Aktris Kim Sohyun memutuskan berhenti dari industri hiburan tanpa alasan yang jelas.
Belakangan, tersiar kabar jika dalam bulan ini Sohyun telah beberapa kali datang ke Rumah sakit."Noona, kau yakin ini keputusan yang tepat?" Seseorang menatap nanar wajah kim sohyun setelah mendengar berita di televisi pagi ini.
"Eoh. Kini saatnya aku mencari kebahagiaanku"
"Aku-- sebenarnya aku.." laki-laki lebih muda yang telah lama bekerja dengannya itu menggantung potong kalimatnya gusar.
"Tenanglah, aku akan baik-baik saja. Kini ada janin yang akan tumbuh di rahimku, ayahnya tidak akan mungkin bersikap kasar lagi padaku" tutur sohyun.
"Tapi noona, sebagai orang yang sering melihat lebam mu, aku--" / "aku baik-baik saja" penggal sohyun.
"Aku terlalu malu untuk kembali pada laki-laki yang setengah mati mencintaiku, aku menggilai seorang monster dan kini berniat mengubahnya" sohyun meletakkan satu tangan di perutnya "aku harap, anak ini akan menjadi jalannya" sambungnya kemudian.
Lawan bicara sohyun menangis diam, ia menatap iba majikannya yang berpura-pura tegar dengan apa yang terjadi.
...
Hosh .. Hosh .. Hosh ..
Gelap.
Park sooyoung membuka matanya namun tak ada satupun yang nampak di pupilnya, mulutnya terbuka namun tak dapat mengeluarkan suara sedikitpun.
Ia bangkit dari tempat semula kemudian berlari kesana kemari, hingga ia menemukan satu titik. Sebuah cahaya yang kemudian ia dekati.
'Ahh.. Andwe' ungkapnya dalam hati saat matanya melihat sesuatu.
Dirinya yang lain. Dengan selang oksigen, alat pemicu jantung dan benda asing lainnya yang menempel disana.
'A-aku, aku sudah mati?' tanya nya tetap dalam lirih.
Dilihatnya seksama jika raga yang serupa dengannya tengah lelap dengan mata terpejam. Ia menangis tak ingin percaya dengan semua ini.
Hingga seseorang masuk kedalam ruangan itu.
Yook sungjae, laki-laki yang kini telah ia putuskan akan masuk dan bersinggah dalam hatinya. Sooyoung mendekat kearah yook sungjae yang mengulum bibir menahan tangis disamping jasadnya yang mulai mengeras.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Wind | Bbyu Vol.3
Fanfiction"Aku tidak memiliki warna lain dalam hidupku, hanya hitam yang kelam. Jika boleh aku bertanya, akan ku utarakan hal itu pada tuhan -Mengapa aku diciptakan, jika seluruh garis di telapak tanganku hanya sebuah penyesalan-. Hingga akhirnya sebuah harap...