24. sedikit titik terang

2.2K 139 0
                                        

Sudah dua Minggu Aksa berada di Bandung, Iren sudah kembali ke Jakarta dua hari lalu. Baginya Iren adalah sebuah pengganggu. Niat dirinya untuk menenangkan diri jadi terganggu karena keberadaan cewek itu yang tiba-tiba. Pernah di suatu hari...

Flash back on

Kejadian ini terjadi ketika beberapa hari lalu. Aksa yang sedang duduk santai di kursi taman Ibu Kota Bandung harus terganggu dengan kemunculan tiba-tiba Iren.

Seperti tidak punya malu, Iren mengajaknya ke kedai es krim, beli arum manis, dan nonton film bioskop. Rasanya Aksa ingin mencekik leher perempuan itu. Iren selalu membuat dirinya tidak enak untuk menolak ajakannya dengan menyebut, Nanti Kak David sedih kalau aku kenapa-napa.

Mengingat kebaikan yang sudah David lakukan kepada dirinya, rasanya tidak etis jika dia menolak menemani Iren bersenang-senang.

Tapi ada satu hal yang bikin Aksa naik darah adalah ketika Iren menciumnya. Waktu itu dirinya dan Iren berada di bioskop. Di dalam bioskop semua lampu di matikan, dan katanya Iren tidak sengaja mencium pipinya karena tidak melihat keberadaannya. Hal itu membuat Aksa marah besar. Hingga meninggalkan Iren di bioskop sendiri.

Flash back off

Embun di pagi hari membuat Aksa semakin bersemangat untuk berlari pagi. Aksa sudah pergi joging dari jam 05.00 pagi tadi. Waktu pagi begini, udara masih bersih belum terkena polusi udara atau asap kendaraan.

Aksa mengelap keringatnya yang bercucuran di sekitar wajahnya. Dia kembali melakukan pemanasan di pinggir alun-alun Bandung. Tidak ada kata bosan yang keluar dari bibirnya untuk mengagumi kota ini.

Bibir Aksa membentuk sebuah senyuman tipis dikala melihat sepasang orang tua yang sudah tua tapi masih berjalan bersama. Dirinya berharap, suatu saat dirinya bisa seperti nenek dan kakek itu. Menua bersama.

Aksa melangkah menghampiri penjual bubur ayam, pinggir jalan. Dia duduk di kursi yang hanya tinggal satu. Karena kursi yang lainnya penuh dengan orang yang sedang menikmati bubur ayam di pagi hari.

"Mang, bubur ayamnya satu sama segelas air putih." Pesan Aksa. Di pagi hari begini alangkah baiknya kita meminum banyak air putih, biar nanti jika siangnya kita beraktivitas di luar, kita tidak dihidrasi.

"Baik, den. Tunggu sebentar." Aksa menunggu buburnya yang baru di buat penjual itu sambil bersenandung kecil. Dia mendengarkan lagu lewat earphone miliknya.

"Silahkan di makan Aden." Suruh penjual itu sopan, Aksa hanya mengangguk. Sebenarnya dia tidak mendengar apa yang penjual itu katakan, tapi lewat bibirnya, Aksa paham apa yang penjual itu katakan kepadanya.

🔹🔹🔹

"Anjir...., Mantan gue punya gebetan baru." Alvaro sampai loncat dari sofa yang berada di ruang OSIS ketika dia melihat mantannya mengaploud fotonya bersama kekasih barunya.

"Lah ngapain Lo ribet? Mau mantan Lo punya gebetan baru, selingkuhan baru, atau kakek baru, itu urusan dia. Hak Lo apa?" Sewot Rehan, sambil menikmati susu coklat kotak kesukaannya.

"Lagipula kalau udah jadi mantan, yaudah kita gak ada hak buat ngelarang dia berbuat sesuatu. Mau dia punya gebetan baru atau tidak, itu urusan dia." Tambah Arga, tangannya sibuk menulis sesuatu di kertas HVS.

"Lah kok kalian seperti hakimndan gue pihak tersangkanya?" Alvaro menyelonjorkan kedua kakinya di atas meja. Sepertinya kedua sahabatnya ini sedang menghakiminya.

"Bilang aja belum bisa move on, perlu gue cariin cewek? Atau gue daftarin nama Lo ke brio jodoh?" Rehan tertawa mengejek di depan Alvaro.

AKSA ( Complite)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang