Happy Reading ⚘
Memiliki keluarga yang bahagia adalah impian semua orang. Begitu juga dengan Aldrick. Pria itu tidak pernah menginginkan semua tragedi yang menimpa kehidupannya ini terjadi. Bahkan dalam bayangannya pun, tidak pernah terpikirkan bahwa kisah hidupnya akan menjadi serumit ini. Terlalu banyak lika - liku yang dia lewati, terlalu banyak kepedihan dan air mata yang mengantarkannya sampai ke titik ini.
Tiga belas tahun dan tujuh tahun lalu Aldrick selalu berangan - angan ingin memiliki keluarga harmonis. Memiliki istri yang akan setia menunggunya di rumah, memiliki putra dan putri yang menjadi penyemangatnya dalam bekerja.
Angan - angan itu hadir ketika kehidupannya masih normal dengan Lilia-sebelum pria bajingan yang berstatus sebagai ayah tirinya datang dan mengacaukan semuanya. Beberapa tahun semenjak kelicikan ayah tirinya itu, Aldrick mengubah dirinya menjadi pria keras yang tak kenal ampun, menjadi pria dingin yang kental dengan aura penuh dominasi dan sarat akan intimidasi. Tak ada lagi angan - angan yang sempat ia impikan, tak ada kata bahagia dalam kamus hidupnya saat itu.
Hingga akhirnya tujuh tahun lalu Aldrick dipertemukan dengan Joanna, perempuan yang dengan kurang ajarnya ia jadikan pelampiasan bejatnya nafsu dan hati gelapnya. Selama berbulan-bulan lamanya ia menyiksa wanita tak bersalah itu, menyebabkan trauma dan luka hati sang puan.
Seiring berjalannya waktu, Aldrick justru tanpa sadar meredakan hatinya yang dulu tertutup dan membeku perlahan mencair karena keterbiasaan yang menjadi rasa. Awalnya pria itu belum sadar, sampai pada puncaknya ketika ia menjadi penyebab meninggalkan calon sang buah hati.
Saat itu, saat di mana Aldrick tahu apa makna dibalik kegelisahannya ketika melihat wanita yang selalu ia siksa itu termenung dengan tatapan kosong setiap harinya. Saat itulah, tekadnya untuk berubah mulai ia jalankan. Aldrick ingin memulai awal yang baru dengan Joanna, diawali dengan kata maaf dan ungkapan hatinya. Angan - angan yang dulunya sempat hilang, kembali muncul. Tapi yang membedakannya adalah, angan - angan itu hadir dengan harapan baru dan cinta yang baru.
Sayangnya, belum sempat tekadnya itu mencapai tunas, dirinya harus menerima kenyataan pahit karena dihianati. Ternyata luka yang Aldrick torehkan pada gadis yang saat itu ia klaim sebagai miliknya, terlampau banyak, terlampau menyakitkan-hingga tak ada kata maaf yang tersisa untuknya.
Tujuh tahun, untuk pertama kali dalam hidupnya yang keras dan terasa gelap-Aldrick memikirkan kebahagiaan orang lain selain keluarga. Untuk pertama kalinya ia berjuang demi setitik maaf yang bisa terimanya. Dan tujuh tahun lalu, cintanya kembali diuji-bisakah ia mempertahankan wanitanya atau tidak.
"Papa ... Mama kapan pulang?" Pertanyaan itu keluar dari bibir manis sang putri-Scarletta-yang kini telah berumur tiga belas tahun. Scarletta bertanya dengan wajah sedihnya, membuat Aldrick yang melihat itu lantas terkekeh gemas, tangannya terulur untuk mengelus surai lembut putrinya.
Sama halnya dengan Scarletta, Aldrick pun merindukan sang istri. Merindukan wanita manisnya, wanita yang begitu ia cintai. Joanna.
Pria itu tidak lantas menjawab pertanyaan Scarletta, membuat sang gadis memayunkan bibirnya kesal.
Tak berselang lama terdengar suara mobil dari luar, membuat Scarletta seketika sumringah. Dengan langkah yang tergesa - gesa, gadis itu berlari keluar rumah dengan senyum bahagianya. Aldrick yang melihat itu lagi-lagi dibuat terkekeh, pria Lington itu perlahan berdiri dari sofa dan mengikuti langkah putrinya yang kini sudah berada di teras rumah.
Dari pintu utama, Aldrick dapat melihat Scarletta yang kini tengah memeluk seseorang yang ditunggunya sejak pagi. Sang Mama. Joanna.
Aldrick mengulum senyum melihatnya, pria itu kemudian berjalan mendekat. Lalu menggendong seorang anak laki - laki yang tengah menggandeng tangan Joanna sembari terlihat memperhatikan interaksi kedua perempuan yang merupakan ibu dan kakaknya itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALDRICK'S
Genç Kız Edebiyatı[LENGKAP] 21+ Bagi seorang gadis desa seperti Joanna, menginjakkan kaki di tanah kota adalah salah satu hal yang Ia idamkan. Baginya kota sangatlah indah, lengkap dengan tatanannya yang berkelas. Sayangnya hal itu berubah sesaat setelah ia bertemu...
