Vania mengambil cuti sehari karena wafatnya Om Dani dan hari ini kembali bertugas di rumah sakit meski semangat Vania belum sepenuhnya pulih. Di ruang kerja yang sebelumnya merupakan ruang kerja Dokter Azzam, Vania termenung.. teringat kembali dengan Om Dani yang lebih dari seminggu ini mengisi hari-harinya.
Flashback On
Setelah pertemuan pertama mereka hari itu, Vania semakin akrab dengan Pak Dani. Panggilan Vania saat mereka belum saling mengenal. Vania sebagai salah satu dokter yang merawat Pak Dani berusaha keras untuk menjadi dokter yang baik. Entah karena apa, Pak Dani menjadi akrab dengannya. Vania juga akhirnya mengetahui Pak Dani adalah ayah dari Kiara yang pernah menjadi pacar Aldi. Laki-laki yang pernah menghiasi hati dan pikiran Vania di masa lalu. Mungkin hubungan itu yang akhirnya membuat Vania menjadi akrab dengan Pak Dani, bahkan sejak saat itu panggilan Vania berubah menjadi Om Dani, padahal Pak Dani sendiri ingin Vania memanggilnya Ayah seperti Mba Nazmi yang merupakan anak kandung Om Dani. Ah, jika diingat-ingat hari itu adalah hari yang paling membahagiakan bagi Vania karena bertambah lagi orang tua Vania
"Terima kasih anakku, sudah menerima om sebagai ayahmu.. Om benar-benar menyayangi Vania seperti Mba Nazmi dan juga Kiara. Maaf jika om selalu menghubung-hubungkan Vania dengan Kiara". saat itu kondisi om masih cukup baik, ngobrol masih lancar meski agak lemah.
"Gak apa-apa Om.. Vania senang kok.. Om menganggap Vania sebagai Kiara pun tidak apa-apa" Begitu ikhlasnya Vania sampai rela menggantikan Kiara di hati Om Dani karena Vania tahu Om Dani tidak mungkin bisa melupakan Kiara.
"Alhamdulillah, Om lega nak.. tapi ada satu hal yang ingin om katakan. Semoga dengan cerita ini akan membuat Kiara bisa memaafkan Om". Om Dani tersenyum penuh harap.
"Iya om.. Vania akan dengar apapun yang akan Om ceritakan" ucap Vania lembut.
"Dulu Om menentang hubungan Kiara dengan Aldi bukan karena tanpa alasan" Om Dani terdiam sejenak sebelum akhirnya melanjutkan kembali. "Om hanya ingin Kiara fokus dulu dengan sekolahnya karena saat itu Kiara baru saja masuk SMA" Tarikan nafas panjang Om Dani membuktikan betapa berat Om Dani menyimpan duka itu selama ini. "Jujur sebenarnya Om tidak ingin Kiara pacaran seperti anak-anak remaja lainnya dan Om sangat ingin Kiara bisa menutup auratnya. Sampai meninggal pun Kiara belum sempat berhijab, semoga Allah mengampuni Om yang tidak bisa mengajari putrinya menjadi lebih baik" sampai di sini Om Dani terdiam cukup lama sambil menutup matanya.
Vania menjadi khawatir.. "Om.. om Dani.. kenapa? Tanya Vania sambil mengusap bahu Om Dani.
"Gak apa-apa Nak.. Om hanya berusaha mengingat kembali saat itu" ucap Om Dani kemudian.
"Iya Om" Vania mengiyakan ucapan Om Dani.
"Om akhirnya menjadikan alasan persaingan bisnis untuk memisahkan mereka, karena memang saat itu perusahan Om sedang mengalami masa sulit" Om Dani melanjutkan. "Di tambah dengan sedikit ancaman akan mengirim Kiara ke Eropa ke tempat tantenya.. Ternyata hal ini berhasil, Aldi akhirnya mengalah. Aldi memilih untuk meninggalkan Kiara, namun ternyata Kiara tetap bertahan dan tidak mau berpisah dengan Aldi.. sampai akhirnya terjadi peristiwa memilukan itu" Om Dani menitikkan air mata karena teringat peristiwa kecelakaan yang membuat mereka kehilangan Kiara untuk selama-lamanya.
Vania ikut menitikkan airmata, sedih karena tidak menyangka betapa beratnya beban yang dipendam oleh Om Dani. Semua disimpan sendiri, bahkan ke Mba Nazmi pun Om Dani tidak pernah menceritakannya.
"Apa menurut Vania, Kiara sudah memaafkan Om?" tanya Om Dani yang membuat Vania gelagapan menjawabnya.
"Eeeh,, mmmmh.. Insya Allah Vania yakin.. Kiara pasti sudah memaafkan Om.. sama seperti orang tua yang tidak pernah marah dan benci meski kesalahan anaknya begitu banyak. Begitupun Kiara, apalagi Kiara begitu mencintai Om dan almarhumah Tante. Sekarang yang terbaik untuk dilakukan adalah doa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Di Antara Dua Asa
RomanceTerjebak dalam asa dari dua pria yang mencintainya tidak membuat Vania melupakan prinsip hidupnya. Prinsip seorang gadis remaja yang ingin menjaga cinta dalam hatinya hanya untuk seseorang yang diridhoi Allah sebagai imamnya kelak. Lika-liku hidup y...
