"Banyak yang bilang ke gue. Cewek kalo lagi badmood dikasih coklat, bunga atau duit bakal baik lagi. Tapi sayangnya gak berlaku buat Arini. Cewek belagu!" -Arya-
🌈
Arya kesal sendiri melihat Arini diam di kursi tanpa berbicara sedikitpun entah sekedar bertanya kabar atau basa-basi.
Biasanya gadis itu sangat aktif bertanya hal yang tidak Arya suka sekalipun. Apa gadis itu sedang PMS ?
"Lo lagi fase bulanan ya, Rin?"
Arini hanya menoleh sekilas, "Nggak."
"Trus kenapa horor banget muka lo. Lagi ada masalah?"
"Bukan urusan lo."
Arya menutup mulutnya.
Oke, Arini sedang tidak asik diajak bicara. Satu-satunya cara agar tidak disengat Arini adalah pergi dari hadapannya.
"Kalo nyari gue, ke rooftop."
Arini hanya mengangguk.
Hari ini semua mapel jam kosong karena sedang diadakan rapat menjelang Ujian Nasional dengan Komite Sekolah, termasuk Andra juga datang selaku Wakil Ketua Komite.
Semalaman Arini sangat menghindari kakaknya karena sudah berbohong masalah keberadaan Bundanya. Waktu itu Andra bilang Bundanya di Inggris kan? Tapi ternyata Bundanya masih ada di Indonesia, bahkan hanya beda kota. Itulah mengapa Arini sangat berbeda dari biasanya. Mudah sensitif gitu.
Andra yang baru keluar dari rapat dan berpapasan dengan Arya langsung memberhentikan si tengil itu. "Arya!"
Arya membalikkan badan, "Oh, kenapa?"
"Arini mana?"
"Di kel-- itu dibelakang elu."
Andra menoleh sambil tersenyum hangat. Tetapi Arini hanya melewati kakaknya tanpa menyapa sepatah katapun. Hal itu tentu membuat Arya keheranan.
"Arini, sebentar."
Arini menghentikan langkah tanpa berbalik arah sedangkan Andra menghampirinya.
"Nanti mau kakak jemput?" tanya Andra menawarkan tumpangan.
"Biasanya gimana?" Arini bertanya balik.
Arya tidak bergeming, namun dahinya mengkerut. Tumben-tumbenan Andra bertanya padahal biasanya mengantar-menjemput Arini.
Andra jadi salting. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Yaudah. Kakak pulang ya,ntar kakak jemput." Andra mengacak pucuk kepala adiknya.
Arini tidak berontak,ia mengangguk patuh. Semarah apapun ia, tidak akan memusuhi Andra seperti ia memusuhi Arya seperti dulu.
Kan ia sudah sering bilang, keluarga satu-satunya yang masih memperdulikannya ya Andra. Arini yakin, Andra punya alasan sendiri untuk berbohong dan ia tidak tahu apa alasan itu.
Sepeninggal Andra -Arya dan Arini saling tatap. Arini bersidekap dada dengan tampang songongnya, sedangkan Arya celingukan tidak jelas seperti mencari jalan keluar yang aman dari kandang macan.
"Lo mau ke rooftop?"
"Baru aja turun," ucap Arya mulai mengatur nafas.
"Oh, gue ke atas ya, gantian." Arini tersenyum seperti biasa.
"Eh, gue ikut."
Jadilah Arya membuntuti Arini ke rooftop sekolah. Mereka berdiri di pembatas menatap teriknya matahari yang tembus ke bumi. Ahh, rasanya ini sangat terik namun terasa sejuk karena angin yang sepoi-sepoi menerpa tiap kulit mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARINI [SELESAI]
Novela JuvenilSekolah. Tempat mencari ilmu,mendapat teman,mencari jati diri,dan bisa juga mendapat cinta. Seperti Arini yang mulanya membenci guru baru, lama-lama ia akhirnya luluh dengan segala sikap gurunya. Bagaimana kelanjutannya? Tambahin ke reading list yaa...
![ARINI [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/195625515-64-k462429.jpg)