Saya kira minat pembaca di Indonesia itu sudah berkurang atau hampir musnah, ternyata melihat antusias para pembaca yang sangat tinggi, membuat saya ingin selalu update.
Nyatanya itu sangat membuat saya ingin selalu update jika waktu luang😊jadi terus VOTE dan COMMENT cerita ini❤
Happy Reading
***
Ah, sepertinya hari sangat cepat berlalu. Hingga tak terasa bahwa sekarang dirinya sudah menginjak ke kelas 3. Dimana itu adalah henjang terakhir untuk tingkat SMA.
Baru saja kemarin netta masuk ke sekolah baru, sekarang sangat tak terasa bahwa dirinya sudah berada satu tahun di sekolah tersebut.
Berteman dengan akrab bersama si kembar yang tak lain adalah rara dan riri. Lalu, ada juga si es balok yang dulunya tak berekspresi sama sekali, sekarang dui depan netta mengeluarkan banyak ekspresi.
Ya, sekarang mereka sangat dekat. Orang bilang hanya dirinya saja yang pernah sedekat itu dengan Dikta. Itu pun dengan 'kata orang'.
Namun sekarang netta tak memperdulikan apapun lagi, yang harus dia lakukan adalah meneruskan masa depannya dengan sangat baik tanpa ada cekcok atau konflik apapun. Dirinya hanya ingin lulus dengan tenang kali ini.
Dan disinilah sekarang dirinya berada. Di lapangan yang di kelilingi oleh para kerumunan siswa siswi yang akan menonton pertandingan basket dwngan sekolah tetangga. Dan kalian pasti tahu kenapa sebab dirinya berada di sana.
Ah, pasti tak ayal dari dikta yang menjadi kapten basketnya. Jika pemuda itu tidak mengikuti pertandingan ini, pasti dirinya juga tak akan ada di sini. Dan yah, pemuda yang tadi sedang di pikirkan pun sedang berjalan ke arah netta.
Netta tersenyum dan melambaikan tangannya, hanya untuk sekedar memberi tahu bahwa netta sekarang berada di tempat duduk bagian depan.
Dikta tersenyum, "Udah lama dateng hm? " tanyanya sembari duduk di sisi netta.
"Enggak baru tadi, sama si kembar juga. " jawab netta.
"Sekarang kemana mereka? " tanya Dikta.
"Ke toilet sebentar, nanti juga balik lagi. Kan mereka udah gede! " ujar netta.
"Ah iya, kan cuma kamu doang yang masih kecil. " goda Dikta.
"Iya, masih imut! Gak kayak om ini! " balas netta disertai dengusan.
"Masa om? Yakin ada om seganteng ini? " dikta masih menggoda netta dengan menaik turunkan alisnya.
Netta memutar bola matanya. Naun tiba-tiba riri dan rara datang dengan membawa minuman di tangan mereka masing masing. Memberikannya pada netta dua botol.
"Ngapain beli dua? Haus? " tanya dikta.
"Enggak, buat kamu. " sodor netta, memberikan satu dua botol minumnya pada dikta.
"Dua? " tanya Dikta.
"Satu. " jawabnya.
"Kenapa ngasih dua? " tanya dikta kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother and Sister [END]
Fiksi RemajaHanya tentang adik kakak yang memiliki masing-masing dua karakter saja di dalam keadaan tertentu. Bukan dua kepribadian, melainkan lebih kepada dua sifat. Jika di depan mereka memasang wajah dingin nan datar bak tembok afrika, lain halnya jika pada...
![Brother and Sister [END]](https://img.wattpad.com/cover/159748841-64-k885508.jpg)