Bab 20

6.9K 298 3
                                        

Kamu berhak bahagia-Betrand Peto ft Sarwendah.

Happy Reading!

17.00 WIB

"Assalamu'alaikum.. " ucap ayah

"Wa'alaikumsalam" jawab wanita paruh baya sembari membuka pintu rumah

"Oalah ayah sudah pulang,masuk yuk yah." kata ibu setelah menyalami ayah

"Ais dimana toh bu? Ko tidak kelihatan," tanya ayah

"Ais ada yah,dia lagi ada di kamarnya. Ayah mau ibu buatkan teh apa kopi?" tanya ibu

"Terserah bu,ayah dibuatkan apa saja juga mau. Asal ibu saja yang membuatkan." jawab ayah sembari menggoda ibu

"Ayah ini bisa saja," kata ibu sembari tersenyum malu

****

Ais menutup buku tebalnya setelah ia mendengar suara sang ayah.Ditatapnya jam dinding putih polos yang menempel pada dinding kamarnya.

"Ayah" panggil Ais sembari menyalami sang ayah

"Baru keluar nduk? Kamu sakit?" tanya ayah

"Tidak yah,'' jawabnya

"Ini yah tehnya," kata ibu sembari memberikan teh untuk ayah

"Terima kasih bu."

Ais tersenyum melihat kehangatan keluarga kecilnya.Ayahnya yang tetap santai,namun berwibawa dan ibunya yang polos,namun anggun.

Ucapan syukur selalu ia ucapkan setiap harinya.Karena ia diberikan keluarga yang sangat luar biasa.

"Kamu kenapa toh nduk? Kok melamun?" tanya ibu

"Tidak apa-apa bu.'' jawabnya sembari tersenyum

"Anakmu itu bisa melamun bu,kayak tidak tahu Ais saja," kata Ayah sambil terkekeh

"Oh iya, Ibu dan Ais tidak usah masak hari ini.Alhamdulillah Ayah diberikan rezeki lebih,jadi kita bisa makan di luar." lanjut ucap Ayah

"Apa tidak eman-eman toh yah?" tanya Ibu

"Iya betul Yah,mendingan uangnya Ayah simpan untuk keperluan Ayah." kata Ais membenarkan ucapan sang Ibu.

"Tidak apa,biar ada suasana baru.Biar kita tidak suntuk, makan di rumah terus.Lagian Ayah sudah membaginya dan ini kebetulan ada lebih,makannya Ayah mengajak Ibu dan Ais." ucap Ayah memberikan penjelasan kepada mereka.

"Ya sudah kalau kalau seperti itu Yah.Ibu dan Ais ikut saja.'' kata Ibu dan diangguki oleh Ais.

18.30 WIB

Ais beserta keluarga telah memutuskan untuk makan di sebuah Caffe minimalis milik ¹ sang ayah.

Caffe itu terlihat sangat ramai,Ais dan keluarga sampai tidak kebagian tempat duduk.Ais menolehkan kepalanya kanan kiri untuk mencari meja serta kursi kosong untuk mereka tempati.

*Brugg*

"Astaghfirullah" ucap Ais sembari membersihkan tumpahan kopi yang mengenai bajunya.

Assalamualaikum MahromkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang