Lauv ft. BTS - MAKE IT RIGHT.
-
"Ceritakan pada kami, setidaknya kau bisa membagi semua hal yang kau perlu bagi pada kami Yewon-ah.." Ucap Rose tulus.
Jisoo mengangguk, "You're not alone Umji-ya.."
"Eum.."
Umji terlihat ragu-ragu. Matanya menatap Jisoo dan Rose bergantian. Sedangkan Jisoo dan Rose terlihat sangat meyakinkan.
~
"Yha! Untuk apa appa dan uncle membawa gadis urakan itu ke rumah huh?! Mengangkatnya menjadi adik kami pula! Aku tidak setuju appa!"
"Hwang Eunbi! Jaga ucapanmu!" Bentak Taehyung saat mendengar SinB berkata tidak sopan seperti tadi.
"Lihat kan?! Belum ada tujuh menit anak hutan itu berada di rumah ini, dan appa sudah membentakku!" Ucap SinB lagi, ia semakin meninggikan suaranya dan mulai meneteskan air mata.
Teriakan SinB barusan membuat dua gadis lain turun dari lantai dua.
"Yerin, bawa SinB ke kamarnya." Perintah Sowon yang berusia 13 tahun saat itu.
Yerin pun hanya menurut. Ia dan Yuju membawa SinB naik ke kamarnya. Sementara itu, Sowon dan Eunha mendekati sang appa.
"Kenapa appa tidak membawanya ke panti asuhan uncle Hoseok saja?" Tanya Sowon.
Ia mulai menelisik gadis yang baru saja di beri nama Kim Yewon oleh appanya itu dari atas ke bawah.
"Tidak bisa Sowon, gadis ini tidak bisa berbicara dan mungkin tingkahnya sedikit berbeda dari anak kebanyakan." Jelas Namjoon.
"Mungkin appa akan memanggil psikiater untuk mengajarinya, juga menekan segala memori liarnya yang tumbuh di hutan." Ucap Taehyung.
"Itu bagus appa, tapi sepertinya, SinB tidak suka dengan dia." Eunha menunjukkan perhatiannya pada adik barunya. Tangannya terangkat untuk mengusap kotoran di pipi gadis itu.
"Iya, nanti appa akan membicarakan hal ini padanya. Aish.. anak nakal itu."
~
"Selama hampir dua tahun, SinB tidak menyukaiku. Dia bahkan selalu memukulku jika aku dengan sengaja atau tidak mendekat padanya." Umji sedikit berkaca-kaca mengingat kenangan buruknya dengan SinB.
Matanya menatap lurus ke arah SinB yang berada di dalam tabung.
"Tapi semua berubah saat umur kami menginjak 13 tahun."
"Saat itu kami sedang home schooling di rumah. SinB itu sangat takut dengan serangga, apalagi yang bisa terbang. Dan tiba-tiba, Yerin unnie melemparkan kecoa dan kecoa itu terbang dengan bebasnya mendekat ke arah SinB. SinB sudah berteriak histeris dan dengan reflek aku melempar pulpen ku ke arah kecoa itu dan berhasil menusuk tubuh kecoa itu tepat sepuluh sentimeter sebelum kecoa itu mendarat di wajah SinB."
Jisoo dan Rose seketika tertawa sangat keras mendengar cerita Umji yang sebenarnya sedih itu, namun malah menjadi lawakan saat SinB ketakutan karena kecoa.
"Hahahaha.. kenapa dia payah sekali sih?" Komentar Jisoo.
"Iya, udah sangar-sangar juga, eh takut sama kecoa. Hahaha.."
Mereka terus tertawa sampai pintu laboratorium terbuka dan menampilkan sosok Lisa.
"Ada apa nih kok pada tertawa, keras sekali."
"Apa sih, kamu anak kecil mana paham. Haha." Ejek Rose.
"Aishh awas ya kau! Kalau aja kakiku ud- aishh sudahlah, ayo turun, makanan sudah siap."
[]
YOU ARE READING
Fingertip.
FanfictionYeojachingu in action. WONHA - SINRIN - YUMJI [COMPLETED] [ACTION] [GxG] [MATURE] @HeroesLegacy2020
