"Dek cepetan kebawah, oi kentank cepetan makan!"
Suara Zanna sudah menggema diruang makan, meneriaki adiknya yang masih asik dikamar mandi.
Beberapa menit kemudian ziva pun turun dari kamarnya. Dia sudah mendapati kakaknya menyiapkan makan malam untuknya.
"Kak tadi tu kalimba buat gue?"tanya ziva masih penasaran.
"Kata kurirnya sih gitu" jawab zanna sembari duduk di kursi .
"Padahal gue ga beli loh, apa salah kirim?"tanya ziva lagi mulai mengambil dua centong nasi dengan lauk yang sudah disiapkan.
"Apa dikasih sama zava?"tanya zanna balik.
"Tadi gue diajak zava nyari gitar, terus gue bilang mau lihat kalimba tapi dia gatau kalimba yang gue pengenin kayak apa. Tapi tadi itu kalimbanya persis"ungkap ziva menjelaskan kronologis kejadiannya pada zanna.
Zanna hanya mengangguk paham.
"Apa coba gue tanya ke zava?"
"Lo makan dulu"
"Makan mah nomor satu. Ziva makan magnolya"tukas ziva.
----
Ziva mencari-cari dimana ponselnya berada, dia terakhir membuka ponselnya saat pulang sekolah.
Rasa lelah membuatnya tertidur hingga lupa menaruh ponselnya dimana.
"Disini kau rupanya"
Dia melihat ada banyak sekali pesan yang masuk, yang pertama tertera adalah pesan dari Zava, tanpa basa-basi dia pun membalas pesan Zava.
Zavakampret "besok gue ga ke sekolah. Ada acara keluarga, Lo pengen ikut gak? Mama ngajak"
Ziva sejenak berfikir, biasanya kalau zava mengajaknya bolos dia pasti ikut apalagi acara keluarga zava, ziva selalu tidak pernah absen. Zava dan ziva memang seperti adik kakak yang hanya dipisahkan oleh rumah dan darah.
Kemanapun zava pergi, disitu pasti ada ziva .
Namun kali ini dia berfikir dua kali untuk menerima tawaran zava, dia ingat perkataan laki-laki misterius tadi sore bahwa besok dia menunggu ziva diperpustakaan.
Ziva menggigit bawah bibirnya, dia benar-benar bimbang. Dia sebenarnya malas untuk menemui laki-laki itu tapi dia dihantui oleh rasa penasaran.
Zivicintikbingit "enggak aja deh zav, gue besok ada ulangan ekonomi"
Untuk pertama kalinya ziva bisa senekat ini berbohong pada zava.
Walau dengan ragu akhirnya ziva memutuskan untuk mencari tau siapa laki laki itu.
Zavakampret "pengen gue beliin apa? Gue besok ke Jogja"
Zivicintikbingit "bawain gue cogan 10 biji"
Zavakampret "besok Lo berangkat sama siapa?"
Magnolya "sama papa, papa nanti udah dirumah"
Zavakampret "yaudah bagus deh kalo gitu"
Magnolya "zav nama gue jangan Lo ganti ya di kontak, udah bagus itu!"
Zavakampret "Lo punya ilmu hitam ya ziv?"
Magnolya "ya itu makanya gue ga bisa mm, gue punyanya ilmu hitam"
Setelah itu zava sudah tidak membalas pesan ziva. Biasanya setelah ziva membalas pesan zava dia langsung menanggalkan ponselnya namun kali ini jarinya tetap pada ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Teen FictionCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)