"Kadang ada fase hidup di mana kita tidak bisa mendapatkan kebahagiaan. Pilihan yang tersisa hanyalah rasa sakit. Maka manusia belajar memilih mana yang tidak lebih sakit daripada lainnya"
***
Netta berjalan menelusuri koridor yang memang sepi, karena hampir keseluruhan siswa pastinya sedang mengisi kebutuhan mereka, yaitu makan. Berburu untuk mengantri demi semangkuk baso amih ataupun nasi beserta lauk pauknya mak el di kantin.
Gadis itu merasakan hal yang tak lumrah, bulu kuduknya tiba-tiba meremang. Perasaanya mulai tak enak, apa ini? Huh, yang benar saja. Ini bukan film yang dimana ketika ia berjalan sendiri dengan sangat tidak terduga hal yang seperti para hantu itu gencar mengganggu. Oh, ayolah yang benar saja.
Tiba-tiba sebuah bisikan di telinga netta terdengar di sertai tiupan angin yang perlahan, "muka lo kayak cucian! "
"Setan! " Pekik netya, gadis itu tak segan menggeplak wajah dio dengan sangat kerasnya menggunakan tangannya yang kosong, hingga membuat si empunya meringis kesakitan.
"Anjing lo net! Muka gue ini! "Ucap dio sembari mengusap-usap wajahnya yang memerah.
"Lo yang anjing! "Balas netta.
"Lagian lo sih, muka asem banget. "Ucap dio sembari menelisik wajah netta.
"Apasih, gak jelas banget lo! "Tak ingin wajahnya di selidik lama-lama, netta segera memalingkan wajahnya ke arah lain seraya berjalan berdampingan bersama dio.
"Cielah, gitu doang blushing! Apalagi gue gombalin. "Dio berujar dengan PD nya sambil menyisir rambutnya ke belakang. Menaik turunkan alisnya ketika netta menatap dio dengan sengit.
Netta tersenyum, dan mengepalkan bogeman yang sudah ia siapkan dengan mantap untuk dio. Namun kalah telak, pemuda itu yang sudah menyadari niat busuk netta segera berlari, hingga pukulan gadis itu hanya tersampaikan pada angin kosong saja.
"Awas lo curut! Gue juga tau akal busuk lo anjir. "Teriak netta, namun dengan santainya gadis itu berjalan menuju arah yang di lewati dio.
"Net!! "
Gadis mencari arah sumber suara yang ternyata ada seorang gadis yang melambaikan tangannya pada dirinya, netta memicingka matanya lalu melihat selly yang berlari kecil ke arahnya dengan nafas yang tak teratur.
"Wihh, yang abis maraton. "Puji netta melihat keringat yang bercucuran di wajah beserta bagian tubuh selly yang terbuka.
"Si anjir, gue cape dari tadi lari-lari. "Ucap selly.
"Sayangnya gue gak nanya. "Balas netta cepat.
"Anjing lo! "Umpat selly.
"Demi kerang ajaib, lo gak boleh ngumpat! "
"Bacot! "
"Lo mau kemana tadi? Jangan bilang lo mau berak, tapi gak ada niatan buat ngajak gue?! "Ucak selly dengan satu nafas sekaligus.
"Hmm.. Kayaknya gue butuh lo deh, ayok! "Dengan tak banyak bicara, netta langsung saja menarik lengan selly sembari berlari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother and Sister [END]
Teen FictionHanya tentang adik kakak yang memiliki masing-masing dua karakter saja di dalam keadaan tertentu. Bukan dua kepribadian, melainkan lebih kepada dua sifat. Jika di depan mereka memasang wajah dingin nan datar bak tembok afrika, lain halnya jika pada...
![Brother and Sister [END]](https://img.wattpad.com/cover/159748841-64-k885508.jpg)