"H"

1.3K 75 1
                                        

"lo darimana?"tanya Ziva pada Zanna yang baru saja pulang.

"Nonton sama Zero"singkatnya lalu pergi menuju kamar.
Terlihat dari wajah Zanna, dia sangat bahagia. Menonton konser Tulus dengan seseorang yang sudah ia nanti sejak lama.

"Oh"sahut ziva lagi.

Kakinya beranjak turun dari tangga lalu mendapati papanya yang sedang memainkan ponsel sembari duduk di sofa ruang tamu.

"Mama mana pa?"tanya Ziva yang dari tadi tidak nampak dimana mamanya berada.

"Oh mama lagi kerumahnya Tante Irene"jawab Darwis sambil meletakkan ponselnya lalu menyeruput segelas teh yang sudah istrinya buatkan.

"Ziva baru bangun?"tanya Darwis pada putrinya yang sudah duduk disampingnya.

"Huum"singkat Ziva mengucek matanya yang terlihat merah khas orang baru bangun tidur.

" Gak mandi?" Tanya papanya lagi.

"Mager gausah"

"Ting" tak lama kemudian, suara bel rumah berbunyi.

"Biar ziva aja" sambil mengusap-usap wajahnya, ziva berjalan membukakan pintu rumahnya.

"Silahkan mas---"

Mata yang sebelumnya sipit langsung terbuka lebar-lebar.

"Sini-sini ngapain Lo kerumah gue lagi?" Ziva menarik lengan orang tersebut untuk menjauh dari pintu rumahnya.

"Ketemu sama Lo"jawab yang tak lain adalah Gabriel.

Ziva menepuk jidatnya.

"Siapa ziv?"teriak papanya dari dalam rumah.

"Umm tukang sedot WC pa"teriak ziva balik.

Mendengar jawaban ziva, Gabriel langsung menatap ziva lekat.

"Oke, gue ikuti permainannya"

Ziva memutar kedua bola matanya.

"Cepetan masuk!"suruh ziva pada Gabriel.
Gabriel pun masuk diikuti oleh ziva dibelakangnya.

Darwis yang melihat Gabriel pun terheran-heran. Mungkin yang ada difikiran Darwis mana ada tukang sedot WC secakep Gabriel.

"Siapa yang manggil sedot WC kesini?"tanya Darwis pada putrinya.

Ziva menelan salivanya.

"Itu anu umm kak Zanna"jawab Ziva dengan terbata-bata.

"Jadi om saya kesini mau menawari promo sedot WC" jelas Gabriel pada Darwis.

Darwis menggaruk belakang lehernya yang sebenarnya tidak gatal.

"Umm papa kekamar aja biar Ziva yang nanganin mas mas sedot WC ini."cerah Ziva menunjukkan senyum yang lebar.

"Yaudah papa ke kamar dulu" Darwis pun beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.

"Sini Lo" ziva langsung saja menarik tangan Gabriel dan membawanya keluar rumah.

Gabriel hanya menurut.

"Ngapain lagi Lo kesini bambank?!"ziva melepas tangan Gabriel dengan kasar.

"Nih"
Dia menyodorkan sebuah dompet yang dia simpan dikantong Hoodienya.

"Loh ini bukanya dompet kak Zanna, kenapa ada di Lo?"

"Zero nitip"

Ziva langsung merebut dompet itu dari tangan Gabriel dengan kasar.

"Yaudah sekarang Lo pulang" ziva mendorong tubuh Gabriel kearah gerbang rumahnya.

"Oke"jawaban singkat Gabriel lalu melangkah pergi.

UNTIL TOMORROW [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang