31. Layangan Nyangkut

282 111 63
                                        

Jangan lupa klik bintang di pojok kiri bawah. Sekalian, ramein cerita ini sama komennya, ya.


Selamat membaca✨


________________________


"Kai, lo pulangnya duluan aja. Gue ada jadwal ekskul hari ini, tebengin Airin, ya!" ucap Shana dengan penuh kebohongan setelah mengumpulkan semua niatnya untuk membohongi Kaisar.

Kaisar menatap Shana aneh, tumben sekali gadis itu tidak menggerutu sedikit pun. Padahalkan, Shana paling tidak suka kegiatan tambahan di sekolah. Ditambah lagi dengan perintahnya untuk memberi Airin tebengan, Kaisar jadi curiga kalau ada sesuatu yang tidak ia ketahui. Kaisar tidak sebodoh itu untuk tidak mengetahui apa yang aneh dari gelagat Shana.

"Terus nanti lo pulangnya gimana?" Mengesampingkan rasa penasarannya akan apa yang tidak ia ketahui, Kaisar lebih memilih untuk mengikuti alur yang dibuat Shana.

"Hm ... Ah iya, sama Arion!" pekik Shana saat Arion melewatinya.

"Gue? Apa lagi?" tanya Arion dengan sangat tidak bersemangat.

"Nanti gue nebeng pulang, ya! Lo kan sekarang latihan buat tanding, ntar pulangnya tebengin gue, ya! Gue ada jadwal ekskul."

"Hari ini bukan jad-," Shana langsung melompat dan berusaha membungkam mulut Arion dengan tangannya.

"Lo duluan aja Kai! Gue pulang sama Arion nanti, tenang aja!" ucap Shana sambil menyeret Arion agar jauh dari Kaisar.

"Kalau nggak punya tebengan, telfon gue, ya!" teriak Kaisar saat Shana dan Arion mulai menjauh.

Kaisar semakin curiga, pasti ada yang Shana sembunyikan darinya. Jelas sekali dari gelagat aneh sahabatnya itu. Oke, pertama-tama Kaisar harus tahu dulu apa yang disembunyikan oleh Shana. Setidaknya, ia bisa membatasi tindakan Shana kalau ia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Oke! Aman! Jangan lupa tebengin Airin, ya!" balas Shana dengan berteriak.

"Sekarang apa? Lo mau ngapain lagi?" tanya Arion setelah Kaisar benar-benar pergi dan tidak terlihat lagi keberadaannya.

"Kepo lo!" Shana meninggalkan Arion dan berniat untuk mengunjungi ruang ekskul sastra.

"Kalau lo nggak kasih tau, nggak gue kasih tebengan!"

Langkah Shana terhenti dengan paksa. Kesal, ia berbalik badan dan menatap Arion tajam. Ini privasi loh, privasi, kenapa Arion malah pengen tau semuanya, sih? Nggak punya kesibukan lain apa? Kerjaannya bikin Shana kesal terus, belum lagi ancamannya. Oke, Shana memang membutuhkan tebengan Arion, tapi bayarnya nggak usah pakai buka-bukaan rahasia.

"Gue mau comblangin Kaisar sama Airin, puas lo?" ucap Shana setengah berbisik, tapi penekanan kalimatnya sangat terdengar tajam di telinga Arion.

Arion mengambil langkah lebar dan berdiri di hadapan Shana dengan wajah yang terkejut. "Loh? Bukannya lo sama Kaisar pacaran, ya? Atau tunangan? Atau udah dijodohin dari kecil? Terserah deh apa namanya, tapi kenapa tiba-tiba mau dijodohin sama adek tiri lo?"

Shana menatap Arion dengan wajah datar. Sepertinya jiwa emak-emak Arion sangat terpanggil saat mendengar pernyataan Shana. Mana ngomongnya kayak banci yang lagi ghibah.

"Ini nih, ini yang harus gue klarifikasi dan harus gue luruskan selurus-lurusnya gosip yang tidak benar ini," ucap Shana. "Gini ya, gue sama Kaisar itu udah temenan dari kecil. Dulu sih, kita mainnya bertiga, tapi satunya udah pindah, makanya gue kemana-mana sama Kaisar mulu. Dan, gue nggak pernah pacaran sama Kaisar."

SHANA (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang