26. Liburan Keluarga Shana

329 135 68
                                        

Jangan lupa klik bintang di pojok kiri bawah. Sekalian, ramein cerita ini sama komennya, ya.

Komen banyak-banyak, ya! Biar author nulisnya semangat dan updatenya jadi cepat!😂

Selamat membaca✨

________________________

Shana duduk di depan meja belajar sambil menghembuskan napas kasar seolah cobaan hidupnya hari ini hampir menjapai batas maksimum. Padahal dari sepulang sekolah tadi ia hanya duduk di depan meja belajar, tanpa mau repot ganti baju seragam. Shana juga nggak disuruh atau dipaksa belajar, ia duduk di depan meja belajar sambil scroll-scroll medsos. Buku pelajaran yang ia punya Shana biarkan tersusun rapi tanpa mau merusak susunannya sedikitpun.

"Lo kenapa, sih? Kerjaan cuma scroll medsos, tapi kelakuan kayak manusia yang punya banyak cobaan," celetuk Kaisar yang tidur-tiduran di lantai kamar Shana sambil mengelus Kiki-kucing Shana yang tidur di atas perutnya.

"Bosan gue, liat sosmed, isinya orang pacaran semua. Gue kapan punya pacar, sih?" kesal Shana tanpa menghadap Kaisar.

"Udah, pacaran sama gue aja. Udah berapa kali sih gue bilang? Udah berapa kali juga gue ditolak? Sok-sokan nolak gue, yang mau sama lo juga nggak ada, cuih," kesal Kaisar saat teringat momen-momen di mana Shana menolaknya tanpa beban. Masalahnya, Shana bukan hanya seedar menolak, tapi ucapan pedas yang mengiringi penolakan itu sangat membekas dalam ingatan Kaisar dan terkubur menjadi kenangan buruk yang membuatnya kesal saat mengingatnya.

"Gue? Jadi pacar lo??" Shana bertanya seolah tidak percaya, padahal jantungnya selalu bekerja dengan cepat saat mendengar ajakan pacaran dari Kaisar. "Beresin dulu urusan sama pacar, mantan, degem, gebetan, sama fans lo. Heran gue, itu cewek-cewek agresif banget, bisa-bisanya main labrak aja."

Shana menggelengkan kepalanya pelan saat terbesit dalam benaknya untuk menerima Kaisar kali ini. Bukannya tidak mau dan tidak suka pada Kaisar, Shana hanya takut jika Kaisar bermain-main dengan perasaannya. Yang paling Shana takutkan, ia takut kehilangan Kaisar sebagai sahabatnya. Jadi, lebih baik Shana menolak Kaisar dan mempertahankan Kaisar sebagai sahabatnya. Setidaknya, Kaisar yang berstatus sebagai sahabatnya bisa lebih lama berada di sisinya dibandingkan Kaisar yang berstatus sebagai pacar. Orang pacaran bisa putus kapan saja.

"Kalau gue udah selesaiin semuanya, lo jadi pacar gue, ya."

"Enak aja, itu sih enak di lo doang."

Kaisar menipiskan bibir dan terdiam sambil menatap Kiki yang ada di perutnya. Shana sangat konsisten menolaknya. Berbagai pertanyaan muncul dalam benak Kaisar dan itu benar-benar mengganggunya.

"Shana!" Teriakan bunda membuat perhatian dan pikiran mereka teralihkan.

"Apa Bun?!" tanya Shana dengan suara yang tak kalah keras.

"Jangan teriak-teriak," ucap bunda saat sudah berdiri di depan pintu amar Shana yang sedari tadi terbuka lebar. "Kamu beres-beres gih, kita pergi mau pergi liburan. Lumayan kan, bisa refreshing dua hari."

"Liburan? Serius, Bun? Ke mana?" tanya Shana dengan antusias.

"Kampung halaman Bunda, sekalian jenguk Nenek."

"Aku boleh ikut, Bun?" tanya Kaisar yang sudah bangun dari acara tidur-tidurannya.

"Nggak boleh! Apaan, ini acara liburan keluarga, nggak ada nggak ada," sewot Shana tak terima sambil memutar kursinya menghadap Kaisar.

Kaisar menatap bunda dengan tatapan memelas. Berharap bunda mengizinkannya untuk ikut dengan mereka. "Nggak boleh, Bun?" tanya Kaisar.

"Boleh kok, makin rame makin asik," setuju bunda. "Beres-beres gih, dua jam lagi kita berangkat ya!" titah bunda kemudian menghilang dari pintu kamar Shana.

SHANA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang