iKON - DIVE.
"Jika hujan berarti air hujan bisa masuk ke dalam cerobong dong unnie?" Tanya Umji yang sedari tadi tak terasa di sudah bercerita banyak tentang hal-hal random.
"Tentu saja. Tapi di dalam sana air hujan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan Taeyeon unnie. Dia itu pintar as fuck jika dalam hal-hal seperti ini." Jawab Joy. Ia tadi sempat mengambil selimut untuk menutupi kaki mereka.
"Oh.. Apa Taeyeon unnie ini juga mengenal kita? Dia pernah keluar dari dome ini?" Tanya Umji lagi.
Joy nampak berfikir. "Mungkin ia kenal dengan Sowon, Yuju dan SinB. Karena sebelum eomma kalian meninggal ia sering sekali berkunjung ke rumah kami. Dulu aku dan Wendy juga tinggal di rumah kalian sekarang bersama Jisoo dan yang lain. Kami juga termasuk anggota agen milik tuan Kim. Tapi selama hampir 19 tahun ini dia tidak terlihat. Mungkin dia ke permukaan sesekali untuk membeli kebutuhan, tapi tidak menemui kami."
Joy nampak sedih mengingat apa yang ia kenang sebagai masa lalu. Ia sempatkan melihat ke jam tangan yang ia pakai.
"Sudah jam satu pagi. Kau tidurlah Umji-ya." Perintah Joy, karena tak terasa mereka mengobrol sampai sepagi buta ini.
Umji bukannya menurut, ia malah menggeleng pelan. "Aku ingin menunggu SinB dulu unnie."
"SinB baru sampai setengah jalan, dia mungkin kembali besok. Kau tidurlah dulu." Joy mengusap pucuk kepala Umji pelan.
Kali ini ia hanya bisa menuruti perkataan Joy. Ia bangkit dan masuk ke dalam. Jisoo yang melihat itu dari atas ruang kemudi hanya bisa tersenyum. Kini tinggal ia dan Wendy yang berada di dalam sini. Yang lain sudah tidur dua jam lalu.
"Apa kau percaya kalau SinB dan Umji dulu adalah musuh yang merepotkan seluruh rumah Wen?" Tanya Jisoo dengan nada bercanda.
"Mwo?? Jinjja? Aish mereka tidak terlihat seperti itu. Umji saja terus menunggui SinB tuh sama Joy." Balas Wendy.
"Haha, Umji sendiri yang cerita. Mereka damai karena kecoa tau."
Wendy terkekeh seketika, "What the hell.. mereka kenapa lucu sekali sih?"
"Makanya.. Taeyeon unnie pasti gem- eh ini kenapa ya Wen?" Jisoo menunjuk titik dimana SinB berada.
"Oh my gosh.. no! no!!" Wendy segera mengecek apa yang terjadi dengan menekan-nekan beberapa tuts di keyboard.
"Pergerakan SinB tidak teratur. Aku takut dia kenapa-napa di bawah sana." Ucap Jisoo panik.
"Ada sinyal ultrasonik masuk ke sensor Jisoo, SinB tidak sendiri di sana." Ucap Wendy. Ia melihat gelombang yang berbeda di layar monitor.
Tanpa pikir panjang, Jisoo berlari keluar untuk mencoba berteriak dari atas permukaan. Berharap SinB dapat mendengarnya.
"Hwang Eunbi!"
-
Mataku semakin buram..
Rasanya aku tidak kuat lagi menahan arus deras di dalam laut ini..
menahan tubuhku saja rasanya aku tak mampu..
Aku masih sadar ketika aku merasakan tubuhku tenggelam dan terombang-ambing di gelapnya lautan ini..
Senter di kepalaku tak mampu menerangi seluruh ruang di lautan...
Aku hanya merasakan beberapa kali ikan-ikan malam melewatiku begitu saja...
Namun kutepis logik ku sendiri barusan, ketika di kepalaku terlintas senyum secerah mentari milik seseorang..
Seseorang bernama Jung Yerin...
YOU ARE READING
Fingertip.
FanfictionYeojachingu in action. WONHA - SINRIN - YUMJI [COMPLETED] [ACTION] [GxG] [MATURE] @HeroesLegacy2020
