Bagian 48. Menuai Rindu

94 5 0
                                        

Seminggu di Lombok, baru hari ini Vania bisa pindah ke rumah dinas Rumah Sakit setelah direnovasi seminggu lamanya. Tidak banyak yang diperbaiki hanya sedikit menata isi rumah dan mengecat kembali. Mereka nanti tinggal bertiga dengan pengasuh Affan (Baby Sitter), Riani.. gadis cantik berhijab dan lembut, usianya sekitar 23 tahun dan sudah 5 tahun bekerja sebagai baby sitter. Alhamdulillah Affan bisa cepat akrab dengan Riani, sejak tiba di Lombok setiap hari Riani menjaga Affan di Hotel saat Vania bekerja di Rumah Sakit.

Hari ini mereka bertiga mengisi waktu akhir pekan dengan jalan-jalan ke Pantai Senggigi. Pantai yang terkenal dengan keindahannya, dengan garis pantai yang cukup panjang dan hamparan pasir lembut yang bergantian digulung ombak. Affan tampak bahagia, berlarian kesana kemari bersama Riani, berkejar-kejaran seperti riak ombak di lautan. Vania tersenyum manis di sebuah pondok mungil yang memang disediakan bagi pengunjung yang datang. Beberapa kali Vania berteriak mengingatkan mereka agar jangan terlalu jauh berlari. Alhamdulillah, Vania begitu senang hari ini. Tidak henti-hentinya Vania bersyukur atas anugerah yang Allah berikan padanya. Keluarga yang begitu menyayanginya, putra kecilnya yang begitu mencintainya dan orang-orang di sekitarnya yang juga sama mengasihinya.

Suasana pantai yang cukup lengang dengan angin yang berhembus perlahan, menerpa wajah cantik Vania yang sesekali tersenyum melihat tingkah Affan dan Riani. Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Vania, pertama kali dalam hidupnya Vania merasakan ketenangan dan kenyamanan yang luar biasa. Setenang dan senyaman suasana pantai pagi ini.

Yaa Allah, terima kasih atas semua anugerahMu.. Rasanya tak pantas bagi hamba jika selalu berkeluh kesah dengan persoalan yang ada.. Sejak kecil hidup dan dibesarkan dalam kasih sayang yang tak terbatas, seringkali membuat diri ini lupa bahwa ada kasih sayang yang begitu besar dan tak terhingga dariMu.

Lika-liku hidup yang dijalani selama ini menyadarkan hamba bahwa cinta yang sebenar-benarnya adalah cinta karenaMu.. Cinta yang seharusnya disandarkan hanya padaMu semata. Tiada yang sanggup menolak jika Engkau Menghendaki. Ketika cinta menghampiri atas ijinMu, sekuat apapun hamba menolaknya tetap takkan bisa mengusirnya pergi.

Cinta pertama yang Engkau hadirkan ternyata bukan menjadi pelabuhan hatiku,, ada cinta lain yang menghampiri karena ijinMu. Cinta yang Engkau hadirkan melalui pria sholeh dan baik itu, membuat hati ini tidak pernah menyesal menerima dan mencintainya. Meski ketetapanMu tidak berlangsung lama, namun cinta untuknya tetap ada hingga saat ini. Ada cinta yang harus kujaga selamanya. Aku merindukanmu mas Azzam.

Setetes demi setetes air mata itu mengalir perlahan. Sekuat apapun ditahan tetap tumpah juga. Vania sangat merindukannya, laki-laki yang begitu tabah dan sabar mencintainya.. Laki-laki yang kuat dan tabah menjaga 'cinta'nya..

Terima kasih mas Azzam, engkau hadir dalam kehidupanku.. dan ikhlas mencintaiku apa adanya. Menerima hatiku dengan sepenuh hati meski engkau tahu ada cinta yang lain disana. Dengan kesabaranmu membuat hati ini bisa menghadirkan cinta untukmu, dan semua itu karena ijinNya. Semoga engkau berbahagia di sana, tidak usah khawatir ada aku yang akan menjaganya dengan penuh kasih.. buah cinta kita yang sangat merindukanmu..

Pandangan Vania teralih pada Affan yang sedang melambaikan tangannya, meminta Vania untuk ikut bergabung bersama mereka. Dengan langkah cepat sambil menghapus sisa-sisa air matanya Vania menghampiri Affan dan Riani. Istana pasir yang mereka bangun tampak begitu megah dan kokoh. Ternyata Riani bukan hanya pintar mengasuh anak, dengan kecerdasannya Riani bisa menghibur dan menghadiahi Affan istana pasir yang indah.

Affan melompat-lompat kegirangan dan menarik tangan Vania untuk ikut membuat istana pasir. "Ayoo, Ummi.. kita bantu kak Liani bangun istananya.." Affan tertawa bahagia saat berhasil menarik tangan Umminya untuk mengaduk-ngaduk pasir. "Asik kan Ummi, pasilnya lembut.. Apan boleh bawa pasilnya ke lumah Ummi?" Pinta Affan pada Umminya sambil menunjukkan setangkup pasir dalam genggamannya.

Di Antara Dua AsaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang