15.apa yang kalian tanam, itu yang kalian tuai

2.6K 162 0
                                        

Pulang sekolah ini Aksa mengikuti mobil yang Mona kendarai. Di temani Karel, Aksa menguntit Mona. Tadinya Raka juga ingin ikut dengannya, tapi tiba-tiba Gebi menelpon dan menyuruh Raka menemaninya membeli Novel di Grenmedia.

Mobil yang Mona kendarai berhenti di depan rumahnya. Aksa mengerutkan keningnya, bingung. Jadi Mona kalau pulang sekolah langsung pulang, gak nongkrong kayak ABG Zaman sekarang?

Aksa ikut masuk kedalam perkarangan rumah Mona. Membuat Mona merasa bingung sendiri.

"Ngapain kamu kesini?" Tanya Mona, jutek. Dia berdiri di depan Aksa dengan angkuh.

"Salah kalau aku mau main ke rumah pacar aku sendiri?" Sontak pertanyaan Aksa mampu membuat pipi Mona bersemu merah.

"Oh, aku kira kamu lupa kalau kita pacaran." Sinis Mona, dia berjalan masuk kedalam rumahnya dengan di ikuti oleh Karel dan Aksa di belakangnya.

"Kalian mau minum apa?" Tanya Mona, dia berdiri di depan Aksa dan Karel.

"Minuman rasa cinta ada, Mon?" Karel bertanya kepada Mona dengan tatapan menggoda.

"Gue culek mata lo kalau berani natap Mona kayak gitu." Ancam Aksa, sontak langsung membuat Karel tertawa keras. Menertawakan kecemburuan Aksa.

"Bikinin gue minuman rasa cemburu tanpa mengakui, Mon. Biar orang di samping gue sadar, kalau dia mencintai cewek yang sekaran sudah menjadi kekasihnya." Mona dan Aksa tidak bodoh untuk mengartikan sindiran yang Karel berikan kepada mereka berdua.

"Tunggu sini, biar gue bikinin kalian minuman." Putus Mona, akhirnya.

"Kok kita di suruh tunggu sini, tunggu di hati lo gak boleh?" Kerlingan mata yang Karel berikan kepada Mona langsung di balas injakan kaki oleh Aksa.

Mona hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat kedua kakak kelasnya yang bertengkar di ruang tamu rumahnya.

"Mata lo gak usah jelalatan, gebetan gue itu." Desis Aksa, tajam. Namun tidak Karel perdulikan.

Mona berjalan menghampiri mereka berdua dengan membawa nampan yang berisi minuman dan cemilan.

"Ngapain berdiri disitu? Duduk. Dan lo Rel, pergi sana." Usir Aksa, yang dituruti Karel tanpa bantahan.

"Awas kebelabasan. SMA udah gendong bocah nanti." Mona yang mendengar ucapan Karel langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

"Nyari mati lo?!" Geram Aksa. Karel tertawa sambil keluar dari dalam rumah Mona. Sepeninggalnya Karel, suasana di dalam rumah Mona menjadi sepi. Aksa dan Mona saling diam, tidak ada yang memulai pembicaraan.

"Pinjam heandpone kamu." Pinta Aksa tiba-tiba.

"Buat apa?" Tanya Mona, tapi tetap memberikan heandponenya kepada Aksa.

"Nanti kamu juga tahu." Aksa sibuk mengetik sesuatu di layar pipih milik Mona. Kemudian dia kembali menyodorkan beda pipih itu kepada Mona.

"Aku udah save No aku di heandpone kamu. Biat kamu lebih gampang hubungi aku nanti." Aksa tersenyum lembut kepada Mona. Membuat cewek itu nyaman.

"Jangan pergi, jangan pernah berpaling dari aku." Mona memeluk Aksa sangat erat, mengikis jarak diantara mereka berdua.

🔹🔹🔹

Malam ini Aksa sedang berada di area balap, Sirkuit. Aksa di temani Raka dan juga Karel. Di depan Bima dan teman-temannya, Aksa berdiri dengan angkuh.

"Lawan tidak akan pernah jadi teman." Bima menarik sudut bibirnya keatas, dia menyugar rambut miliknya ke kebelakang.

"Bukannya gue udah bilang, Chindy meninggal itu karena lo. Coba dulu lo gak ngelakuin hal konyol kayak gitu, semuanya tidak akan pernah seperti ini." Aksa menyalahkan Bima atas kematian Chindy, kekasihnya.

AKSA ( Complite)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang