Ku penuhi janjiku double update hari ini
Mau tamat ya? Iya.
Author nya mo ujian hehe.
.
Zanna memeluk erat Zero. Perempuan itu tak berhenti menangis disepanjang jalan menuju rumah sakit untuk menghantarkan Hans.
Ziva dan semua orang bergegas kerumah sakit setelah mendapat kabar dari Gabriel.
Sampainya disana, Ziva melihat Gabriel yang sudah menekuk kepalanya, tak ada air mata yang ia dapati, namun ia dapat melihat kesedihan Gabriel.
"Biel.."Ziva mengelus pundak Gabriel.
Gabriel menarik tangan Ziva kemudian menggenggamnya erat.
"Nanti kalau aku mati, aku akan jadi seperti kakek Ziv"
Ziva memeluk suaminya erat.
"Kakek sudah bahagia disurga Biel.."
Gabriel mengangguk.
"Jangan tinggalin aku ya"Lirih Gabriel.
Ziva menggeleng cepat.
Gabriel menangkup pipi Ziva lalu mencium keningnya.
"Aku bangga punya suami sepertimu"
Gabriel merengkuh wanita itu dalam pelukannya.
Huston benar-benar lega melihat Gabriel yang sudah mengikhlaskan kakeknya.
Nyonya Huston juga berlinang air mata saat melihat Ziva mencoba menenangkan Gabriel dengan baik.
Selama ini hanya Hans yang mampu melakukan itu, kini Ziva lah yang menaklukkan Gabriel.
Hans benar-benar pergi disaat yang tepat, disaat semua cucunya siap untuk menghadapi masa depan.
Jasad Jack lewat didepan mereka, pria itu meninggal karena bidikan Hans, untung saja pisau Jack meleset sehingga tidak mengenai Zanna.
"Biel hiks gue lagi-lagi merebut---"
Zanna menangis sembari bersujud dikaki Gabriel.
"Zan hei!!"Gabriel mengangkat tubuh Zanna lalu memeluknya erat.
"Zan.. kakek pergi karena ingin kita menjalani hidup baru, cukup semua kesalahan besar yang dilakukan orang tua kita di masa lalu"
Zanna mengangguk lalu memeluk adiknya itu dengan erat.
Ada satu yang mereka lupakan dari semua itu,
Masalalu yang belum musnah setelah kematian Jack
Keano.
🍂🍂🍂
Setelah upacara pemakaman Hans selesai, semua orang kembali ke kediaman Huston termasuk Zava yang tangan dan wajahnya dipenuhi perban.
Sudah berjam-jam Zanna masih saja menangis, Zero benar-benar tidak bisa menghentikan tangisan Zanna dengan mudah. Berpuluh-puluh kali pria itu mengatakan tidak apa-apa dan memberi penjelasan pada Zanna, tapi zanna tak juga berhenti menangis hingga sempat pingsan di pemakaman Hans.
"Zan.. jangan nangis lagi ya"Bujuk Zero lagi
Semua orang juga sama bingung nya dengan Zanna.
Bahkan Ziva pun tak bisa menaklukkan hati Zanna yang sangat rapuh itu.
"Zan apa yang Lo tangisi?"sentak Zero saking frustrasi.
Zanna memukul dada Zero dengan keras.
"Gue udah jadi pelacur Zer hiks"
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Fiksi RemajaCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)