Hari-hari Mona sudah mulai membaik setelah kepindahan Iren. Sekarang dia sedang duduk di barisan depan bersama penonton lainnya.
Sore ini sekolah SMA Tunas Bangsa dan SMA Merpati sedang mengadakan tanding basket. Sorak pendukung dari SMA masing-masing membuat telinga Mona pengang.
"Kak Arga, semangat kak."
"Kak Aksa, oper ke Kak Raka."
"Kak Karel jangan diam aja, kejar bolanya."
"Kak Alvaro sama Kak Rehan jangan biarin bola musuh masuk ke ring dong."
Masih banyak teriakan-teriakan lainnya yang membuat Mona ingin menyumpal mulut mereka menggunakan kaos kakinya.
"Karel, semangat!" Teriakan dari Dara membuat Bima sontak mendelik tajam.
"Lo kok malah dukung tim lawan sih, Dar?!" Omel Caca kepada Dara, temannya.
"Suka-suka gue dong. Ayo Karel, semangat!!" Mona mendengus melihat sikap bar-bar kakak sepupunya.
"Dasar Dara sinting." Mona kembali memfokuskan matanya ke lapangan setelah tadi melihat sikap bar-bar kakak sepupunya. Tanpa disangka, Aksa pun sedang menatapnya. Mata mereka beradu, membuat Aksa gagal fokus.
"Woy, Sa! Oper bolanya." Teriak Arga, membuat Aksa tersentak kaget. Mona tergelak, pacarnya itu memang lucu.
"Kak Aksa, semangat!!" Teriak Mona, hal itu membuat Aksa yang tadinya lemas menjadi semangat.
Setelah 1 jam pertandingan, akhirnya ini babak penentuannya. Bola berada di tangan Bima, sedangkan Aksa dan lainnya berjaga-jaga agar bola itu tidak masuk kedalam ring basket.
"Bima, Bima, Bima, ayo bim. Lo pasti bisa, masukkan bolanya kedalam ring." Teriakan itu mengingatkan tentang Chindy dulu. Chindy selalu menyemangatinya disaat dia bertanding basket. Tapi semua itu sudah menjadi kenangan, Bima menggelengkan kepalanya pelan.
"Bima, ayo bim." Bima mendribble bola basket yang berada di tangannya. Dia berlari mendekat kearah gawang, namun...
Brak...
Bima terjatuh saat dia sedang meloncat ingin memasukkan bola kedalam ring. Sontak semua penonton yang berada di atas di buat kaget atas kejadian ini. Bola yang Bima lempar meleset.
Saat semua orang terbengong menyaksikan Bima jatuh, Aksa justru menghampiri Bima.
"Lo bisa berdiri gak?" Tanya Aksa, sambil mengulurkan tangannya. Bima mencoba berdiri, namun kakinya rasanya sangat sakit.
"Argg..." Erang Bima, sambil memegangi kakinya.
"Sepertinya kaki lo kekilir, Ke UKS sebentar, yo? Bang, bantuin." Arga maju, dia membatu Aksa memapah tubuh Bima menuju UKS. Semua penonton kecewa, mereka tidak jadi melihat siapa pemenangnya.
"Yah, gagal deh lihat pemenangnya."
"Iya, kaki Kak Bima pakai kekilir lagi."
"Kak Aksa mau aja bantuin Kak Bima. Padahal SMA Tunas Bangsa musuhan sama SMA Merpati."
"Kacau-kacau."
Rasa kecewa penonton tadi tidak Mona hiraukan, mata Mona terfokus pada Dara yang mengelap keringat Karel.
"Bisa-bisanya tuh orang pacaran disaat genting begini." Mona menggelengkan kepalanya, pelan.
🔹🔹🔹
Aksa memijat kaki Bima yang terlilit hingga membuat seempunya meringis kesakitan.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSA ( Complite)
Teen FictionAKSA LEONALD!! Cowok itu memiliki arti sebuah mata. Seperti artinya yang sangat indah, Aksa Leonald adalah cowok tampan yang memiliki sejuta pesona. Aksa memiliki kegemaran yang tidak semua orang tahu, yaitu melukis. "Kata orang cinta itu indah, tap...
