Bab 26

5.8K 267 7
                                    

Happy Reading!

Selesai mengambilkan pesanan untuk Fahmi.Agung kembali ke tempat duduk Fahmi sembari membawakan dua botol wine dan gelas.

Agung duduk di sebelah Fahmi sembari menyenderkan punggungnya pada sandaran sofa.Agung memperhatikan Fahmi yang mulai menuangkan satu botol wine ke dalam gelasnya.

"Lagi ada masalah?"tanyanya mengulang pertanyaan awal

Fahmi mengedikkan bahunya sembari menikmati wine tersebut.

"Tanpa gue ngomong kayaknya Lo juga tau kan,"balasnya setelah menaruh gelas tersebut di meja.

Kemudian,ia mengambil satu bungkus rokok pada saku jaketnya beserta pematiknya.

"Lo merokok?sejak kapan Lo merokok?bukannya Lo paling anti ya sama hal beginian."ucapnya seraya mengerutkan keningnya

"Sejak nyokap gue nggak ada."

Agung menganggukkan kepalanya,jika sudah seperti ini maka artinya Fahmi sedang dalam masalah yang cukup rumit.

"Mi,"panggilnya seraya menepuk pundak Fahmi,sedangkan Fahmi ia menolehkan sembari terus menghisap rokoknya.

"Cerita aja,gue siap dengerin semua."

"Bentar,gue mau nikmati hidup dulu sebelum gue cerita sama Lo."

"Maksudnya?"tanya Agung seraya mengerutkan keningnya bingung

"Ckckck"decak Fahmi, "maksud gue,biarin gue ngisap rokok dulu biar gue nikmati hidup gue yang banyak beban ini."

Agung menganggukkan kepalanya mengerti,ia duduk bersilah sembari melihat wanita-wanita berpakaian minim berlehai-lehai.

"Gue dijodohin."ucap Fahmi to the point

Agung melebarkan mata sempurna,ia membenarkan posisi duduknya agar bisa menghadap Fahmi.

"Gimana cerita?"

Fahmi terdiam dan mulai menceritakan kepada Agung.

Flashback on

Tepat pukul setengah tujuh,Fahmi baru saja sampai di rumah.Sebenarnya ia sudah pulang kuliah sejak pukul satu siang.

Namun,ia menyempatkan diri untuk mampir ke bengkel untuk mengecek kinerja anak buahnya.Kebetulan ketika ia baru saja sampai di bengkel,banyak customer yang mengantri sehingga membuat anak buahnya merasa kewalahan.

Dengan inisiatif Fahmi segera mengganti kemejanya dengan wearpack yang sudah disediakan bengkelnya.

Setelah selesai dari bengkel,Fahmi segera pulang dan menduduki sofa dengan peluh yang menetes.

Attama tampak baru saja pulang dari kantornya,ketika ia melihat Fahmi yang sedang bersantai,beliau langsung menghampiri Fahmi.

"Fahmi,papah mau ngomong sama kamu."ucapnya

''Maaf saya nggak ada waktu,permisi."balasnya seraya ingin meninggalkan Attama

Namun Attama telah dulu mencekal pergelangan tangan Fahmi,sehingga membuat Fahmi tidak bisa pergi dari tempat itu.

"Sebentar hanya sepuluh menit tidak lebih."ucapnya kembali

Fahmi menghembuskan nafasnya kesal dan berlalu duduk di tempatnya semula.

"Sepuluh menit."titah Fahmi dingin dan datar

"Papah rasa umur kamu cukup untuk kamu segera menikah.Papah sudah tau dan papah sudah mengharapkan cucu,papah rasa kamu bisa memberikan papah cucu."

Assalamualaikum MahromkuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang