berkata, "Kenapa? Kamu mau bilang sesuatu?"
"Bilang apa, nggak."
"Oh, ya udah." Ucap Jungkook lalu kembali berbaring.
"Hih!" keluh Mina dengan pelannya.
Setelah melihat Jungkook yang kembali untuk tidur, Mina berdiri dari ranjangnya dan berjalan ke arah tirai, lalu menutup tirai itu dengan kasarnya hingga menimbulkan bunyi yang amat keras.
Jungkook terlihat tidak peduli dengan suara itu, dia tetap di posisi nyamannya untuk tidur, tanpa mempedulikan sahabat lamanya itu.
Setelah beberapa menit, Mina yang memaksakan matanya untuk terlelap namun tidak bisa itu tiba-tiba terkejut dengan adanya tangan seseorang di kepalanya sedang mengusap pelan rambut berponinya itu.
Mina dengan kagetnya langsung membuka matanya itu lebar-lebar.
"Apaan sih, ngagetin aja." Ucap Mina.
"Kamu nih kesal kenapa?"
"Siapa juga yang kesal."
"Udahlah, bilang aja. Kamu mau bilang sesuatu sama aku-kan?"
"Nggak."
Jungkook langsung duduk di kursi dekat ranjang tempat Mina di rawat.
"Mina, aku emang mau kamu nganggep aku layaknya orang asing di kehidupanmu. Aku mau kamu ngejauh dari aku. Karena aku nggak mau, hanya karena aku, kamu sama Suga marahan kayak gini. Kenapa kalian bisa putus?" ucap Jungkook.
"Kenapa kamu nanyain itu? Wajar aja kita putus."
"Wajar? Ini nggak wajar Mina. Kamu seharusnya bisa lebih bijak kalo ngambil keputusan. Kalau kamu kira dengan putus sama Suga bisa nyelesaiin semua masalah kalian, itu nggak bener."
"Maksudnya?"
"Kalian bisa selesain semua masalah dengan cara yang baik. Bukan malah putus hubungan kayak gitu."
"Jadi maksudnya tadi, kamu nuduh aku yang akhirin semua sama Suga."
"Ya masa iya, Suga ninggalin kamu."
"Emang dia yang ninggalin aku. Dia yang mau aku untuk berhenti dan ngakhirin semuanya."
Jungkook terdiam mendengar ucapannya.
Lalu Mina melanjutkan ucapannya, "Aku nggak mau ngebahas itu lagi."
Tiba-tiba Mina mengalihkan pembicaraannya dengan Jungkook dengan topik lain.
"Jungkook, apa kamu masih suka komunikasi sama ibumu?"
"Kenapa tiba-tiba nanyain itu?"
"Nggak, aku cuma pengen tau aja. Aku kangen banget sama ibumu, jadi aku tanya itu."
"Benarkah kamu kangen sama wanita itu?"
"Wanita itu? Dia ibumu, kamu kira dia temanmu apa. Tentu aja aku kangen."
KAMU SEDANG MEMBACA
For A Dream
Fanfiction"Aku emang sayang, tapi ternyata perasaanku selama ini padamu adalah salah. Kita bersama itu kesalahan." "Aku akan selalu sayang, meski engkau telah pergi lalu aku meninggalkanmu." "Aku nggak bisa pahami apa mau hatiku, kalian adalah orang yang kusa...
