Sebelum baca, VOTE dulu guys.. Jika ada typo koreksi aja 👌
Dan jan lupa mampir ke lapak sebelah guys, cerita saya judulnya 'Raya' itu baru hha😂gak tau mood nya deh.
Dan saya juga jadi ada mood lagi buat nulis ini, dan buat kalian para penyemangat tencu😘
Dan satu lagi, jangan jadi siders oii. Inget yah karma emang gak ada tapi azab selalu berlaku!! 😂
Happy Reading 😊
***
"Entah debaran apa ini, tapi aku terhanyut di dalamnya. Seperti ada kupu-kupu yang beterbangan menggelitik perut"
***
Ada hal yang berbeda kali ini. Entahlah, tapi itu seperti berusaha di tutupi namun selalu nampak. Dan kali ini juga ada sesuatu yang baru, memang tak ada yang salah, namun tetap saja tak seperti biasanya.
Dua sejoli itu berasa di lahirkan kembali, dengan status yang tetap sama namun keadaan yang berbeda. Ternyata benar, tuhan memang adil. Buktinya itu terasa bagi orang-orang yang mau bersabar. Namun tetap saja kita tak akan mengetahui segalanya, atau memiliki itu dengan tetap, karena itu hanya titipan.
Kembali ke cerita, sekarang satya sedang menata persaannya. Ia yakin ini yang terbaik. Jadi, akan dirinya ungkapkan hari ini. Segalanya.
Hari ini hari yang aneh bagi netta, dirinya malah sibuk menata pikiran serta kepingan kejadian yang telah berlangsung. Justru sebaliknya, dirinya malah tidak yakin dengan ini. Sungguh membuatnya dilema untuk sekarang.
Mereka sedang ada di sebuah taman yang lumayan agak sepi karena hari telah betanjak sore, setelah tadi satya mengajaknya ke beberapa tempat yang sebelumnya belum pernah ia singgahi. Baru kali ini dirinya di tunjukan macam tempat aneh dan menyenangkan oleh satya, tapi dari mana satya tahu? Bahkan dirinya saja baru mengetahui itu.
Satya mengelus dahi netta yang berkerut, sepertinya ia sedang berpikir keras, "Jangan kebanyakan mikir, ntar cepet tua lho. " kata Satya dengan mengembangkan senyum termanisnya.
"Apasih abang. "
"Ngak apa apa. "
Hening sejenak.
Keadaan menjadi canggung.
"Ta. " seru satya dengan nada yang rendah.
"Kenapa? "
Satya berusaha merangkai ribuan bahkan jutaan kata di dalam otaknya menjadi sebuah kalimat, hanya untuk mempersiapkan apa yang ia akan ucapakan saat ini.
"Abang suka sama kamu ta, selama ini udah cukup abang nutupin semuanya. Selama ini abang emang udah ngerasa ada yang janggal di antara kita. Dari mulai bentuk wajah, ataupun segala yang melekat di diri kita masing-masing. " tuturnya panjang lebar.
"Jadi, selama ini abang gak anggap netta kayak adik abang sendiri? Jadi semua ini cuma karena abang suka sama netta? Abang ngekang netta, abang gak bolehin netta main, deket sama cowok lain karena semua itu? " jawabnya tak kalah panjang lebar seperti ada yang satya ucapkan.
Air mata netta lolos begitu saja tanpa meminta izin terlebih dahulu padanya, ia masih tidak percaya. Apa ini? Apa semua ini? Dirinya masih tak paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother and Sister [END]
Genç KurguHanya tentang adik kakak yang memiliki masing-masing dua karakter saja di dalam keadaan tertentu. Bukan dua kepribadian, melainkan lebih kepada dua sifat. Jika di depan mereka memasang wajah dingin nan datar bak tembok afrika, lain halnya jika pada...
![Brother and Sister [END]](https://img.wattpad.com/cover/159748841-64-k885508.jpg)