"Malaikat kecil yang hadir membuat kami tau apa itu anugerah terbesar Tuhan walaupun hambanya melakukan kesalahan."
- Guntur & Alexa -
🌈
Alexa dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit karena kondisinya sudah pulih sedangkan Guntur izin tidak masuk sekolah untuk 2 hari dengan maksud menyambut anaknya.
Ia senang punya 3 bidadari sekarang, yaitu Mamanya, Alexa, dan Kayra.
Dyan —Mama Guntur sangat gemas dengan cucunya. Ia bahkan belum memberi kesempatan Alexa menggendong sepulang dari rumah sakit. Selain Alexa masih lemah, Dyan senang sekali bisa punya cucu imut.
Guntur membantu Alexa untuk duduk di kasur, "Lex, makasih banyak lo berjuang buat Kayra."
Alexa mengangguk tulus, "Bisa bawa Kayra kesini gak?"
Guntur mencium kening Alexa sambil meneteskan air mata kebahagiaan, "Lo janji bakal selalu dampingin gue kan, Lex? Lo janji bakal bahagia sama gue, dan lo janji gak akan ninggalin gue walaupun cuma sebentar." Ia sedikit mengalihkan pertanyaan istrinya.
Alexa memeluk Guntur, "Gue janji sepenuhnya, Tur. Selama gue masih bernafas, gue bakal berbakti sama suami gue."
"Makasih.."
"Kayra-nya, bawa kesini ya.." pinta Alexa lagi.
Guntur mengecup keningnya lalu terkekeh, "Iya, iya."
***
Tett.. Tett..
"Masuk gan, udeh bel," ucap Bagas yang padahal juga baru datang tapi sudah menaruh tas di bangku dan berdiri diambang pintu layaknya masuk sejak pagi. Padahal mah boro-boro.
"Heleh, lo juga baru dateng kan?" kata Arini sambil menggeser tubuh Bagas lalu nyelonong masuk. Kalau Bagas masuk pagi pasti Arini tebak dia kesurupan.
"Kok lo tau sih?" Bagas menggaruk tengkuknya sebentar lalu meledek temannya yang lain karena datang saat bel seperti i meledek Arini.
Heh,dasar!
Arya yang sudah daritadi di kelas langsung sumringah begitu Arini datang, "Eh, mbak brooo tumben baru dateng."
Arini berdehem, "Yang biasa nganter lagi cuti." Ia menaruh tasnya di kursi dan melihat jadwal piket.
"Lo ada latihan apa gitu pulang sekolah?" tanya Arini kembali ke kursinya
"Ada. Voli, kenapa emang?"
"Gue.. nebeng." Arini cengar-cengir tidak jelas.
"Tumben."
"Mau gak?"
"Iya mau. Yaelah sensian amat."
Arini tidak menyalahkan siapapun karena ia ingin donor darah atas inisiatif untuk membantu Alexa. Toh kalau Ia anemia, maka sudah menjadi resiko seperti yang dikatakan Dokter. Untuk mengembalikan jumlah darahnya, ia harus banyak makan sayuran yang mengandung zat besi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARINI [SELESAI]
Teen FictionSekolah. Tempat mencari ilmu,mendapat teman,mencari jati diri,dan bisa juga mendapat cinta. Seperti Arini yang mulanya membenci guru baru, lama-lama ia akhirnya luluh dengan segala sikap gurunya. Bagaimana kelanjutannya? Tambahin ke reading list yaa...
![ARINI [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/195625515-64-k462429.jpg)