Seperti biasa, awali dulu dengan VOTE nya ya gusy... Jika ada typo koreksi aja di COMMENT 👌👌👌
And sorry, saya jarang banget update. 😁
Lopyu sebesar-besarnya buat kalian para penyemangat😘😘😘 Oiya, udah
baca 'Raya' belum? Gimana? Bisa comment juga di sini😊
Happy Reading
***
"Serius?!!" terdengar suara gebrakan meja yang di timbulkan oleh selly, namun malah menarik perhatian orang orang karena kegaduhan yang gadis itu buat.
Netta menggeplak mulut selly, "Pelan-pelan anjir!! "
Ya, netta merasa harus menceritakan ini pada teman temannya. Dengan begitu dirinya telah merasa lega, setidaknya ia bisa mencurahkan kesedihan yang membingungkan ini. Tak ia telan dengan bulat sendirian. Jika satya senang dengan kenyataan ini, lalu harus bagaimana dirinya? Sama kah? Atau justru malah sebaliknya? Dasar hidup.
"Gue gak nyangka aja, segitu lamanya lo sama kak satya kok baru kali ini lo tau nya? " seru Selly dengan heboh.
"Gue gak sengaja nguping dari Mom and Dad, pas mereka bicara sama bang Satya. " ucapnya lesu.
"Pantesan telinga lo panjang!! Ternyata lo tukang nguping anjir. " celetuk Dio.
"Berisik lo!! " seru Kemala, Dio itu tak jauh dari penghancur suasana.
"Apasih bu kekem!! " deliknya pada Kemala.
"Gue masih bingung sama diri gue sendiri guys. Pasalnya, ada pertanyaan yang gue sendiri gak tau harus gimana. Dan setelah ini gue gak tau harus gimana. " Netta menundukan kepalanya, air matanya mulai jatuh dari mata yang indah itu.
Dengan gerakan santai Dio menggiring Netta ke dalam dekapannya. Ia rasa gadis ini perlu sandaran untuk menenangkan diri. Tidak, bukan maksud ingin menjahili. Ini tulus.
"Tai lo! Lepasin yo! " sungut Selly, matanya terbelalak. Bukan apa-apa, bukan jahat pula. Dio itu pasti selalu ada yang di selipkan di balik kebaikannya, makanya dirinya kurang percaya. Telebih lagi, Dio kan pacar temannya! Becanda aja reaksinya kayak begono, apalagi ini.
"Sttt!! Kalian para ciwi cuma bisa rusuh aja! " Ucapnya seraya mengelus punggung Netta dengan sayang, namun tiba-tiba sebuah cubitan menyakitakan mendarat tepat di perutnya hingga membuat si empunya meringis kesakitan.
"Aww!! " pekik Dio.
"Lagian lo! So perhatian banget. " seru Netta diiringi dengan kekehan manisnya yang membuat siapa pun pasti terkesima.
"Woy!! Balik yu, bokap sama nyokap gue udah nyuruh gue pulang. " Kemala berucap seraya memasukan ponselnya ke dalam tas selempang miliknya.
"Yaudah deh, ayok. Bokap gue bisa nyiksa kalau gue pulang ke malaman. " timpal Aulia dengan lesu.
"Terserah kalian. " ucap Selly dengan santainya.
"Net, gue anterin aja yok! " ajak Dio pada Netta.
"Gak ada hujan gak ada badai, sejak kapan lo baik sama gue? " ucap Netta dengan tatapan curiga pada Dio.
"Iya nih, pasti ada batu di balik udang. " heboh Aulia.
"Salah anjing! Harusnya apa mal? " tanya Selly dengan mengaligkan pandangannya pada Kemala.
"Apa gajah di balik batu!! " seru Kemala yang tak kalah heboh.
"Tai lo pada!! Kan judulnya udang! Kenapa jadi gajah?! Harusnya ada udang di balik batu! " sungut Selly pada keduanya. Dirinya tak habis pikir pada mereka yang dimana jika bego nya selalu berjamaah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother and Sister [END]
Teen FictionHanya tentang adik kakak yang memiliki masing-masing dua karakter saja di dalam keadaan tertentu. Bukan dua kepribadian, melainkan lebih kepada dua sifat. Jika di depan mereka memasang wajah dingin nan datar bak tembok afrika, lain halnya jika pada...
![Brother and Sister [END]](https://img.wattpad.com/cover/159748841-64-k885508.jpg)