Bagian 27. Musibah

73 5 0
                                        

Tiba di Bandung, Vania berusaha menjalani hari-harinya dengan tenang dan nyaman. Berusaha untuk tidak larut dalam kesedihan karena kisah hubungannya dengan Aldi.

Setelah Wisuda Sarjana Kedokteran.. Vania, Nurul dan teman-teman seangkatan mereka mulai menjalani program profesi dimana sebagian besar waktu mereka berada di rumah sakit ataupun klinik. Vania juga Nurul berharap mereka dapat menjalaninya dengan baik dan lancar agar bisa menyelesaikannya sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh kampus.

Di bagian pertama Vania dan Nurul masih sama-sama yaitu di bagian Ilmu Radiologi selama 3 minggu. Setelah itu mereka berpisah karena jadwal bagian yang mereka susun berbeda. Vania memilih bagian Ilmu Kesehatan anak, Nurul memilih bagian Ilmu Penyakit Dalam.

Kegiatan profesi yang berbeda membuat mereka tidak bisa bersama-sama terus karena jadwal praktek dan jaga yang juga tidak pernah sama. Sesekali mereka hanya bertemu di Rumah Sakit jika kebetulan ada jadwal yang sama.

Malam ini setelah tugas jaga berakhir sekitar pukul 21.30 WIB Vania segera bergegas pulang karena jarak antara Rumah Sakit dan kos-nya lumayan jauh. Awalnya Vania memilih kos yang dekat dengan kampus sekarang menjadi jauh karena kegiatannya lebih banyak di Rumah Sakit dibanding kampus.

Vania mengendarai motornya dengan kecepatan yang lebih dari biasanya agar tidak terlalu malam tiba di kos. Namun tiba-tiba Vania merasa ada yang aneh dengan motornya. Ban motor bagian depan ternyata bocor, itu membuat Vania harus berhenti dan membawa motornya ke pinggir jalan. Daerah pertokoan yang sudah sepi membuat Vania tiba-tiba merasa takut, jangan-jangan ini perbuatan yang disengaja oleh pemuda-pemuda usil atau nakal.

Bulu kuduk Vania merinding khawatir karena tidak ada lagi yang bisa dimintai tolong. Menyesal Vania menolak tawaran Lisa (teman satu bagian dengannya di Interna), tadi sebelum pulang Lisa menawari Vania untuk ikut pulang saja ke rumahnya namun Vania menolak karena tidak membawa baju ganti untuk besok.

Tiba-tiba dari arah gang di depannya muncul dua pemuda yang berpenampilan anak geng, masing-masing memegang rokok di tangan dan sesekali menghisapnya. Meskipun rasa takut sudah menderanya sejak tadi Vania tetap berusaha untuk menenangkan hatinya. Vania sebenarnya bisa bela diri, sejak SD sampai SMP Vania ikut kursus karate bersama kak Rima tapi saat di SMA berhenti karena Vania ingin fokus di sekolah agar bisa diterima di Kedokteran seperti yang dijalaninya saat ini.

Vania berusaha cuek dan tidak melihat ke arah dua pemuda itu. Tiba-tiba salah seorang dari mereka berkata "Ada yang perlu dibantu dek?" pemuda yang penampilannya lebih rapi dari pemuda yang satunya, menggunakan topi dan rompi. Sedangkan yang satunya menggunakan kaos oblong dengan celana jeans belel yang robek di daerah lutut.

"Gak mas, gak apa-apa.. kempes doang.. saya masih menunggu teman saya" jawab Vania sedikit berbohong agar mereka tahu kalau sebentar lagi ada temannya yang akan datang. Padahal Vania belum sempat menelepon satupun temannya.

Pemuda yang satunya segera mengitari motor Vania seolah-olah ingin membantu Vania memeriksa motornya, Vania segera mundur ke belakang merasa bahwa kedua pemuda itu mengatur posisi untuk menyergapnya.

Melihat gerakan Vania yang tiba-tiba mundur pemuda berompi berusaha untuk menangkap tangan Vania namun gagal. Justru Vania yang berhasil menangkap tangan pemuda itu dan memutarnya ke belakang sehingga pemuda itu berteriak kesakitan. Kedua pemuda itu tidak menyangka jika sasaran mereka malam ini adalah gadis yang berani dan mempunyai kemampuan bela diri.

Melihat temannya yang kesakitan, pemuda yang satunya berusaha untuk menaklukan Vania dengan satu tonjokan. Namun tak disangka Vania langsung melakukan gerakan tendangan memutar hingga kakinya mengenai dada pemuda lusuh tersebut. Sementara tangan yang satunya masih memutar tangan pemuda berompi.

Di Antara Dua AsaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang