Zivicintikbingit "anterin gue ke sekolah, ga pake enggak!"
Zavakampret "ogah"
Zivicintikbingit "zav ayolah, nyokap bokap ga ada dirumah, kakak gue ga bisa nyetir. Lo tega gue naik ojek? Terus gue diculik? Terus Lo ga punya temen?"
Zavakampret "gue cari temen lagi"
Zivicintikbingit "yaudah gue juga cari cowo lain yang mau anterin gue berangkat. Jemput gue pas pulang!"
Zavakampret "ya"
Zava menutup ponselnya. Ziva kembali memintanya untuk nebeng ke sekolah.
"Awas Lo ziv sampek lama banget, gue turunin juga Lo di jalan"gerutu Zava membanting ponselnya di kasur lalu beranjak mandi.
-----
"Zav mm gue gimana"rengek ziva sepanjang jalan. Dia menempelkan jidatnya pada punggung zava yang tengah fokus menyetir motornya.
"Gue ga peduli !"
"Zav......"rengek ziva terus.
"Lo nangis, gue turunin"
"Jahat lo ah"ziva memukul mukul punggung zava dengan keras.
"Iya iya nanti gue kerjain, sekarang Lo diem atau kita nabrak, kita ke rumah sakit, Lo ga jadi ulangan mm, mampus"
"Aaaaa baik banget sih anak mama Irene"ziva memeluk zava dengan erat.
Tangan yang melingkar di pinggang tak membuat zava ingin melepasnya. Dia nyaman melihat perempuan itu memeluknya. Perempuan yang selalu ia jaga hingga menggantungkan apa-apa padanya.
----
Sampainya di sekolah zava mengajak ziva untuk ke perpustakaan, zava sudah berjanji akan mengerjakan tugas mm ziva meskipun ia juga tak tau cara mengerjakannya.
Awalnya mereka bingung untuk mengerjakan dimana apalagi mereka benar-benar hampir telat.
Untungnya jadwal matematika di akhir jam pelajaran dan kabar baiknya hari ini guru sedang ada rapat untuk ujian akhir.
"Kenapa Lo ga minta pap aja ke temen Lo" desis Zava sembari berlalu mencari buku.
"Gue kan pengen bisa Zav, makanya lo kerjain sambil gue lihat"
"Gue cari buku dulu. Jangan nonton drakor, percuma!"
"Hehe" ziva langsung mengurungkan niatnya untuk menunggu zava sembari menonton drama kesukaannya .
Laki-laki yang baik , dia rela mengerjakan apapun untuk temannya itu. Sisakan satu buat ku Tuhan! - author
10 menit kemudian...
"Zav udah ketemu belom?"teriak Ziva.
"Di perpus ga boleh ada yang teriak-teriak" ujar seseorang dari belakang Ziva.
"Ya maap"jawab ziva tanpa menoleh.
"Ziva Zanna Magnolya"
"Itu nama gue, kenapa Lo ada masalah?!"ziva menggebrak mejanya sembari memutar tubuhnya kebelakang melihat punggung laki laki yang baru saja menyentaknya lalu memanggil nama lengkapnya.
"Gue cuma mau ngasih tau aja, Lo cantik"jawab laki laki itu lalu melenggang pergi membawa buku-buku nya.
Ziva mati kutu, amarahnya yang melonjak pun surut seketika. Dia hanya bisa berkedip sembari bungkam tak mampu mengucapkan kata-kata.
Namun sayang, laki laki yang membuatnya penasaran itu pun tak bisa dia lihat dengan jelas karena dia berjalan membelakangi nya.
Ziva pun tersadar lalu emosinya kembali naik dan ingin memaki laki-laki yang menggodanya dengan seenak jidat itu.
"Eh lo----"
"Ziv perpus, diem!"sentak zava pada Ziva.
"Zav tadi tuh---"
"Udah sekarang Lo dengerin penjelasan gue"
"Apa apaan Lo kira kita orang mau putus pakek penjelasan segala. Temen gue kemarin pacaran, putusnya aja tanpa penjelasan. Masak kita gak pacaran---"
"Lo nyerocos lagi ,gue tinggal. Kerjain sendiri tuh mm"
"Hehe maap"
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Teen FictionCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)