25. selamat tinggal Bandung.

2.3K 149 8
                                        

Aksa meminum jus orange buatannya sendiri. Nanti siang dia akan pulang ke Jakarta. Jadi pagi ini dia ingin menikmati waktu terakhirnya di Bandung untuk bersantai di rumah.

"Den Aksa, bibi beli daging kerbau buat di sup loh. Aden mau 'kan?" Tanya bibi, dengan harap-harap cemas. Siapa tahu majikan mudanya itu tidak mau daging kerbau di sup.

"Saya pemakan segala, Bi. Asal bukan kayu sama balok." Jawab Aksa, membuat bibi tertawa geli.

"Alhamdulillah kalau gitu. Bibi takutnya Aden makannya pilih-pilih." Ungkap Bibi', membuat Aksa tersenyum.

"Milih-milih makanan ngebuat orang cepat mati karena kelaparan. Ya kalau yang dipilih ada, kalau yang di pilih gak ada?" Aksa meletakkan gelas bekas jusnya yang sudah kosong ke atas meja.

"Aden ini ada-ada aja." Kekeh bibi'.

"Yaudah Bi, saya keluar bentar." Pamit Aksa, sambil mencium telapak tangan pembantu neneknya.

Bibi' tersenyum. Cucu majikannya memang sangat sopan dan baik.

Aksa berjalan keluar rumah. Di depan rumah dia melihat tukang kebun neneknya yang sedang menyapu.

"Mang, nanti bunga nenek yang berada di samping rumah tolong di siram ya?" Pinta Aksa dengan sopan.

"Baik, Den. Siap kalau begitu." Tingkah konyol Mang tukang kebun membuat Aksa tersenyum.

"Oke, saya pergi dulu." Aksa melajukan motornya menuju pemakaman neneknya. Dia akan berpamitan kepada nenek dan kakeknya sebelum pulang ke Jakarta.

Motor yang Aksa kendarai berhenti di pemakaman Bandung. Sebelum masuk kedalam pemakaman, Aksa membeli bunga di sekitar makam. Kaki Aksa berjalan menuju makam nenek dan kakeknya yang berdampingan.

Neneknya pernah bilang, jika dia mati nanti, dia ingin di kebumikan di samping makam kakeknya. Maka dari itu, Nenek Era sudah membeli tempat pemakaman yang berada di sebelah kanan suaminya jauh sebelum ajalnya.

Aksa berjongkok di tengah-tengah makam nenek dan kakeknya.

"Nek, Kek, Aksa datang. Siang nanti Aksa akan pulang ke Jakarta. Tapi Aksa janji, Aksa akan sering-sering main kesini." Aksa mengusap lembut batu nisan kedua orang yang sangat dia sayang dan hormati.

"Aku akan berubah menjadi orang yang lebih baik untuk kalian." Janji Aksa. Mengingat semua kebaikan nenek dan kakeknya, rasanya tidak adil jika dia tidak membalas kebaikan mereka dengan merubah diri menjadi lebih baik.

"Aku akan membuat kalian bangga suatu hari nanti." Aksa mencium bergantian batu nisan yang bertulis nama kakak dan neneknya.

Dengan hati bersih, Aksa berdoa untuk kedua orang yang paling dia sayangi agar Allah menempatkan mereka ke surganya.

Aksa berdiri, dia menaburkan bunga yang tadi dia beli keatas pusar pemakaman nenek dan kakeknya.

🔹🔹🔹

Raka dan Arga berbincang-bincang serius di atap gedung sekolah mengenai permasalahan Aksa, Karel, dan Mona.

"Emang licik tuh cewek." Raka menggeram kesal dikala melihat Vidio yang Arga perlihatkan kepadanya. Di layar pipih itu menampilkan Iren yang meminta Aksa menemaninya berjalan-jalan. Disana juga memperhatikan Iren yang sedang mempengaruhi Aksa dengan menjelek-jelekkan Mona dan Karel. Tidak berhenti di situ saja, Iren juga memanas-mansi Mona tentang dirinya yang habis jalan dengan Aksa. Perihal Karel yang sedang PDKT dengan Dara, disitu juga ada. Mona hanya membantu Karel mendapatkan Dara, tidak lebih.

"Gue sampai bayar detektif mahal buat nyelidikin semua ini. Gue harap persahabatan kalian tidak hancur hanya karena perempuan iblis itu." Ucap Arga, dia menjadi kesal sendiri dengan sikap Iren yang munafik.

AKSA ( Complite)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang