2 - Who's you?

15.1K 359 0
                                        

Duk!

"Aduh sialan."

Fayola memegangi kepalanya akibat bola yang melayang dan menghantamnya, dan paling apesnya ia menjatuhkan kertas putihnya ke selokan kecil di depan koridor. Fayola menatap nanar kertas putih yang sudah setengah basah dengan noda hijau yang menempel pada kertas itu.

Ia melihat ada kakak kelas yang mendekat. Fayola meringis dan agak menguatkan suaranya agar kakak kelasnya itu mau bertanggung jawab atau setidaknya menanyakan keadaanya seperti di film film.

Namun saat sudah dekat darinya, sang kakak kelas itu hanya melihatnya sekilas dan melewatinya, kemudian mengambil bola yang tadi sudah mengenai kepala Fayola tanpa rasa bersalah.

Fayola melongo, kemudian menunjuk dirinya sendiri dan ke arah bola dengan bergantian. Fayola yang kesal, langsung mengambil sepatunya dan melemparkan kepada kakak kelas tadi.

Yash!

Sepatu Fayola tepat mengenai tengkuk bagian belakang laki laki itu. Semua orang yang ada disana terkejut bukan main. Tidak percaya ada seseorang yang berani menimpuk kepala laki laki itu.

Lelaki yang dilempar sepatu oleh Fayola langsung berbalik dan mengeluarkan tatapan elangnya, namun Fayola dengan tampang tak berdosanya malah mengambil sepatu dan memakainya dengan santai.

"Heh adek kelas."

"Apa kakak kelas? Bentar gue masih masang sepatu nih kak."balas Fayola sambil mengikat tali sepatunya.

Laki laki itu menahan emosi di tempatnya, sudah dilempari sepatu kini dirinya harus menahan emosinya karena yang akan ia marahi masih memasang sepatu.

Setelah selesai menali sepatu nya, Fayola membersihkan kedua tangannya terlebih dahulu sebelum menatap kakak kelas yang sudah siap menuangkan amarah padanya.

"Udah nih, kenapa ya kakak kelas?"

Kakak kelas dengan name tag 'Fandy Derreno Wisaka' itu maju satu langkah seraya berkacak pinggang.

"Maksud lo apaan? Cari masalah? Bocil gini kok sok sok an."

Fandy memandangi Fayola dari atas sampai bawah seperti meremehkan, akibatnya ia mendapat geplakan di lengan kanannya karena Fayola sungguh kesal dengan tatapan itu.

"Lo yang apa apaan, udah ngelempar bola sembarangan. Gue tau mungkin lo enggak sengaja, tapi setidaknya lo minta maaf dong. Udah nggak minta maaf, sekarang malah marah marah."ucap Fayola tak kalah emosi.

"Ya trus? Suka suka gue lah, gue ini senior lo ya disini. Anak baru gak pantes ngomong dengan nada tinggi ke gue."balas Fandy dengan santai.

Fayola menyunggingkan senyumnya,
"Bodoamat mau lo senior ataupun yang punya tanah disini, gue cuma minta lo minta maaf sama tanggung jawab. Susah banget ya?"

Karena tak ingin memperpanjang masalah akhirnya Fandy memilih untuk mengalah daripada harus berdebat dengan seorang wanita, sangat melelahkan dan buang buang tenaga.

"Itu yang lo mau? Oke gue minta maaf."

Setelah itu Fandy hendak pergi tanpa menunggu jawaban, namun sebelum itu tangannya kembali di cekal oleh Fayola.

"Gak sesimple itu! Gara gara lo buku gambar gue masuk selokan, dan otomatis gue gak akan bisa nyelesaiin hukuman dari si monyet kulkas. Dan gue mau, lo tanggung jawab!"

"Wow tanggung jawab? Udah berapa bulan emang?"ucap lelaki itu.

Fayola semakin kesal akhirnya menampar pipi Fandy. Ia kesal dengan kakak kelasnya ini yang mengartikan kalimatnya dengan ambigu.

Dear, FayolaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang