Udah 40 chapter aja.
Selamat membaca, berfikir, dan baper
🍂
Gabriel mengerjapkan matanya, menggeliat dari tidurnya yang lumayan panjang. Dia merasa kepalanya sudah ada di atas bantal, padahal ia ingat kalau tadi ia tidur paha Ziva.
"Udah bangun?" Suara Nyonya Huston dari sampingnya.
"Loh ma, pa"Gabriel melihat kesamping dan disana Ziva tertidur pulas sambil duduk dengan kepala yang ia sandarkan di kursi.
"Kamu ketiduran tadi, kasihan Ziva kakinya pasti sakit nopang kepala Gabriel" Nyonya Huston memberitahu.
"Pindahin Ziva ke kamar atas, terus kamu mandi"Suruh Huston pada putranya.
Gabriel menatap Ziva sekejap sembari mengumpulkan nyawanya yang masih setengah, lalu menggendong gadis itu ke kamar tamu agar tidurnya lebih nyenyak.
Baru juga ia menghempaskan tubuh Ziva dikasur, Ziva terbangun dari tidurnya.
"BIEL KAMU APAIN AKU?!!"Teriaknya histeris melihat dirinya dan Gabriel berada di satu kamar.
"Santai bocah! Gausah teriak juga kayak gue apain aja" Gabriel melempar bantal mengenai tubuh Ziva.
"Huh gue masih utuh"Ziva menepuk lengan, pipi dan kakinya.
"Lo kira gue bakal apain Lo? Mutilasi?" Gabriel lalu meninggalkan Ziva sendirian di kamar.
"Ih biellll tungguin gue"Ziva berteriak lalu bergegas ikut Gabriel keluar kamar.
Mereka kompak menuruni tangga menuju lantai bawah, disana ada Zero yang sudah pulang dari rumah Nadin. Sepertinya Zero juga baru bangun tidur, terlihat dari rambutnya yang acak-acakan.
"Gimana zer?"Gabriel menanyakan apa yang Zero dapat dari cerita Nadin.
Zero menggeleng, artinya dia tidak mendapat apapun.
"Eh Biel" Ziva menyela tubuh Gabriel yang mau berjalan ke depan.
"Nanti aku tidur dirumah Nadin ya"Pintanya.
"Nanti biar Tio antar, aku masih belum bisa nganter kamu kemana-mana"
"Gapapa kok" Ziva tersenyum senang karena Gabriel mengizinkannya menemui Nadin malam ini.
Kesempatan yang tepat untuknya dan Nadin membicarakan masalah keluarga Huston.
"Makan yuk" Ajak Gabriel.
"Yuk makan siang bareng, mama panggilkan kakek bentar"Sahut Nyonya Huston.
"Aku mandi dulu ma" Zero melenggang pergi kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ziva juga jadi berfikir kalau dirinya juga butuh mandi, badannya lengket karena baru bangun tidur.
"Ziva ga mandi?"Tanya Nyonya Huston.
Ziva langsung terkekeh tanda iya.
"Gue juga deh" Gabriel menyusul mereka yang sudah beranjak pergi ke kamar masing-masing.
🍂🍂🍂
Selesai menyantap makan siang bersama, Hans mengajak Ziva untuk bermain beberapa alat musik bersamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNTIL TOMORROW [END]
Teen FictionCOMPLETED (belum revisi) Sampai kapanpun kita hanya sampai besok. Hanya keberanian yang aku miliki. Keberanian untuk menghadapi kenyataan bahwa aku menyukaimu dengan segala konsekuensinya. -Gabriel Novel ini tidak untuk menyinggung siapapun! Semua b...
![UNTIL TOMORROW [END]](https://img.wattpad.com/cover/218644948-64-k755837.jpg)